Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Hanya Kecam via Twitter, SBY Dinilai Tidak Tegas

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 November 2013 09:03 9:03 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 November 2013 09:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Semakin terkuak informasi aksi penyadapan dilakukan Pemerintah Australia terhadap sejumlah pejabat Indonesia termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Atas aksi sepihak itu, SBY “hanya” melontarkan kecaman lewat situs jejaring sosial.

Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet menyebutkan penyadapan, apalagi menyangkut kepala negara dan pejabat pejabat teras sebuah negara, itu jelas-jelas melanggar konvensi internasional.

“Jadi Indonesia seharusnya bisa tegas. Bukan membuat pernyataan meminta penjelasan, ngapain minta penjelasan di twitter,” cetus Ratna Sarumpaet dalam perbincangan dengan hidayatullah.com, Selasa (19/11/2013). .

Ratna mengungkapkan, sebenarnya bangsa ini sudah menjadi jajahan asing sejak lama. Waktu kita dijajah Belanda, kata dia, apapun mereka tahu tentang kita. Indonesia sekarang dijajah oleh kapitalis global.

“Jangan jangan mereka punya kepentingan yang lain. Sebenarnya, apalagi yang mau kita sembunyikan,” imbuhnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Kerugian negara, terang muallaf ini, bukan semata mata bocornya dokumen intelijen, sebab rahasia negara adalah kekayaan bangsa ini. Ini yang menurutnya harus dijaga baik baik dan tidak seperti yang dilakukan rezim hari ini dan rezim sebelumnya.

“Kalau Anda melihat undang-undang investasi asing misalnya, itu gila. Di situ migas kita sudah lebih dari 70 persen dikuasai asing. Belum lagi yang lain seperti kelautan. Kita ini kayak orang jual badan sudah telanjang bulat,” tandasnya geram.

Sementara itu, melalui situs jejaring sosial twitter, Presiden SBY angkat bicara atas dugaan penyadapan tersebut. Menurut dia, tindakan itu telah mencederai hubungan strategis dengan Indonesia, sebagai sesama negara demokrasi. Pemerintah melancarkan protes dan meminta penjelasan Australia atas tindakan spionase tersebut.

SBY menjelaskan, pemerintah RI telah melakukan langkah tegas, seperti menarik Duta Besar RI untuk Australia dan meninjau kembali sejumlah agenda kerjasama bilateral atas tindakan Australia yang SBY sebut menyakitkan.

“Indonesia juga minta Australia berikan jawaban yang resmi dan bisa dipahami masyarakat luas atas penyadapan terhadap Indonesia. *SBY*,” kicau SBY lewat akun twitter resmi, @SBYudhoyono, Senin 18 November malam.

Sebelumnya, Ratna Sarumpaet Crisis Centre ini juga menyebut pemerintah munafik karena tidak bisa tegas dengan sikap Australia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AmerikaAustraliaintelijenpenyadapan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Agar Tidak Menjadi Negeri yang Buruk
Tulisan selanjutnya Minggu Depan, Ribuan Massa di Padang Aksi Tolak Siloam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?