Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Sudut Pandang: Freezing Point atau Tipping Point

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Oktober 2012 12:10 12:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Oktober 2012 12:10
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

SUDAH sekitar 10 tahun saya tidak menelusuri pulau Jawa melalui jalan darat, baru melakukannya lagi sejak beberapa hari lalu bersama rombongan Tour de Keboen. Hal yang luar biasa saya jumpai adalah jarak tempuh perjalanan darat di Jawa. Dulu biasa nyetir sendiri Jakarta – Semarang dalam tempo 8 jam, kini jarak tempuh itu – bahkan diluar hari raya, sampai 14 jam. Kemacetan lalu lintas yang bukan hanya di kota besar tetapi sudah merembet ke hampir seluruh Jawa bisa menjadi Freezing Point atau titik beku kemakmuran di negeri ini.

Titik beku adalah menggambarkan situasi di mana tidak ada gerakan atau perubahan, semuanya stuck tidak bergerak. Ketika barang dan orang lambat bergerak, perputaran ekonomi melambat di tengah biaya yang terus meningkat. Biaya bahan bakar dan unit waktu untuk setiap pekerjaan meningkat secara luar biasa – disitulah kebekuan kemakmuran terjadi.

Masyarakat yang setiap hari mengalami kemacetan di kota-kota besar seperti Jakarta, dan juga masyarakat yang sehari-hari melalui jalan-jalan di Jawa khususnya pantura – mereka sudah menjadi kebal dengan kemacetan ini sehingga tidak lagi merasakan keanehan dalam rutinitas problem besar transportasi ini.

Lantas apa hubungannya kemacetan ini dengan kebekuan kemakmuran? Karena ongkos produksi dan transportasi meningkat, masyarakat membayar setiap barang yang dibutuhkannya lebih mahal dari yang seharusnya. Penghasilan rata-rata masyarakat menurun – relative terhadap daya beli, dan inilah dugaan saya yang menjadi salah satu penyebab dari proses pemiskinan di Jawa.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Untuk sektor transportasi, saya melihat di seluruh jawa baik itu di kota-kota besarnya maupun perjalanan antar kotanya, masih menjadi unsur yang membekukan kemakmuran. Bila tidak bisa diatasi proses pembekuan ini akan berlangsung terus dan semakin lama rakyat akan semakin miskin.

Transportasi sebenarnya bisa berfungsi sebaliknya, bukan membekukan kemakmuran tetapi bisa menjadi tipping point kemakmuran atau titik didih kemakmuran – suau kondisi dimana tiba-tiba bermunculan masyarakat yang makmur dari peluang-peluang baru yang timbul karena lancarnya transportasi.

Di China misalnya, ekonominya terpacu dengan cepat karena mereka juga memiliki jalur kereta cepat terpanjang di dunia. Untuk kereta cepat yang didefinisikan sebagai kereta yang mampu menempuh perjalanan rata-rata di atas 200 km/jam, kini China memiliki jalur sepanjang 6.800 KM dan akan menjadi 18.000 KM dalam tiga tahun mendatang. Bahkan projek penambahan jalur kereta cepat ini saja di China menjadi stimulus ekonomi tersendiri di tengah krisis ekonomi yang menghantui negeri-negeri pesaingnya.

Kita sebenarnya juga dapat melakukan hal yang sama, tidak usah muluk-muluk misalnya mulai dari Jakarta yang gubernur-nya baru. Bila dia bisa mewujudkan transportasi massal yang murah, aman dan nyaman – maka sektor transportasi bisa menjadi pemicu tipping point kemakmuran di Jakarta. Pegawai tidak lagi perlu memaksakan membeli dan mencicil mobil, kelebihan pendapatannya bisa diinvestasikan secara produktif.

Hal yang sama bisa dilakukan di Jawa, bila Perusahaan Kereta Api Indonesia bisa secepatnya membangun jalur-jalur ganda kereta Api di seluruh Jawa – maka barang dan orang bisa bergerak jauh lebih cepat, tepat waktu dan aman. Biaya produksi barang turun, masyarakat akan membayar barang lebih rendah. Kelebihan penghasilannya bisa untuk lagi-lagi investasi di sector riil yang produktif.

Tetapi bagaimana bila gubernur Jakarta yang diharapkan banyak pihak untuk mampu berbuat ini ternyata juga tidak bisa berbuat banyak mengatasi kemacetan yang semakin dasyat ? Bagaimana bila PT KAI tidak juga mampu segera membangun jalur-jalur ganda di tengah transportasi darat yang semakin lumpuh?

Rakyat seperti kita-kita insyaallah masih bisa berbuat sesuatu. Ilhamnya adalah ayat-ayat berikut:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْراً

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan…” (QS alam-Nasyrah [94] : 5-6)

Di tengah kesulitan transportasi yang mungkin tidak teratasi dengan baik oleh pihak-pihak yang berkompeten, masyarakat yang bisa memberi solusi akan memiliki peluang tersendiri. Project O-JEX yang development-nya masih saya lombakan di situs ini misalnya, bisa menjadi peluang Anda untuk menemukan kemudahan yang hadir bersama kesulitan itu.

Kemudian tidak berhenti di sini, diilhami pula oleh ayat berikutnya:

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ

“Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (QS alam Nasyrah [94]:7), rakyat seperti kita dapat terus berbuat mengatasi masalah demi masalah, menghadirkan kemudahan demi kemudahan.

Jadi ekonomi akan terus membeku dalam kemiskinan atau mendidih menyebarkan kemakmuran, itu tidak hanya tergantung pada para pemimpin dan pemegang otoritas negeri ini : mereka harus segera berbuat sesuai tanggung jawabnya, tetapi pada saat bersamaan kita juga bisa berbuat sesuai kapasitas kita. InsyaAllah!

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umar bin Abdul Aziz: Umara yang Ulama
Tulisan selanjutnya Menikalah dengan Orang yang Bertakwa!

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Berita
4 Juni 2026 14:01
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?