Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Pandangan Sekuler Tentang Ketahanan Keluarga Tidak Pas Bagi Masyarakat Indonesia

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 Oktober 2016 14:37 2:37 pm
Ahmad
Dipublikasikan 6 Oktober 2016 14:37
Bagikan
Guru Besar IPB Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, Prof Dr Euis Sunarti
Bagikan

Hidayatullah.com – Guru Besar IPB yang juga Professor Bidang Ketahanan dan Pemberdayaan Keluarga, Euis Sunarti mengatakan, cara pandang sekuler yang memisahkan antara agama dan kehidupan sehari-hari tidak pas dengan mayoritas masyarakat Indonesia.

Termasuk, kata dia, soal makna ketahanan keluarga. Menurutnya, sebagian besar masyarakat Indonesia masih memegang nilai-nilai moral dan agama dalam pendidikan keluarga.

“Ya tidak pas lah. Saya bisa katakan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia masih menginginkan (cara pandang) yang konvensional,” ujarnya usai lanjutan sidang uji materiil pasal kesusilaan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (04/10/2016).

Prof. Euis mewanti, jika ruang liberalis dan sekularis ini terus dihembuskan, bahkan hingga dipegang oleh masyarakat Indonesia, akan terjadi perubahan wajah keluarga Indonesia.

“Wajah yang tidak sesuai dengan Undang-undang dan tujuan perkawinan. Jadi akan sangat beda kalau norma-norma yang selama ini dianut itu longgar. Tidak terbayang keluarga seperti apa, perceraian meningkat, perselingkuhan, kebebasan dan lain-lain,” jelasnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Pesan untuk Keluarga Muslim

Ia mengungkapkan, sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim, tidak akan bisa jika harus memegang nilai sekularisme dan memisahkan agama dengan kehidupan sehari-hari.

“Bagi seorang muslim, Islam mengatur dari mulai bagun tidur sampai tidur lagi. Apalagi dalam soal kehidupan keluarga, semua diatur. Kalau menolak itu, lalu yang diinginkan kehidupan seperti apa?,” terang Euis.

Untuk itu, sambungnya, menjadi sangat strategis apakah permohonan pihak pemohon diterima atau tidak, dengan melihat dampak dari kehidupan keluarga Indonesia.

“Bagaimana kita akan melahirkan anak yang berkualitas kalau terlepas dari nilai-nilai agama. Ini mendasar sekali,” pungkasnya.

Sebelumnya, Prof. Euis menilai, presentasi yang dikemukan oleh ahli dari Komnas Perempuan dalam lanjutan sidang perkara nomor 46/PUU-XIV/2016 ada perbedaan cara pandang tentang nilai hidup yang cenderung menggunakan prinsip-prinsip liberal dan sekuler yang menolak penggunaan nilai agama sebagai acuan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Euis SunartihomoseksualKeluargaKetahanan Keluargaliberalismeuji materi pasal zina dan homoseksual
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Ungkapan Orang Beriman saat Genting
Tulisan selanjutnya Ketegangan Meningkat di Bosnia Pasca Serbia Deklarasikan Kemenangan Pemilihan Gubernur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Berita
17 Oktober 2026 10:07
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?