Hidayatullah.com-Musyawarah bersama Forum Masyarakat Minangkabau Tolak Siloam memutuskan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran pada hari Kamis (28/11/2013) minggu depan ke DPRD Padang.
Aksi ini sekaitan keputusan DPRD Padang melalui voting yang menyetujui investasi Superblock RS Siloam Lippo Group di kota Padang, Sumatra Barat.
“Aksi rencananya akan diawali long march dari Masjid Nurul Iman yang merupakan posko Sekber Forum Masyarakat Minangkabau Tolak Siloam menuju kantor DPRD Padang, guna mendesak DPRD setempat mencabut perda tersebut dan melarang James T Riady untuk berinvestasi di ranah Minang,” ujar Koordinator aksi tolak Superblock RS. Siloam, Yudilfan Habib dalam rapat bersama di Masjid Nurul Iman, Senin (18/11/2013) kemarin.
Ia menjelaskan, masyarakat Minangkabau sangat serius untuk merapatkan barisan menolak pembangunan Superblock RS Siloam. Saat ini saja sudah terdata lebih dari 2.000 massa siap turun aksi menolak Siloam.
Jumlah ini diperkirakan terus bertambah ribuan orang hingga hari H nanti.
Sementara itu, Ketua MUI Sumbar Bidang Fatwa, Buya Gusrizal Gazahar mengatakan, keputusan aksi memang sudah ditetapkan pada tanggal 28 November. Namun seluruh ormas masih terus mengkonsolidasikan estimasi massa hingga nantinya jumlah massa yang aksi mencapai target diatas 100 orang.
Tidak hanya di Padang, di kota Jakarta dan beberapa kota lainnya yang ada perantau Minang, juga akan dilaksanakan aksi serentak pada 28 November itu.
Buya Gusrizal menghimbau agar dalam aksi nanti, tetap berlangsung damai dan tidak anarkis, karena itu hanya akan merugikan perjuangan umat Islam sendiri.
Pada hari itu saja, jumlah massa yang sudah tercatat dalam pertemuan di Sekber Forum Masyarakat Minangkabau Tolak Siloam telah mencapai sekitar 2.428 orang. Terdiri dari HTI (500 orang), Libas (50 orang), MMI (200 orang), KAMMI (200 orang), Unand (100 orang), IAIN (200 orang), MDI (50 orang), Kelompok Pesilat Padang (50 orang), FPI (500 orang), Persatuan Tarbiyah Islamiyah Sumbar (100 orang), Paga Nagari (200 orang), Jamaah (50 orang), Forwana (100 orang), MTKAAM 50 orang) dan STPIQ (75 orang). Sedangkan, PKS direncanakan juga akan menurunkan massanya dalam aksi tersebut.*