Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Demi Konten Media Sosial Wanita Australia ini Meracuni Bayinya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Januari 2025 14:59 2:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Januari 2025 14:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Seorang wanita Australia di negara bagian Queensland menjadi terdakwa dengan tuduhan meracuni bayi perempuannya demi konten dan mendapatkan donasi serta menambah pengikut (followers) di media sosial.

Wanita itu mengklaim mengisahkan perjuangan sehari-hari anaknya melawan penyakit parah di media sosial. Namun, petugas penyidik menduga dia membius anak berusia satu tahun itu dan kemudian memfilmkannya ketika dalam “penderitaan dan kesakitan luar biasa”.

Para dokter melaporkan kekhawatirannya pada Oktober 2024, ketika bayi tersebut dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan sakit parah.

Setelah dilakukan penyelidikan selama beberapa bulan, wanita berusia 34 tahun itu akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan melakukan penyiksaan, memberikan racun, penipuan dan membuat materi eksploitasi anak.”[Tidak ada] kata-kata yang dapat menggambarkan betapa menjijikkannya pelanggaran semacam ini,” kata Detektif Inspektur Polisi Queensland Paul Dalton kepada awak media, hari Kamis (16/1/2024).

Antara bulan Agustus dan Oktober, kata petugas penyidik, wanita warga Sunshine Coast itu memberikan obat-obatan bebas maupun obat resep dokter tanpa persetujuan dokter sama sekali.

Baca Juga

Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Wanita tersebut, yang dikenal sebagai Allanah, berusaha sebisa mungkin untuk mendapatkan berbagai macam obat (tanpa berkonsultasi dengan dokter) dan menutupi tindakannya, termasuk menggunakan sisa obat-obatan yang sebenarnya diperuntukkan bagi orang lain di rumahnya.

Polisi mulai menyelidiki kasus itu pada 15 Oktober, ketika si bayi yang dikenal sebagai Daisy dibawa ke rumah sakit dalam keadaan “gangguan dan bahaya emosional dan fisik yang parah”. Hasil tes tentang obat-obatan apa saja yang dicekoki si ibu kepada bayinya tersebut akan dilaporkan di kemudian hari pada bulan Januari ini, kata mereka seperti dilansir BBC.

Wanita itu berhasil mendulang donasi A$60.000 melalui GoFundMe, dari hasil menceritakan “penderitaan bayinya di media sosial”.

Polisi juga menyelidiki beberapa orang lain dalam kasus tersebut, tetapi tidak menemukan bukti untuk menetapkan orang selain dari wanita itu sebagai tersangka.

Kasus ini akan mulai disidangkan di pengadilan magistrat di Brisbane hari Jumat (17/1/2025) lapor BBC.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Australiabayimedia sosial
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya FDA Amerika Akhirnya Melarang Pewarna Makanan Merah No.3
Tulisan selanjutnya Gencatan Senjata ‘Israel’ dan Pejuang Palestina Dimulai hari Ahad 19 Januari

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

senjata israel
Berita

Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi

Berita
21 Juli 2026 06:30
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

21 Juli 2026 18:02
Berita

Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

21 Juli 2026 14:37
Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

21 Juli 2026 10:00
Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

21 Juli 2026 08:51
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?