Hidayatullah.com – Kesepakatan pertahanan bersama yang pekan lalu ditandatangani tiga negara Muslim — Turki, Arab Saudi dan Pakistan — tidak hanya menandanakan terbentuknya aliansi keamanan baru yang kuat. Namun juga kemitraan multidimensi yang membuka peluang ekonomi dan investasi baru di wilayah Timur Tengah, menurut para analis.
Ketiga negara tersebut—yang telah memiliki hubungan pertahanan yang erat—menandatangani kesepakatan itu pada hari Jumat di kota suci Makkah. Perjanjian tersebut menetapkan bahwa serangan bersenjata terhadap salah satu pihak penandatangan akan dianggap sebagai serangan terhadap seluruh pihak.
Meskipun “Pakta Pertahanan Bersama Mekkah” ini bertujuan untuk memperkuat daya perlindungan kolektif terhadap segala bentuk agresi, kesepakatan tersebut tidak hanya dipandang sebagai komitmen pertahanan bersama, melainkan juga sebagai langkah yang semakin mempererat hubungan antara Ankara, Riyadh, dan Islamabad.
Sebelum aliansi itu dibentuk, Turki sudah terlebih dahulu mengembangkan kerja sama pertahanan dengan kedua negara. Pada tahun 2023, Riyadh sepakat untuk membeli pesawat nirawak (drone) buatan Turki dalam kesepakatan yang disebut Ankara sebagai kontrak ekspor pertahanan terbesarnya.
Begitu pula dengan Turki dan Pakistan. Keduanya telah memperluas kerja sama pertahanan melalui proyek angkatan laut, pelatihan militer, dan program bersama lainnya. Pada tahun 2018, kedua negara meluncurkan proyek MILGEM yang mencakup pengadaan empat kapal korvet untuk Angkatan Laut Pakistan; dua di antaranya, yang diproduksi di Turki, telah resmi beroperasi.
Di saat yang sama, Pakta Mekkah ini dinilai memiliki potensi besar, tidak hanya di bidang keamanan tetapi juga dalam sektor ekonomi, energi, dan perdagangan.
Konflik yang sedang berlangsung antara AS dan Iran—yang telah mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz yang strategis—serta tekanan terkini di Laut Merah memperbesar kebutuhan akan jalur energi alternatif, dan Turki telah memosisikan dirinya sebagai alternatif.
Selain mendorong perluasan jaringan pipa vital yang terhubung dengan Irak di wilayah selatan, Ankara juga menyatakan dapat berperan sebagai pusat (hub) regional, berkat berbagai kontrak serta kemitraan minyak dan gas yang terus berkembang di berbagai wilayah.
‘Keuntungan ekonomi’
“Kesepakatan pertahanan yang ditandatangani di sini sebenarnya lebih dari sekadar kesepakatan pertahanan; ini adalah kesepakatan yang akan memberikan keuntungan ekonomi sangat signifikan di masa depan. Saya yakin kesepakatan ini akan membawa dampak yang sangat penting, terutama mengingat Turki, Pakistan, dan Arab Saudi merupakan negara-negara kuat di kawasan ini yang memiliki daya gentar,” ujar seorang analis, Zekeriya Şahin, kepada media Turki, CNN Türk.
“Saat mengevaluasi kesepakatan ini, kita perlu memisahkan antara pendapatan ekonomi yang sudah pasti dan potensi aliran pendapatan yang mungkin muncul setelah Pakta Pertahanan Mekkah. Selain itu, mengingat kepadatan lalu lintas saat ini di Selat Hormuz di Teluk Persia, saya juga memperkirakan bahwa negara-negara Teluk lainnya mungkin akan bergabung dalam kesepakatan trilateral ini di masa mendatang,” paparnya.
Menteri Luar Negeri Hakan Fidan pada hari Sabtu mengatakan bahwa Mesir mungkin juga akan bergabung dalam pakta tersebut.
“Dengan kata lain, kesepakatan strategis ini bahkan dapat mengarah pada pakta baru di kawasan Teluk. Hal ini tentu juga berarti penguatan hubungan komersial; mengingat industri pertahanan merupakan salah satu keunggulan utama Türkiye, kami berada dalam posisi untuk melakukan transfer teknologi dan bahkan menjalin kemitraan di sektor tersebut,” tambah Şahin.
Berbekal teknologi canggih dan keahlian di bidang pertahanan, Türkiye merupakan eksportir senjata terbesar ke-11 di dunia, dan para pejabat memperkirakan negara ini kian mendekati posisi 10 besar.
Namun, di luar potensi sektor pertahanan, Türkiye secara umum memiliki hubungan perdagangan yang stabil dengan mitra-mitranya di Teluk, sembari berupaya meningkatkan volume perdagangan bilateral dengan Pakistan.
Bulan lalu, Istanbul menjadi tuan rumah Konferensi Bisnis Pakistan-Türkiye berskala besar, di mana para pejabat dari kedua negara menekankan potensi penguatan kerja sama ekonomi di berbagai bidang, mulai dari logistik dan energi hingga teknologi informasi (TI) dan kecerdasan buatan (AI).
“Ketiga negara ini memiliki sifat saling melengkapi yang luar biasa,” ujar Andreas Krieg, dosen bidang keamanan di King’s College London, kepada Agence France-Presse (AFP).
Hubungan perdagangan dan peluangnya
Hubungan diplomatik dan komersial yang kuat antara Turki dan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) telah berdampak positif pada angka perdagangan terkini; ekspor ke kawasan tersebut melonjak 35,7% secara tahunan (year-over-year) hingga melampaui angka US$826 juta pada bulan Juni.
Arab Saudi mencatat peningkatan nilai ekspor terbesar pada bulan Juni dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya, dengan kenaikan sekitar US$229,8 juta, sebagaimana diungkapkan oleh data dari Majelis Eksportir Türkiye (TIM).
Dengan begitu, Arab Saudi telah menjadi pasar ekspor terbesar Turki di kawasan Teluk sekaligus negara dengan pertumbuhan ekspor terkuat di kawasan tersebut—sebuah pencapaian yang didorong oleh hubungan bilateral serta program Visi 2030 milik kerajaan tersebut.
Dalam konteks ini, peran kontraktor asal Turki yang bereputasi global memegang peranan penting dan menyimpan potensi yang signifikan.
Ditambah dengan potensi Proyek Jalan Pembangunan (Development Road Project)—yang memosisikan Türkiye sebagai penghubung utama perdagangan antarbenua—pakta pertahanan ini dapat mendatangkan manfaat ekonomi bagi para pelaku ekonomi di kawasan tersebut. Di antara berbagai hal lainnya, hubungan ekonomi Turki yang kuat dan terus berkembang dengan Arab Saudi telah menghasilkan penandatanganan perjanjian antar-pemerintah untuk investasi energi terbarukan senilai sekitar 2 miliar dolar AS, yang dicapai pada awal tahun ini.
Gabungan populasi Turki, Pakistan, dan Arab Saudi—yang relatif muda dan dinamis serta berjumlah sekitar 380 juta jiwa—juga menyimpan potensi bagi terjalinnya hubungan serta kerja sama yang lebih erat antar-masyarakat.*




