Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Soal Terorisme, An-Nashr Institute: Indonesia Hanya Menerima Proyek

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Mei 2018 16:36 4:36 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 Mei 2018 16:36
Bagikan
Direktur An-Nashr Institute, Munarman (ketiga dari kanan), bersama para pembicara pada diskusi "Terorisme; Politik dan Upaya Sekuritisasi Kebijakan" gelaran Pushami di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Selasa (22/05/2018).
Bagikan

Hidayatullah.com– Direktur An-Nashr Institute, Munarman, mengungkapkan, ada pertanyaan besar apakah saat ini dunia sedang memerangi terorisme, jihad, atau pembiasan keduanya.

Menurutnya, jika dunia benar-benar memerangi terorisme, maka semua yang menggunakan kekerasan dan cara-cara yang menakutkan banyak orang mestinya disebut sebagai teroris dan dijatuhi hukuman berdasarkan aturan yang berlaku.

“Faktanya bom di Mal Alam Sutera misalnya, tidak disebut teroris,” ujarnya dalam diskusi bertema ‘Terorisme; Politik dan Upaya Sekuritisasi Kebijakan’ di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Selasa (22/05/2018).

Baca: Ketua Pansus RUU Terorisme Sebut yang Diinginkan Pemerintah “Kebebasan Membantai”

Munarman menyebut, yang diperangi selama ini justru adalah jihad, bukan terorisme.

Hal itu, jelasnya, berdasarkan beberapa dokumen dari lembaga think tank RAND Corporation yang dipakai oleh Amerika Serikat khususnya untuk mendesain kebijakan politik luar negeri AS.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Dalam dokumen itu dikatakan bahwa orang-orang yang melakukan teror adalah ideologi yang menegakkan khilafah dan syariat,” ungkapnya.

Baca: Romo Syafii: Saya Seperti Berjuang Sendirian

Munarman memaparkan, di antara dokumen itu berjudul “Understanding Terorist Ideology”, “Civil Protect Islam” yang mengadu domba antar kelompok dalam Islam, “Building Moderat Moslem Network” upaya bagaimana memecah belah umat Islam agar yang melawan ideologi jihad adalah kalangan Islam sendiri.

Kemudian “In Their Own Words” yakni bagaimana menggunakan terminologi-terminologi atau definisi yang dipakai kelompok jihad agar menjadi lawan umat Islam sendiri.

“Indonesia hanya menerima proyek, tapi yang punya desain besarnya dari luar,” tegas Munarman.

Baca: Pansus RUU Terorisme: Definisi “Teroris” Perlu

“Jadi itu bacaan sederhananya, mereka tahu kelemahan dan perbedaan kelompok di kalangan yang mengusung syariat dan khilafah. Saya membacanya ini bagian dari proyek besar, ini yang mesti kita perjelas,” pungkasnya.

Ketua Dewan Pembina Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (Pushami) ini mendorong agar pemberantasan terorisme secara bertanggung jawab, bukan justru pemberantasan jihad.*

Baca: Pembahasan RUU, Definisi “Teroris” pada UU Terorisme Dinilai Negatif

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:aksi terorAmerikat SerikatASbomDirektur An-Nashr InstituteintelijenjihadMunarmanPansus RUU Terorismepenanganan terorproyekRand CorporationRevisi Undang-UndangRUU TerorismeterorteroristerorismeUU Nomor 15 Tahun 2003UU Terorisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketua Pansus RUU Terorisme Sebut yang Diinginkan Pemerintah “Kebebasan Membantai”
Tulisan selanjutnya Definisi “Terorisme” Dinilai Penting untuk Bedakan dengan Pidana Biasa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak

Berita
13 Oktober 2026 05:30
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
  • Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad
  • Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
  • Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?