Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Lentera Hidup

Ulama Akhirat Jauhi Penguasa

Thoriq
Terakhir diupdate: 20 Desember 2020 17:40 5:40 pm
Thoriq
Dipublikasikan 20 Desember 2020 17:40
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com | KHALIFAH Umar bin Abdul Azis suatu saat mengirim surat kepada Imam Al Hasan Al Bashri, ”Amma ba’du, tunjukkan untukku kaum agar aku meminta bantuan kepada mereka untuk urusan agama.” Maka Imam Al Hasan Al Bashri pun membalas,”Adapun para ulama, mereka tidak akan mau. Akan tetapi hendaklah Anda memilih para asyraf, sesungguhnya mereka menjaga kemuliaan mereka agar tidak terkotori dengan khianat.” (lihat Qut Al Qulub, 1/134).

Imam Al Ghazali mengomentari kisah di atas,”Demikian mengenai Umar bin Abdul Aziz rahimahullah, orang yang paling zuhud di antara mereka yang hidup di masanya. Jika syarat bagi ulama lari darinya, bagaimana dengan meminta kepada selainnya dan berinteraksi dengannya?” (dalam Kita Ihya Ulumiddin, 1/256).

Peringatan bagi ulama agar tidak mendekat pada penguasa juga telah termaktub dalam Hadits:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ سَكَنَ البَادِيَةَ جَفَا، وَمَنْ اتَّبَعَ الصَّيْدَ غَفَلَ، وَمَنْ أَتَى أَبْوَابَ السُّلْطَانِ افْتَتَنَ (رواه الترمذي: 2256, 4/93)

Artinya: Dari Ibnu Abbas dari Rasulullah ﷺ bahwasannya beliau bersabda,”Barang siapa tinggal di pedalaman ia terkucil, barang siapa mengikuti buruan ia lalai, dan barangsiapa mendatangi pintu-pintu penguasa ia terfitnah.” (Riwayat At Tirmidzi dalam As Sunan (4/93) dan Ia berkata,” Ini adalah Hadits hasan”).

Baca Juga

Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Raih Ampunan di Malam Nisfu Sya’ban
Amalan Mulia di Hari Jumat
Dosa Diampuni karena Tertusuk Duri

Imam Al Ghazali sendiri menyatakan, ”Dan dari tanda ulama akhirat adalah menjauh dari para penguasa, dia tidak akan mendatangi mereka sama sekali selama memiliki cara untuk lari dari mereka, bahkan harus menjaga untuk bergaul dengan mereka.” (dalam Ihya Ulumiddin, 1/250).

Peringatan agar tidak memasuki pintu-pintu para penguasa juga disampaikan oleh para ulama salaf, di mana Hudzaifah berkata, ”Jauhilah tempat-tempat fitnah.” Ada yang berkata,” Lalu apakah tempat-tempat fitnah itu wahai Abu Abdillah?” Hudzaifah berkata,”Pintu-pintu penguasa, salah satu dari kalian pintu penguasa, lalu membenarkannya dengan kebohongan dan berkata apa-apa yang tidak ada padanya.” (dalam Hilyah Al Auliya, 1/227).

Hal yang sama dinyatakan oleh Al A’masy, di mana ia memiliki banyak murid, ada yang berkata padanya, ”Anda telah menghidupkan ilmu dengan banyaknya penuntut ilmu yang belajar dari Anda.” Al A’masy pun menjawab, ”Janganlah kelian tergesa-gesa, sesungguhnya sepertiga dari mereka meninggal sebelum mengetahui, dan sepertiga memuliakan penguasa dan mereka lebih buruk dari yang meninggal dan sepertiga sisanya dari mereka tidak selamat, kecuali sedikit.” (dalam Jami’ Bayan Al Ilmi wa Fadhlihi, 1/641).

Sufyan Ats Tsauri berkata,”Jika kalian melihat ada seorang qari` yang berada di pintu penguasa, maka ketahuilah bahwasannya sesungguhnya ia adalah pencuri.” (dalam Syu`ab Al Iman, 12/36).  Disebut sebagai pencuri, karena ia memperoleh dunia dengan cara itu, sebagaimana pencuri memperoleh dunia dengan cara mengambil harta dari penyimpanannya. (dalam Faidh Al Qadir, 1/354).

Imam Suhnun juga berkata, ”Betapa buruknya seorang ulama, ketika di datangi di majelisnya ia tidak ada. Kemudian ada yang bertanya, maka dikatakan,’Ia sedang mengunjungi penguasa.’” (dalam Jami’ Bayan Ilmi wa Fadhlihi, 1/641).

Yazid bin Maisarah juga berkata mengenai sifat ulama, ”Ulama juga berilmu maka ia beramal, jika ia beramal maka ia menyibukkan diri, jika ia menyibukkan diri ia tersembunyi, jika ia tersembunyi ia dicari, jika ia dicari ia pun berlari.” (dalam Hilyah Al Uliya, 5/234).

Sebaik-baik Penguasa adalah Penguasa yang Datang pada Ulama

Jika ulama yang buruk adalah ulama yang mendatangi penguasa, maka sebaliknya, penguasa yang baik adalah penguasa yang mendatangi ulama. Abu Hazim berkata, ”Sesungguhnya sebaik-baik dari para penguasa adalah siapa yang mencintai ulama. Sedangkan seburuk-buruk dari para ulama adalah siapa yang mencintai umara`.” (dalam Hilyah Al Auliya` 3/244).

Bergaul dengan Panguasa Cenderung kepada Kemunafikan

Sa`ad bin Abi Waqash tidak pernah mendatangi para penguasa, sebaliknya ia berusaha menjauh dari mereka. Hingga suatu saat anak-anaknya bertanya, ”Telah mendatangi para penguasa, siapa-siapa yang tidak sepertimu dalam bersahabat dengan Rasulullah ﷺ juga dalam awal masuk Islam, sekiranya engkau juga mendatangi mereka?”

Sa`ad pun berkata, ”Wahai anak-anaku, apakah aku akan mendatangi bangkai yang telah dikelilingi oleh kaum itu?” Demi Allah, jika aku mampu aku tidak akan mengikuti mereka dalam hal itu.”

Mereka pun berkata, ”Wahai ayah kami, kita akan mati dalam keadaan kurus.” Sa’ad pun menjawab,”Wahai anak-anakku, aku mati dalam keadaan sebagai mu’min yang kurus lebih aku cintai daripada aku mati sebagai munafiq yang gemuk.” (dalam Ihya` Ulumiddin, 1/255).

Sa’ad bin Abi Waqash pun memilih beruzlah di Aqiq hingga wafat pada tahun 55 hijriyah. Lalu dimakamkan di Baqi`, Tempat di mana  bagian dari 10 sahabat yang memperolah kabar gembira masuk surga, yang wafat paling akhir. (dalam Al Ithaf, 1/391).

Imam Al Ghazali berkomentar mengenai kisah di atas, ”Hal ini merupakan isyarat bahwasannya siapa yang memasuki pintu-pintu penguasa, maka ia tidak selamat dari nifaq dan itu bertentangan dengan iman. (dalam Ihya` Ulumiddin, 1/255).

Kapan Ulama Boleh Memasuki Pintu Penguasa?

Meski para ulama memperingatan bahaya mendekatnya para ulama kepada penguasa namun ada hal yang membolehkan jika memiliki tujuan baik. Al Munawi mengatakan, ”Adapun kalau sekiranya kadang-kadang seorang ulama berinteraksi dengan penguasa demi kemaslahatan seperti memberikan syafa`at (pertolongan) dan membela kedzaliman, maka tidaklah mengapa. Allah Maha Tahu siapa pembuat kerusakan dan siapa pelaku perbaikan.” (dalam At Taisir bi Syarh Al Jami` Ash Shaghir, 1/98).*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Khalifah Umar bin Abdul Azispenguasaulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya universitas israel Bela ‘Israel’, Utusan AS: Memboikot Permukiman Yahudi adalah Antisemit
Tulisan selanjutnya jenazah covid Coronavirus Sudah Menjangkiti Lebih dari 75 Juta Orang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI Tegaskan Pria Berbusana Wanita dalam Karnaval Kemerdekaan Hukumnya Haram

Berita
9 Agustus 2026 06:00
RMI PBNU: Jangan Tutup-tutupi Kekerasan di Pesantren
DPR Kecam Dugaan Promosi Miras Pakai Ayat Alquran, Belajar dari Kasus Holywings
Kepala Intelijen Saudi di Baghdad Bahas Keamanan Regional dengan PM Iraq
Turki, Arab Saudi, dan Pakistan Bentuk Pakta Pertahanan Makkah: “Serang Satu, Hadapi Bertiga” 

Terbaru

  • Ratusan Pemukim ‘Israel’ Nodai Masjidil Aqsha, Lakukan Ritual Yahudi
  • ‘Israel’ Kembali Langgar Gencatan Senjata, Bunuh Kepala Polisi Gaza
  • Lima Strategi PBNU untuk Wujudkan Pesantren Aman
  • RMI PBNU: Jangan Tutup-tutupi Kekerasan di Pesantren
  • Bertemu Pimpinan US CENTCOM, PM Ali al-Zaidi Tegaskan Komitmen Mengakhiri Kehadiran Militer Amerika di Iraq
  • Muhammadiyah Dorong Media AfiliasiMu Terhubung dalam Satu Ekosistem Digital
  • Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah, Dorong Media Tetap Cepat, Akurat dan Harus Benar di Era Digital
  • CDCC Siapkan Persidangan Kedua MCM Malindo, Bahas Konsep Negara Madani
  • Hari Literasi Muhammadiyah, Pers Didorong Jadi Penguat Demokrasi dan Ekosistem Ilmu Pengetahuan
  • Kasus Pilot Bawa 26 Kg Ekstasi, Malaysia Kirim Tim Investigasi ke Indonesia

Mungkin Anda Juga Suka

Lentera Hidup

Doa Keselamatan Keluarga

29 Januari 2021 05:00
Lentera Hidup

Tengok, Siapa Karib Kita!

1 November 2020 10:30
Lentera Hidup

Meredam Wabah dengan Banyak Bersedekah

18 April 2020 19:50
Lentera Hidup

Perbanyak Shalawat di Masa Wabah!

15 April 2020 09:39
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?