Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI dan Wapres Kaget Masih ada Larangan Pramugari Mengenakan Jilbab

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Februari 2023 20:58 8:58 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 Februari 2023 20:29
Bagikan
Buya Anwar Abbas, Wakil Ketua Umum MUI Pusat
Bagikan

Hidayatullah.com—Wakil Ketua Umum Mejelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Anwar Abbas kaget dan terkejut PT Garuda Indonesia masih belum mengakomodasi aturan pramugari berjilbab. Menurut Buya Anwar Abbas, PT Garuda adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang seharusnya tunduk pada konstitusi,

“Terus terang saya  terkejut juga kalau PT Garuda Indonesia belum mengakomodir aturan bagi pramugari yang memakai jilbab secara permanen. Semestinya sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT  Garuda harus tunduk dan patuh kepada ketentuan konstitusi,” ujar Buya Abbad kepada hidayatullah.com, Ahad (5/2/2023).

Menurutnya,  di dalam konstitusi dan atau UUD 1945 pasal 29 ayat 1 dan 2 sudah jelas-jelas disana dinyatakan dengan tegas bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu,” ujar Bua Anwar Abbas.

Karenanya ia berhara PT Garuda semestinya  menghormati kebebasan bagi setiap pemeluk agama terutama dari agama-agama yang diakui di negara ini. “Seharusnya PT Garuda menghormati kebebasan pemeluk agama yang diakui di negeri ini, untuk memakai pakaian sesuai dengan ketentuan dari ajaran agama dan kepercayaan yang mereka ikuti,” ujarnya.

Jadi sebagai BUMN, PT Garuda  harus  hadir untuk menjamin tegaknya kemerdekaan setiap orang untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah serta memakai busana  sesuai dengan ketentuan yang ada dalam agamanya dan kepercayaannya itu.

Baca Juga

Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action
LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor

“Kalau PT Garuda  berbuat di luar itu, maka berarti pihak manajemen PT Garuda  belum  faham dan belum mengerti  dengan baik tentang isi dan amanat yang ada dalam konstitusi yang ada dan kita tentu saja tidak mau hal itu terjadi di negeri ini,” tambah Buya Abbas.  

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga berkomentar terkait PT Garuda yang dianggap tidak memfasilitasi pramugari berjilbab. Tanggapan Wapres ini sebagai respons pernyataan anggota DPR Andre Rosiade agar PT Garuda memfasilitasi pramugari berjilbab.  

Menurut Ma’ruf, larangan penggunaan jilbab bagi pramugari merupakan hal yang aneh. Ma’ruf bahkan menegaskan di institusi TNI-Polri dan di perguruan tinggi saja tidak ada larangan menggunakan jilbab.

“Sampai sekarang ini nggak ada larangan berjilbab, itu nggak ada. Bukan lagi di polisi, di tentara, juga sudah orang berjilbab dan di mana-mana, perguruan tinggi, di mana-mana,” kata Ma’ruf Amin dalam keterangannya, seperti dikutip dari YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia, Sabtu (4/2/2023).

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat Andre Rosiade menyebut adanya aturan maskapai yang membatasi pramugari memakai jilbab menimbulkan keresahan. Sebab, menurutnya, di kehidupan sehari-hari, di luar tugas sebagai awak kabin, para pramugari tersebut menutup auratnya dengan berjilbab.

Oleh karena itu, Andre Rosiade meminta Dirut PT Garuda Indonesia beserta jajarannya segera mengevaluasi peraturan tersebut. “Saya mengusulkan kepada Garuda, meski Gerindra bukan partai Islam, Gerindra memahami aspirasi masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Kami ingin memperjuangkan, meminta Pak Dirut beserta jajaran untuk mengevaluasi aturan bagaimana tata cara berpakaian busana muslim bagi awak kabin yang ingin melaksanakan kewajibannya sebagai umat Islam menutup aurat dengan memakai jilbab,” kata Andre dikutip laman detik.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Buya Anwar AbbasHeadlineMUIpramugari berjilbabPT Garuda IndonesiaWapres Ma'ruf Amin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mengambil Keteladanan Nyai Solichah A. Wahid Hasyim
Tulisan selanjutnya KDRT di Sydney Marak, Hanya Dalam Empat Hari Polisi Tangkap 648 Pelaku Kekerasan Rumah Tangga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action

Berita
31 Oktober 2026 10:09
Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan
Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak

Terbaru

  • Prancis dan Chad Bina Ulang Hubungan Militer
  • Pintar Saja Tidak Cukup, Ilmu Harus Bersendi Akhlak
  • Korea Selatan Pidanakan Siswa yang Curang dengan Kacamata Pintar
  • Tersangka Penembakan di Pinggiran Paris Menarget Orang Berpenampakan Muslim atau Afrika
  • Akademisi Swedia Dilarang Masuk Inggris Jelang Penampilan Bersama Pendiri Palestine Action
  • LPH Hidayatullah Sambangi BPJPH, Bahas Penguatan Regulasi, Kompetensi dan Integritas Auditor
  • Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi
  • Tolak Konser Andrea Bocelli di Indonesia, UBN: Jangan Beri Panggung Pendukung Genosida
  • Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara
  • Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Madinah dan Istana Kepresidenan Yaman Jadi Target Serangan Houthi

31 Oktober 2026 09:40
Berita

Meretas untuk Kepentingan Rezim Assad Pria Suriah Divonis 42 Bulan Penjara

30 Oktober 2026 17:19
Berita

Pengembangan AI Membuat Investor Alphabet, Amazon, dan Microsoft Khawatir

30 Oktober 2026 16:27
Berita

Koalisi Pimpinan Arab Saudi Umumkan Tembak Jatuh Drone Houthi di Mekkah

30 Oktober 2026 15:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?