Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Apa Yang Dikerjakan Mahmoud Abbas untuk Al-Quds?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Agustus 2017 16:10 4:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Agustus 2017 10:17
Bagikan
Mahmoud Abbas bersalaman dengan PM Israel, Banyamin Netanyahu
Bagikan

Oleh: Ramona Wadi

 

DALAM sebuah pidato terakhirnya pada Sabtu malam, Presiden Otoritas Palestina (OP) pilihan Barat dan Israel, Mahmoud Abbas memunculkan cerita-cerita mengenai Al-Quds yang terjajah (Jerusalem), berawal dari mobilisasi kolektif rakyat Palestina melawan kedzaliman Israel terhadap Masjid Al-Aqsha.

Kata-kata palsunya, berpura-pura merayakan perlawanan rakyat Palestina, menggambarkan faksi politik yang memimpin di antara dua faksi yang berbeda. Seiring dengan semakin luas retorikanya dalam nostalgia, kekuatan politik OP semakin berkurang.

Belakangan ini, Abbas menyuarakan perlawanan Palestina terkait Al-Aqsha, dalam upayanya memproyeksikan OP sebagai sebuah kesatuan yang “mendengarkan rakyat”.

Baca Juga

Bagaimana Pakta Pertahanan Mekkah Bisa Mengubah Peta Ekonomi Timur Tengah?
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital

Baca: Israel Sebut Mahmoud Abbas Pernah Jadi Mata Soviet

Hanya melalui simbolisme saja Abbas dapat membuat klaim itu. Setelah berbulan-bulan agresi Israel atas Al-Quds sejak awal masa kepresidenan Trump, pemimpin OP itu hanya menyatakan satu kemenangan dan langsung muncul untuk mengklaim telah berpartisipasi.

“Kita harus mempertahankan kemenangan yang diraih di Jerusalem untuk meraih kemenangan lain atau untuk mengambil langkah ke depan lainnya,” kata Abbas dalam laporan oleh kantor berita Ma’an. Dia juga mengelu-elukan Jerusalem sebagai “Ibu Kota abadi negara Palestina dan tidak ada yang lain.”

Kedua pernyataan itu menyiratkan sebuah kesatuan politik (yang tidak ada) antara kepemimpinan dan rakyat. Perlawanan yang diwujudkan oleh rakyat Palestina di Al-Aqsha merupakan sebuah babak dalam sejarah Palestina yang memiliki cukup jasa untuk berdiri sendiri, khususnya setelah kesulitan-kesulitan dalam mengorganisir perjuangan ketika Intifada Jerusalem.

Klaim Abbas yang telah mengambil peran dalam kemenangan ini dianggap melebihi definisi dari oportunisme. Itu hanya melalui penangguhan koordinasi keamanan dengan Israel, yang masih menghasilkan laporan-laporan berbeda mengenai tingkat penangguhan koordinasi itu, sehingga Abbas dapat mengklaim partisipasi OP dan berupaya memanfaatkan retorika mengenai faksi politik Palestina lain.

Kenyataannya ialah bahwa kewajiban kerja sama keamanan merupakan satu-satunya yang OP tanggung dan keputusan untuk menghentikan kesepakatan secara sementara tidak mencerminkan klaim Abbas bahwa kepemimpinannya “mendengarkan permintaan rakyat Al-Quds dan akan terus melakukan itu”.

Mendengarkan tidaklah bertentangan dengan politik OP; sebaliknya, hal ini diilhami dengan banyaknya masukan yang menghasilkan sikap pasif.

Dari Sa’eb Erekat yang memberikan Israel “Jerusalem terhebat” dalam sejarah, hingga pujian Abbas pada Trump setelah sejumlah pernyataan mengenai kemungkinan relokasi kedutaan besar AS dari Tel Aviv ke Al-Quds, narasi-narasi yang dapat OP munculkan hanyalah simbolis, mudah dan kosongnya kepemilikan, meskipun terdapat upaya-upaya untuk memproyeksikan sebaliknya.

Menghentikan kerja sama keamanan terkait Al-Aqsha  harus mengingatkan pada masa-masa ketika kerja sama keamanan seharusnya telah dihentikan, namun OP lebih memilih implementasinya untuk menghapus perlawanan rakyat Palestina terhadap penjajahan militer Israel.

Baca: Muhammadiyah Mengapa ke Fatah, Bukan Rakyat Palestina

Melanjutkan nada yang sama, terdapat perbedaan antara menyatakan Jerusalem sebagai ibukota abadi negara Palestina dan bekerja untuk merealisasikan hal itu.

Kegagalan dalam memprioritaskan pembebasan rakyat Palestina dari kolonialisme juga merupakan kegagalan mengamankan Al-Quds.

OP didirikan berdasarkan pengakuan dan kolaborasi. Memang, negara Palestina yang independen dan layak yang didiktekan oleh masyarakat internasional dan didukung oleh Abbas merupakan manifestasi keberadaan OP; yang bertahan hanya sebagai bagian dari proyek kolonial.

OP tidak melakukan apapun untuk melindungi Al-Quds, tidak peduli bagaimanapun upaya Abbas mencoba menyalahpahamkan; rakyat Palestinalah yang seharusnya mendapat penghargaan dan layak dihargai.*

Kolumnis di Middle East Monitor (MeMO)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QudsjerusalemMahmoud AbbasOPOtoritas Palestinapalestinapenjajah IsraelZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sikap “Pro-Nasional” dan “Anti-Islam” Warisan Penjajah Belanda?
Tulisan selanjutnya 40 Milisi Syiah Tewas Dekat Perbatasan Iraq-Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Berita
19 Oktober 2026 12:57
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
Analisis

Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas

19 Oktober 2024 15:22
Analisis

NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

2 April 2024 21:00
Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?