Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Filipina Selidiki Sumbangan dari Terduga Mata-mata China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 4 Maret 2025 13:26 1:26 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 4 Maret 2025 13:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Pemerintah Filipina akan menyelidiki donasi yang diberikan oleh kelompok-kelompok terafiliasi dengan Partai Komunis China yang dipimpin oleh empat warga China yang diduga mata-mata Beijing, kata seorang pejabat hari Senin (3/3/2025).

Reuters pekan lalu melapor bahwa empat warga China ditangkap oleh pihak aparat hukum Filipina pada bulan Januari dengan tuduhan memimpin sejumlah kelompok sipil yang terafiliasi dengan Partai Komunis China.

Kelompok-kelompok itu memberikan donasi 500.000 pesos ($8.600) dengan menggunakan label “beasiswa pengentasan kemiskinan” kepada Wali Kota Tarlac, ditambah 10 sepeda motor untuk Kepolisian Manila dan 10 kendaraan patroli bagi pihak berwenang dan Kepolisian Tarlac, menurut foto-foto, video dan unggahan online.

“Tidak ada salahnya menerima donasi jika bertujuan baik. Namun, jika donasi diberikan dengan motif tersembunyi, maka kami perlu menyelidikinya,” kata Claire Castro, wakil komunikasi kepresidenan, dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters.

“Kami juga harus mengidentifikasi pejabat-pejabat pemerintah yang menerima donasi tersebut guna memastikan hal seperti ini tidak terjadi lagi, terutama bila mereka dimanfaatkan atau tidak tahu jika dimanfaatkan,” imbuhnya.

Baca Juga

Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Beberapa pekan terakhir, aparat Filipina menangkap sedikitnya delapan terduga mata-mata China, termasuk keempat orang tersebut.

Saat ini belum ada undang-undang khusus tentang interferensi pihak asing, dan Filipina masih sedang merancangnya. Badan-badan pemerintah masih diperbolehkan menerima donasi, tetapi kontribusi dari otoritas asing harus mendapatkan persetujuan dari presiden, menurut panduan yang ada.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinafilipina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Percepat Libur Sekolah: Dimulai 21 Maret, 9 April Masuk 
Tulisan selanjutnya Ratusan Anak Usia Sekolah di Kediri Terpaksa Menikah Muda karena Hamil  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi

Berita
26 September 2026 16:18
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Hari Solidaritas Hijab, Muslimat Hidayatullah Jaksel Ajak Muslimah Bangga Berhijab
Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain
Asap Tebal Muncul Dekat Bandara, Houthi Klaim Lancarkan Serangan ke Riyadh

Terbaru

  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
  • Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
  • Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah
  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
  • Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
  • Hujan Deras Merendam Bangkok

Mungkin Anda Juga Suka

Garda Revolusi Pembajakan Pesawat
Berita

Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

27 September 2026 07:18
Berita

Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

27 September 2026 05:06
Berita

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

26 September 2026 17:18
Berita

Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council

26 September 2026 17:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?