Hidayatullah.com – Turki mengajak masyarakat bersama-sama menetapkan standar internasional untuk melindungi anak-anak di ruang digital. Hal tersebut disampaikan Menteri Keluarga dan Layanan Sosial Mahinur Özdemir Göktaş dalam diskusi panel PBB di New York.
Göktaş menyatakan bahwa pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan telah memunculkan risiko baru bagi anak-anak yang tidak dapat diatasi hanya melalui pengawasan orang tua atau pengendalian konten semata.
“Keselamatan anak harus tertanam dalam sistem digital sejak awal,” ujar Göktaş. Menurutnya hal ini perlu melibatkan semua pihak termasuk pemerintah, perusahaan teknologi, keluarga, pendidik dan anak-anak itu sendiri.
Diskusi panel berjudul “Arsitektur Tak Terlihat: Membangun Sistem Digital yang Aman bagi Anak – Memajukan Standar Internasional dan Tanggung Jawab Bersama” ini diselenggarakan oleh Kementerian Keluarga dan Layanan Sosial, UNICEF, dan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kekerasan terhadap Anak, dalam rangkaian Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum PBB ke-81.
Göktaş menyebutkan bahwa anak-anak semakin terpapar berbagai risiko, termasuk cyberbullying, konten berbahaya, kekerasan daring, pelanggaran privasi, serta pola penggunaan algoritma yang memicu kecanduan.
Ia menegaskan bahwa platform digital harus dirancang dengan mengutamakan keselamatan anak, alih-alih hanya mengandalkan intervensi setelah dampak buruk terjadi.
Göktaş juga menjabarkan upaya Turki dalam melindungi anak di lingkungan digital, termasuk langkah-langkah yang menyasar platform media sosial, perlindungan berbasis usia, serta kewajiban penerapan peringkat usia untuk platform permainan (game).
Program seperti “Rencana Aksi Pemberdayaan Anak di Dunia Digital” dan aplikasi “Children Are Safe” merupakan upaya Turki untuk membantu anak-anak dan keluarga dalam menghadapi risiko digital.
Ia juga menyerukan perumusan “Konvensi Hak-Hak Anak di Dunia Digital,” seraya menyatakan bahwa kerja sama internasional harus mampu mengimbangi pesatnya transformasi teknologi digital.
“Sistem digital saat ini akan membentuk masa depan anak-anak di mana pun mereka berada,” kata Göktaş. Ia menegaskan bahwa Turki akan terus berbagi pengalaman dan memperkuat kerja sama internasional.*




