Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Dari Kehidupan Malam ke Terang Cahaya Islam

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 14 April 2020 15:23 3:23 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 14 April 2020 15:23
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | Nicole Queen tumbuh besar di pesisir Lousiana, Amerika Serikat hingga berumur 8 tahun. Kemudian, ia dan keluarganya pindah ke sebuah kota kecil di bagian selatan Dallas, Texas. Keluarganya adalah jemaat sebuah gereja baptis fundamental. Kedua kakek-neneknya adalah jemaat yang taat, sehingga membentuk Nicole menjadi pribadi dengan basis agama yang kuat. Sedangkan kedua orangtuanya, sebagaimana kebanyakan orang Amerika, menyebut diri mereka sebagai ‘berpikiran bebas’.

Tak lama kemudian, Nicole menjadi seorang fotografer acara di Dallas. Spesialisasinya adalah memotret di klub-klub malam. Mirip halnya ‘paparazzi’, ia memotret dan menangkap momen para selebriti, artis, dan orang-orang terkenal lainya di pesta-pesta klub malam. Itu adalah kehidupan yang gila, yang mengharuskanya menghabiskan malam di pesta dan menggunakan hampir seluruh waktu siangnya untuk tidur. Bukan sebuah kehidupan yang damai sama sekali.

Nicole merasakan kekosongan pada hidupnya yang dikelilingi oleh orang-orang serakah. Ia merasa perlu mencari kedamaian, sebuah tujuan. Banyak yang mengatakan, ia memiliki kehidupan yang menakjubkan. Tapi ia sama sekali tidak merasa demikian. Orang-orang di sekitarnya tak pernah memikirkan hal yang benar-benar penting. Mereka hidup dalam gelembung sendiri tanpa pernah menengok ke luar. Selama masa kerjanya sebagai seorang fotografer acara itulah, ia menyadari kebutuhannya atas tuhan dalam dirinya.

Nicole berusaha mencari gambaran akan apa yang ia cari. Ia mengalami mimpi buruk di mana ia mencari sesuatu yang tak dapat ia temukan. Di waktu itu, ia telah mengenal beberapa Muslim yang tak benar-benar menjalankan agamanya. Hingga kemudian ia bertemu dengan beberapa teman Muslim yang tidak minum dan tampak berbeda. Saat itulah secara benar, ia mulai berkenalan dengan Islam. Ia menanyai mereka kenapa mereka tak bisa mendatangi tempat tertentu, melakukan hal tertentu, tidak melakukan hal tertentu lainnya. Mereka hanya menjawab, karena mereka adalah Muslim.

Kemudian, setelah sebuah sesi foto, Nicole bertemu dengan Hassan, suaminya di masa mendatang. Hassan kala itu, sama sepertinya, sedang dalam pencarian jiwa. Mereka kemudian segera terikat karena kesamaan tersebut. Hassan dilahirkan dalam Islam, dan tumbuh tanpa benar-benar menjalankan agamanya. Hassan kemudian menyarankan kepada Nicole untuk mempelajari Islam. Setelah itu, ia menyadari bahwa masyarakat Muslim hidup dengan kedisiplinan dan tujuan. Mereka berada di tengah orang-orang dan mengatakan, “Kalian minum, berpesta, dan berpakaian seperti ini, tapi tidak dengan kami”.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Setelah mulai mempelajari Islam, Nicole menjadi kecanduan akannya. Ia bisa begadang semalaman menonton berbagai video Youtube, khususnya milik Yusuf Estes. Semakin ia mempelajari Islam, semakin yakin pula ia bahwa inilah yang ia butuhkan. Ia membutuhkan sesuatu yang kuat untuk menyatakan padanya, “Kau harus menghentikan kehidupan gila ini jika menginginkan sebuah tujuan yang lebih’. Setelah itu, ia memeluk Islam. Masa itu terasa seperti transisi yang panjang bagaikan rollercoaster. Banyak hal yang berlangsung tiba-tiba dan terasa bagai keburaman yang besar baginya.

Sekarang, ketika ia melihat ke belakang, Nicole yakin telah mengambil langkah-langkah dan perubahan yang baik. Satu langkah yang ia butuhkan kala itu adalah mengetahui tentang pondasi, pilar-pilar, dan sistem keimanan dasar. Yang meyakinkanya hal-hal tersebut adalah hal yang bisa ia percayai. Pada April 2007, ia secara resmi menerima Islam dan mengucapkan syahadat. Sejak itu, ia bertransformasi dan mulai mengenakan hijab. Saat ini, Nicole bersama suaminya, Hassan, hidup dalam kesibukan kerja di jantung kota Dallas sebagai sebuah keluarga Muslim.* Fida’ Ahmad S

Sumber: Muslim Convert Stories

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inspirasimasuk islamMuallaf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MK DPR: Stafsus Jokowi Offside Pakai Kop Sekretariat Kabinet
Tulisan selanjutnya Girangnya Penjual Donat ini Bisa Berjabat Tangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Berita
15 Oktober 2026 18:48
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?