Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Rahasia Cinta di Balik Sungut Nyamuk

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Mei 2010 19:53
Bagikan
Bagikan

TAK sedikit manusia yang menggerutu akibat ulah nyamuk nakal. Di malam dan siang hari, kadang mereka merasa terganggu dengan kedatangan hewan mungil ini. Selain meminta ‘sumbangan darah’, nyamuk kerap kali turut berperan dalam penyebaran berbagai penyakit. Beberapa contoh penyakit yang diperantarai nyamuk pembawa kuman dan virus ini adalah demam berdarah dan kaki gajah (filariasis). Bahkan, tak jarang penderita penyakit tersebut berujung tragis: kematian.

Di balik ‘kenakalan’ nyamuk tersebut, pernahkah terbersit di pikiran kita bagaimana mereka mengetahui keberadaan manusia atau makhluk hidup lainnya untuk kemudian dihisap darahnya? Baru-baru ini para ilmuwan dari Universitas California, Davis, berhasil menguak teka-teki tersebut. Mereka telah menemukan aroma khusus pada manusia dan burung yang dapat merangsang kehadiran nyamuk Culex. Bau tersebut berasal dari senyawa kimia yang disebut nonanal. Bahan ini termasuk semiochemical kuat, yakni zat atau campuran bahan kimia yang dapat membawa pesan. Aroma khas nonanal dapat ‘mengundang’ Culex dan menuntunnya menemukan sumber darah.

“Nonanal adalah cara bagaimana mereka menemukan kita” kata Walter Leal, profesor ahli serangga. “Sungut Culex quinquefasciatus dirancang sangat canggih untuk mengenali nonanal, meskipun dalam kadar yang teramat sangat rendah sekali pun”. Culex mengenal bau tersebut melalui saraf penerima bau yang terletak pada sungutnya.

Para peneliti menguji ratusan senyawa alami yang dipancarkan oleh manusia dan burung. Mereka mengumpulkan senyawa kimia beraroma dari 16 orang dewasa yang mewakili beragam ras dan kelompok etnis. “Kami kemudian mengukur kekhususan (spesifisitas) dan kepekaan (sensitivitas) saraf penerima bau ke senyawa yang telah dikumpulkan tersebut pada sungut nyamuk” jelas Syed Zain, yang juga ikut menguak misteri ini.

Leal dan Syed berpendapat bahwa nonanal yang mereka temukan tersebut bekerja saling menguatkan dengan karbon dioksida. Gas karbon dioksida ini sudah lama dikenal sebagai zat penarik kedatangan (atraktan) nyamuk. “Kami memberi umpan perangkap nyamuk berupa campuran nonanal dan karbon dioksida. Kami dapat menarik kedatangan sebanyak 2.000 nyamuk dalam satu malam di Yolo, daerah dekat Davis”, ungkap Syed. “Nonanal yang dicampur karbon dioksida dapat meningkatkan hasil tangkapan lebih dari 50 persen bila dibandingkan dengan perangkap berumpankan karbon dioksida saja”, imbuhnya.

Baca Juga

Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?

Sungguh, di balik fenomena tersebut sebenarnya ada pelajaran yang dapat kita ambil. Betapa tidak, nyamuk dapat menemukan makanannya hanya dengan perangkat sungut berwujud mungil namun memiliki teknologi canggih. Lalu, siapakah yang menciptakan ini semua?

Tentu, Allah lah yang membuat keajaiban ini. Allah yang maha Pemurah menciptakan sedemikian rupa sungut nyamuk sehingga peka terhadap bau tertentu. Pun, Dia menyediakan bantuan terbaik berupa aroma nonanal yang menyebar dari sumber makanan yang diperlukan nyamuk. Dengan aroma itu, Allah menunjukkan sumber rizki nyamuk sehingga dapat bertahan hidup. Inilah salah satu bukti kebijaksanaan Allah yang tak kan pernah berhenti memberi rizki kepada semua makhluk-Nya. Baik besar maupun kecil, terlihat mata maupun tidak, tetaplah Allah yang memberikan karunia penghidupan mereka sebagaimana firman-Nya dalam Al Qur’an: Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS Al Ankabuut 29: 60).

 

Gambar: http://en.wikipedia.org

*) Penulis adalah Asisten Dosen Metabolisme di Departemen Biokimia, FMIPA, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor

 

Referensi:

University of California – Davis (2009). Dominant Chemical That Attracts Mosquitoes To Humans Identified. ScienceDaily.Com, Dec 30, 2009. (http://www.sciencedaily.com /releases/2009/10/091026172056.htm, terkunjungi pada 20 Februari 2010).

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cintaold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gara-gara Gunung Eyjafjallajokull
Tulisan selanjutnya Wapres Batal Tinjau Persiapan Haji di Makkah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli

8 April 2026 10:00
Hikmah

Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

4 April 2026 18:18
HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?