Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Menag: 20 Tahun Terakhir, Gereja tumbuh 133 %, Masjid 63 %

Ngadiman Djojonegoro
Terakhir diupdate: 27 Maret 2014 18:56 6:56 pm
Ngadiman Djojonegoro
Dipublikasikan 27 Maret 2014 18:41
Bagikan
Umat Islam Malang melaksanakan shalat Id di dekat lokasi Gereja GPIB Immanuel Malang yang berdiri megah
Bagikan

Hidayatullah.com—Umat Islam Indonesia sering dipertanyakan sikap toleransi terhadap umat lain. Faktanya, prosentase pertumbuhan tempat ibadah agama lain jauh lebih cepat dibanding ibadah umat Islam.

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menyampaikan bahwa berdasarkan data dan fakta yang dimiliki menunjukan dalam 20 tahun terakhir pertumbuhan masjid hanya 63 persen, sementara Gereja Katolik mengalami pertumbuhan 133 persen dan Gereja Protestan hingga 153 persen. Sementara rumah ibadah agama Hindu tumbuh sampai 350 persen, sedang agama Budha tumbuh hingga 450 persen.

Dengan melihat data dan fakta yang ada seharusnya semua pihak bisa bersikap jujur dan terbuka bahwa umat Islam di Indonesia sangat toleran dalam hubungan antar umat beragama.

Selain itu Menag juga menambahkan bahwa salah satu bukti bentuk toleransi adalah Konghuchu yang di negeri asalnya tidak diakui sebagai agama namun di Indonesia diakui sebagai agama meski pengikutnya tidak lebih dari 0,01 persen saja.

Demikian disampaikan Menteri Agama, Suryadharma Ali di hadapan peserta “Silaturahmi Menteri Agama dengan Pondok Pesantren,PTAIS dan Tokoh Masyarakat Jawa Barat” di Kota Bandung, Rabu (26/03/2014).

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Atas tuduhan tidak toleransi tersebut Menag mengaku banyak mendapat kunjungan internasional berbagai Negara yang menanyakan akan hal tersebut. Namun dengan tegas dirinya selalu mengatakan bahwa tidak ada masalah soal sikap toleransi umat Islam dengan umat lain. Selama ini hanya salah informasi dan pemberitaan yang tidak seimbang dengan kenyataan.

“Saya pernah didatangi utusan Obama (Presiden Amerika, red) yang menanyakan soal itu. Dengan tegas saya sampaikan sikap toleransi umat Islam di Indonesia terbaik di dunia. Saya kasih bukti, presiden dan wakil presiden Indonesia bergama Islam namun ketika umat agama lain merayakan hari besarnya, seluruh rakyatnya yang mayoritas beragama Islam ikut libur karena tanggal merah. Bahkan presiden dan wakilnya hadir dalam perayaan tersebut sebagai bentuk penghormatan dan sikap toleransi, jadi kurang apalagi? Mendengar penjelasan saya tersebut utusan Obama hanya angguk-angguk kepala,”cerita Menag yang disambut tawa hadirin.

Selain itu menurut Menag upaya mengenyahkan peran ulama dan umat Islam tersebut dilakukan dengan selalu memojokan umat Islam terutama ketika ada tokoh Islam atau umat Islam yang terlibat dalam kasus kriminal terutama kasus korupsi.

Lagi hal ini menurutnya dapat diamati dari pemberitaan yang  tendensius dan berulang.Hal berbeda jika yang tersangkut kasus tersebut umat agama lain.

Menag menambahkan upaya tersebut juga dilakukan oleh LSM-LSM dalam negeri yang rajin mengemukakan data-data sumirnya, seperti ada yang menyebut Jawa Barat (Jabar) merupan daerah paling tidak toleran di Indonesia. Radikalisme tumbuh dari pesantren hingga tuduhan terorisme bagian dari cara menyebarkan Islam.

Ia sangat menyayangkan LSM yang rajin merilis hasil temuan yang konon katanya berdasarkan survey tersebut.

“Kita patut pertanyakan rasa nasionalisme-nya, bagaimana bisa mereka lahir, tumbuh dan besar serta makan minum dari bumi Indonesia namun justru dengan bangga menjelek-jelekan bangsa dan tanah airnya sendiri. Di mana letak nasionalisme?,”tanyanya.

Ia juga menilai adanya wacana dan upaya mengalihkan fungsi dan peran Kemenag dalam urusan haji dengan membentuk Biro Penyelenggara Haji di luar Kemenag (swasta) dengan alasan agar lebih baik dan profesional sejatinya. Menurutnya, ini  adalah bagian dari upaya pencampakan peran itu.

Untuk itu dengan tegas Suryadharma Ali mengatakan jika lembaga tersebut sampai terbentuk maka ia akan mundur dari jabatan Menteri Agama. Ia sendiri berani memastikan jika sampai ditangani lembaga tersebut maka seribu persen penyelenggaraan haji akan kacau.

“Soal agama saya pertaruhkan jabatan saya, contohnya soal Ahmadiyah, sikap saya tegas dan saya siap kehilangan jabatan,”tegasnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dirinya juga menyayangkan ada tokoh Muslim yang menganggap penyelenggaraan haji negara lain lebih baik daripada Indonesia.

Harusnya, sambung  Menag, kita bangga dengan apa yang telah kita lakukan, kalaupun ada kekurangan maka harusnya diperbaiki bersama. Lagi-lagi Menag mempertanyakan sikap dan rasa nasionalisme.

“Belum lama ini ada pengakuan dari sebuah lembaga di Inggris bahwa penyelenggaraan haji kita terbaik di dunia. Negara lain saja menghargai kerja kita, masak ini ada orang kita justru membanggakan kerja negara lain. Kalau negara lain lebih baik boleh jadi,meningat yang diurusi hanya ribuan atau puluhan ribu jamaah saja,sementara yang kita urus ratusan ribu jamaah,tidak sebanding,”ungkapnya.*

Redaktur: Ngadiman Djojonegoro
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejatoleransi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Suryadharma Ali: IMB Bermasalah jangan Umat Islam yang Disalahkan
Tulisan selanjutnya 300 Terapis Bekam di Jabar Telah Bersertifikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?