Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

(Renungan Muharram): Pentingnya Hijrah dan Istiqomah agar Husnul Khatimah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Juli 2023 22:26 10:26 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Juli 2023 22:25
Bagikan
Bagikan

Dengan semangat hijrah, mari khita akhiri segala kebiasaan buruk, termasuk yang sia-sia dan tidak berguna, agar akhir hidup kita husnul khatimah

Hidayatullah.com | TIDAK terasa kita kembali menyambut Tahun Baru Hijriyah. Kali ini Tahun Baru 1445 H.

Artinya, setahun usia kita kembali berkurang. Entah tinggal tersisa berapa lama lagi.

Esok atau lusa bisa saja ajal datang menjelang. Kematian pun segera menghampiri.

Terkait kematian, ada orang meninggal dalam keadaan taat kepada Allah SWT. Meninggal saat shalat berjamaah di masjid, saat membaca al-Quran, saat berzikir atau bertobat kepada Allah SWT, saat menghadiri majelis ilmu atau mengajarkan ilmu, saat berdakwah atau berjihad di jalan Allah SWT, dll.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Jika Bumi Menutup Semua Pintu, Ketuklah Pintu Langit!
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam

Sebaliknya, banyak orang mati dalam keadaan maksiat kepada Allah SWT. Mati di tempat dugem, di meja judi atau di tempat pelacuran. Mati saat mabuk-mabukkan atau mati karena narkoba.

Mati saat menikmati uang hasil korupsi, suap-menyuap atau riba. Mati dalam keadaaan memamerkan aurat.

Mati dalam keadaan menyakiti orangtua, mengabaikan hak-hak suami/istri atau menzalimi orang lain; dll.

Banyak pula yang mati dalam keadaan menunda-nunda bahkan meninggalkan shalat, lalai dari zikir mengingat Allah SWT, jarang sekali membaca al-Quran, dll.

Semua bergantung pada kebiasaan masing-masing saat hidup. Demikian sebagaimana dinyatakan oleh Imam Ibnu Katsir dan Imam as-Sa’adi serta ulama lainnya rahimahumulLaah:

أنه من عاش على شيئ فمات عليه

“Sungguh siapa saja yang hidup di atas suatu kebiasaan tertentu, ia pun akan diwafatkan di atas kebiasaan tersebut.” (Ibnu Katsir, Tafsiir al-Qur’aan al-’Azhiim, 2/101).

Alhasil, kita boleh saja berharap mati dalam keadaan husnul khaatimah. Namun, pada akhirnya, kita akan mati sesuai dengan kebiasaan kita saat hidup.

Apakah saat hidup kita biasa taat kepada Allah SWT? Ataukah saat hidup kita biasa berbuat dosa dan bermaksiat kepada-Nya?

Di sinilah pentingnya kita berhijrah, yakni meninggalkan segala kebiasaan buruk, yang mendatangkan dosa. Dalam bahasa Baginda Nabi Muhammad ﷺ dikatakan:

المهاجر من هجر ما نهى الله عنه

“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa saja yang Allah larang.” (HR al-Bukhari).

Lalu mulailah kita memperbanyak kebiasaan yang baik, yang mendatangkan pahala. Apa itu? Tidak lain semua kebiasaan yang bermuara pada ketaatan kepada Allah SWT.

Tentang taat kepada Allah SWT, Malik bin Dinar  rahimahulLaah berkata:

إتخذ طاعة الله تجارة تأتيك الأرباح من غير بضاعة

“Jadikanlah ketaatan kepada Allah sebagai ‘perniagaan [bisnis]’  yang mendatangkan laba [keuntungan] tanpa [harus menjual] barang dagangan).” (Ibnu Hibban, Rawdhah al-’Uqalaa, hlm. 63).

Laba/keuntungan dari “bisnis” dalam bentuk ketaatan kepada Allah SWT ini tidak lain berupa surga yang luasnya seluas langit dan bumi (lihat: QS Ali Imran [3]: 133).

“Bisnis” dalam bentuk ketaatan kepada Allah SWT inilah yang merupakan “bisnis” yang tidak akan pernah merugi sekaligus bakal menyelamatkan pelakunya dari azab yang pedih di akhirat (Lihat: QS: ash-Shaff [61]: 10).

Saat seorang Muslim menjadikan taat kepada Allah SWT sebagai kebiasaan baiknya, ia tak akan disibukkan dengan maksiat. Kalaupun dia—sebagai manusia—tak lepas dari dosa, ia selalu berusaha untuk banyak bertobat.

Seorang Muslim jangan pernah menunda-nunda taubat. Maka dari itu, banyak bertobat pun menjadi salah satu kebiasaan baiknya.

Dalam hal ini, tentu benar apa yang dinyatakan oleh Imam Ibnu Rajab rahimahulLaah:

 تأخير التوبة في حال الشباب قبيح، ففي حال المشيب أقبح و اقبح

“Menunda-nunda tobat saat usia muda itu sangat buruk.  Jauh lebih buruk lagi menunda-nunda tobat saat usia sudah tua.” (Ibnu Rajab, Lathaa’if al-Ma’aarif, 737).

Tobat adalah salah satu dari upaya menyadari banyaknya kekurangan diri; merasa diri banyak dosa. Hal ini tentu amat penting agar setiap hari seorang Muslim berupaya memperbaiki diri.

Jangan sampai seperti kata Imam Ibnu al-Mubarak rahimahulLaah, “Di antara musibah terbesar bagi seseorang adalah dia tahu kekurangan (aib) dirinya, lalu dia tidak peduli dan tidak bersedih atas kekurangan (aib) dirinya tersebut.” (Al-Baihaqi, Syu’ab al-Iimaan, hlm. 867).

Banyak orang sadar atas kekurangan (aib) dirinya, tetapi tidak melakukan apa-apa untuk mengubah keadaannya. Sadar banyak dosa, tetapi tidak segera bertobat.

Sadar memiliki sedikit pahala, tetapi tidak segera melakukan ragam amal shalih. Inilah di antara musibah terbesar yang menimpa seseorang.

Dengan demikian yang diperlukan seseorang bukan sekadar menyadari segala kekurangan (aib) dirinya, tetapi usahanya untuk memperbaiki diri dengan cara: meninggalkan ragam dosa dan maksiat, memperbanyak amal shalih,  disertai dengan terus meningkatkan pemahaman agamanya (tafaqquh fii ad-diin).

Penting juga untuk memiliki kebiasan baik lainnya, yakni: tidak menunda-nunda dalam melakukan amal kebaikan. Demikian sebagaimana dikatakan oleh Khalid bin Ma’dan rahimahulLaah, “Saat pintu kebaikan telah terbuka di hadapan salah seorang di antara kalian, segera masuki, karena dia tidak tahu kapan pintu kebaikan tersebut tertutup kembali.” (Adz-Dzahabi, Siyar A’laam an-Nubalaa’, 4/540).

Karena itu jangan sekali-kali menunda-nunda beramal shalih karena merasa masih banyak  kesempatan. Kesempatan itu bisa berupa waktu luang, masa muda, kesehatan, kecukupan harta, dll.

Semua kesempatan itu bisa saja sewaktu-waktu hilang dan tak akan kembali lagi. Saat demikian kesempatan untuk beramal shalih berkurang bahkan mungkin hilang sama sekali.

Maka dari itu, penting untuk mengingat salah satu pesan Rasulullah ﷺ;

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ : شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ وَ صِحَّتَكَ قَبْلَ سَقَمِكَ وَ غِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ وَ فَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ وَ حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa muda (kekuatan)-mu sebelum datang masa tua (kelemahan)-mu; masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu; masa kaya (kecukupan)-mu sebelum datang masa kefakiran (kekurangan)-mu; waktu lapangmu sebelum datang masa sempitmu.” (Al-Mundziri, At-Targhiib wa at-Tarhiib, 2/203).

Sebaliknya, segera akhiri segala kebiasaan buruk, termasuk yang sia-sia (tak berguna). Dalam hal ini, kita harus selalu menyadari bahwa, “Di antara tanda Allah berpaling dari hamba-Nya adalah Dia menjadikan dirinya sibuk dalam hal-hal yang tak berguna (sia-sia).” (Ibnu Abdil Barr, At-Tamhiid, hlm. 200).

Hal-hal yang tak berguna (sia-sia) adalah semua perkara yang tidak mendatangkan manfaat di dunia dan pahala di akhirat.

Alhasil, agar Allah SWT tidak berpaling dari diri kita, semua kesia-siaan itu, juga semua perkara yang di dalamnya mengandung unsur dosa dan kemaksiatan, harus benar-benar kita tinggalkan. Sekarang juga. Tanpa menunda-nunda. Itulah hijrah.

Selamat Tahun Baru Hijriyah 1445 H

Mari kita berhijrah, dari maksiat menuju taat. Mari kita beristiqamah di dalamnya.

Semoga ketaatan kepada Allah SWT menjadi kesibukan dan  kebiasaan kita hingga akhir hayat; hingga kita diwafatkan dalam keadaan husnul khaatimah. Aamiin.*/ Arief B. Iskandar, khadim Ma’had Darun Nahdhah al-Islamiyah Bogor

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinehijrahhijriyahhusnul khatimahmuharramPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MA Arab Saudi 1 Muharram 1445 H Bertepatan dengan Rabu 19 Juli 2023
Tulisan selanjutnya Mahkamah Agung Keluarkan Edaran Melarang Hakim Mencatatkan Pernikahan Beda Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’

Berita
13 Oktober 2026 13:01
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi

29 September 2026 08:30
Kajian

Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah

15 September 2026 13:13
Kajian

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat

22 Agustus 2026 11:43
Kajian

Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol

22 Agustus 2026 10:58
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?