Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Senjata Buatan Prancis Ditemukan di Zona Perang Sudan Padahal Ada Embargo

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 November 2024 19:46 7:46 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 November 2024 19:46
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Investigasi yang dilakukan Amnesty International menemukan bahwa Galix, teknologi pertahanan yang dirancang oleh Lacroix Defense bekerja sama dengan KNDS France dipasang di atas kendaraan militer NIMR Ajban buatan Uni Emirat Arab.

Hari Kamis (14/11/2024) Amnesty membagikan foto-foto yang menunjukkan Galix terpasang di sejumlah kendaraan yang rusak.

“Penelitian kami menunjukkan persenjataan yang dirancang dan dibuat di Prancis secara aktif dipergunakan di medan pertempuran di Sudan,” kata Agnes Callamard, sekretaris jenderal Amnesty, seperti dilansir RFI.

Teknologi itu, yang digunakan oleh banyak angkatan darat negara-negara di berbagai belahan dunia, dapat diisi dengan beragam macam amunisi seperti asap, umpan, atau proyektil. Lebih dari 5.000 kendaraan di seluruh dunia dilengkapi dengan senjata ini, termasuk kendaraan militer Prancis.

Amnesty mengatakan penggunaan Galix di Darfur melanggar embargo senjata PBB, yang diberlakukan sejak 2004. Uni Eropa juga memberlakukan embargo senjata terhadap Sudan bahkan sejak 1994.

Baca Juga

Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri

Callamard meminta Prancis untuk “segera menghentikan ekspor Galix ke UEA” dan mendesak kontrol ekspor yang lebih kuat untuk memastikan senjata itu tidak dipakai oleh negara yang dikenai embargo.

“Jika Prancis tidak dapat menjamin melalui kontrol ekspor, termasuk sertifikasi pengguna akhir, bahwa senjata tidak akan diekspor ulang ke Sudan, maka Prancis tidak boleh mengizinkan ekspor ke negara-negara seperti UEA,” kata Amnesty.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:PrancisSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Thailand Menahan 70 Imigran Ilegal Diyakini Rohingya dari Myanmar
Tulisan selanjutnya Terpikat Cinta Oppa Korea Abal-abal Uang Ratusan Juta Melayang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan

Berita
24 September 2026 10:39
PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta
Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Terbaru

  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni

27 September 2026 16:44
Berita

Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

27 September 2026 10:23
Berita

Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

27 September 2026 09:31
Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?