Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

WHO: Ribuan Pasien Perlu Dievakuasi dari Gaza

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Maret 2024 09:54 9:54 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Maret 2024 09:54
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sekitar 8.000 pasien perlu dievakuasi keluar dari Jalur Gaza, kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO mengatakan memindahkan pasien-pasien itu ke luar Gaza akan meringankan sebagian beban yang ditanggung tenaga medis dan rumah sakit, yang sudah kewalahan untuk bertahan di zona perang.

“Kami memperkirakan 8.000 warga Gaza perlu dirujuk ke luar Gaza,” kata Rik Peeperkorn, perwakilan WHO di Palestina, dalam penjelasan pers di Jenewa yang dilakukan lewat sambungan video dari Yerusalem hari Rabu (6/3/2024).

Dari jumlah tersebut, sekitar 6.000 merupakan pasien korban serangan Zionis, yang mengalami beragam masalah kesehatan seperti luka-luka, luka bakar dan amputasi.

Sebanyak 2.000 pasien lainnya merupakan pasien reguler, kata Rik Peeperkorn, seraya menggarisbawahi bahwa sebelum perang 50 sampai 100 pasien dalam sehari dirujuk dari Gaza ke Yerusalem Timur dan Barat Barat, yang setengahnya merupakan pasien kanker.

Baca Juga

SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Antara 7 Oktober 2023 sampai 20 Februari 2024, hanya 2.293 pasien yang dirujuk ke luar Gaza untuk mendapatkan perawatan medis.

Peeperkorn menjelaskan proses itu tidak hanya melibatkan WHO, tetapi juga otoritas Pelestina di Gaza, pihak Israel dan Mesir, ditambah direktur-direktur rumah sakit.

Dia mengatakan bahwa WHO sudah mengupayakan evakuasi medis sejak November tahun lalu, dan “kami tidak paham… mengapa ini tidak dapat dilakukan”.

Rik Peeperkorn mengatakan Mesir dan negara-negara Timur Tengah dan serta beberapa di Eropa sudah menawarkan untuk menerima pasien dari Gaza dan pendampingnya.

“Kami ingin melihat, dan memdorong, evakuasi medis terorganisir dan berkesinambungan. Terutama bagi pasien yang membutuhkannya, dan berhak untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik,” kata staf WHO untuk wilayah Palestina itu, seperti dilansir AFP.

Peeperkorn mengatakan bahwa 23 dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza tidak berfungsi, sementara sisanya beroperasi hanya sebagian dengan kapabilitas minimal.

Sejak awal konflik, sebanyak 1.500 amputasi dilakukan, kata Peeperkorn mengutip catatan Kementerian Kesehatan Gaza.

Mundur ke awal November, setelah pasien pertama dievakuasi, WHO mengatakan Al-Arish Hospital yang jaraknya paling dekat dengan perbatasan Mesir-Gaza, akan menjadi rumah sakit rujukan pertama yang kemudian akan merujuk pasien ke rumah sakit lain di Mesir.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gazaWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malaysia Ramadhan Hanya Da’i Terakreditasi yang Boleh Ceramah
Tulisan selanjutnya Nasi Lemak Diajukan ke Unesco sebagai Warisan Dunia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

18 Juli 2026 11:26
Berita

Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air

18 Juli 2026 10:48
Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

18 Juli 2026 10:26
Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

18 Juli 2026 09:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?