Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

73 Tahun RI; Mengenang Presiden yang Terlupakan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2018 16:51 4:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Agustus 2018 16:51
Bagikan
Sjafruddin Prawiranegara (tengah, berpakaian hitam)
Bagikan

PAGI hari, 19 Desember 1948, mentari di langit kota pelajar tertutup oleh rangkaian pesawat tempur Belanda. Bom – bom yang dijatuhkan dari udara meluluhlantakkan kota Yogyakarta. Serangan tersebut kemudian dikenal dengan AgresiMiliter II Belanda yang bertujuan menghilangkan eksistensi Indonesia yang baru merdeka dan menculik para pemimpin negara.

“Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja atas Ibu-Kota Jogyakarta. Djika dalam keadaan Pemerintah tidak dapat mendjalankan kewadjibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra”demikian pesan telegram yang dikirimkan oleh dwi-tunggal Soekarno-Hatta.

Sadar bahwa kondisi ibu kota dan pemerintahannya dalam bahaya, Soekarno-Hatta meminta agar Sjafruddin Prawiranegara membuat pemerintahan darurat di Sumatera Barat, agar keberadaan Negara Indonesia tetap dipandang ada di mata internasional.

Sayangnya, telegram dari dua pimpinan tertinggi di negri ini tak sampai ke tujuan karena sulitnya komunikasi saat itu, di tempat lain, Sjafruddin dengan harap-harap cemas menunggu kabar dan komando dari Yogyakarta,tak kunjung mendapat kabar. Ia lalu mengumpulkan para pejabat Negara yang hadir pada saat itu untuk melakukan rapat.

Mantan anggota Badan Pekerja  KNIP (1945) ini mengusulkan agar dibentuk semacam pemerintahan darurat, gubernur Sumatera Utara TM Hassan menyetujui usulan tersebut karena syarat diakui sebagai sebuah Negara harus ada pemerintahan.

Baca Juga

Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Sjafruddin Prawiranegara (memegang mik)/milenia

Pada 22 Desember 1948 Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) didirikan dengan Sjafruddin menjadi pemimpinnya, dibantu TM Hasan sebagai wakil dan beberapa tokoh lain, serta Jenderal Besar Soedirman tetap menjadi panglima perang.

Baca: Menapak Jejak Presiden RI Sjafruddin

Sjafruddin sendiri lebih memilih julukan yang tepat adalah ketua, bukan presiden atau semacamnya yang biasa disematkan sebagai pemimpin Negara.

Ketika PDRI usai diproklamirkan, seorang pemuda menyambangi Sjafruddin untuk bertanya tentang kondisi Negara.

“Jadi, Pak Sjaf yang akan menggantikan posisi Bung Karno?”

“tidak persis dibilang seperti itu, saya hanya Ketua PDRI, bukan Presiden PDRI”jawab Sjafruddin.

Baca: Pemerintah Isyaratkan Gelar Pahlawan Syafrudin Prawiranegara …

Pemuda tersebut termenung mendengar jawaban dari Sjafruddin, rasa penasarannya semakin bertambah. “Bapak punya beberapa menteri serta Panglima Perang di bawah komando bapak?”pemuda itu bertanya kembali.

“iya betul, apa tujuanmu bertanya seperti ini?”pungkas Sjafruddin.

“maaf pak”pemuda tersebut menimpali, “kalau memang kondisinya seperti itu, bapak sekarang adalah seorang, Presiden Sjafruddin Prawiranegara”.

Baca: Perjuangan Tokoh Masyumi Natsir Hadirkan NKRI 

Percakapan antara Sjafruddin dan pemuda tersebut dikisahkan dalam buku“Presiden Prawiranegara : Kisah 207 Hari Sjafruddin Prawiranegara Memimpin  Indonesia” karya Nasery Basral.

Setelah PDRI diproklamirkan, Sjafruddin beserta anggota kabinetnya sering berpindah-pindah tempat hingga sampai bermalam di hutan rimba demi menghindari kejaran tentara Belanda.

Mereka kini menjadi musuh nomor wahid yang paling dicari-cari.         

Berdirinya PDRI merupakan sinyal kepada dunia Internasional bahwa Negara Indonesia masih ada dan member pesan kepada penjajah Belanda bahwa perjuangan rakyat Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaannya tidak pernah padam. Didukung oleh Jenderal Besar Soedirman, PDRI menjadi symbol eksistensi bangsa Indonesia.

Perjuangan Sjafruddin bersama tokoh-tokoh lain di PDRI membuahkan hasil, Belanda tak kunjung berhasil menumpas PDRI. Di sisi lain, mereka mendapat kecaman dari dunia internasional karena melakukan agresi militer kepada Negara yang sudah berdaulat.

14 April 1949, pemerintah Indonesia dan Belanda mengadakan Perundingan Roem-Royen, perundingan ini menandai berakhirnya perjuangan PDRI. 13 Juli 1949 Sjafruddin Prawiranegara menyerahkan kembali mandate kepemimpinan kepada Soekarno-Hatta. Beberapa bulan kemudian, Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia secara utuh.

Jejak dan sumbangsih mantan Wakil Perdana Menteri, Menteri Keuangan, dan Menteri Kemakmuran tahun 1946 ini dalam mempertahankan kemerdekaaan Indonesia sangatlah penting. Mantan tokoh Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia)  bisa dikatakan sebagai salah satu penyelamat Negara. Ironisnya perjuangan Sjafruddin seolah-olah terlupakan oleh sejarah, padahal perannya layak dicatat dalam tinta emas sejarah sebagai salah satu tahap mempertahankan kemerdekaan bangsa kita.*/Arya Jagad Pamungkas

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AgresiMiliter IIBelandakemerdekaanMajelis Syuro Muslimin IndonesiaPartai MasyumiPDRIPemerintah Darurat Republik IndonesiapenjajahpresidenSjafruddin Prawiranegara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HUT RI ke-73, Berharap Kemerdekaan yang Seutuhnya
Tulisan selanjutnya Korban Gempa NTB Peringati HUT RI di Pengungsian

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama

8 Mei 2026 08:59
Sejarah

KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

6 Mei 2026 08:34
Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?