Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Turis Anak Israel Dilarang Masuk Taman Wisata di Prancis, Yahudi Meradang

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Agustus 2025 11:06 11:06 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Agustus 2025 11:05
Bagikan
Yahudi Israel ajarkan anak-anaknya mengenal senjata sungguhan.
Bagikan

Hidayatullah.com– Manajer sebuah taman wisata di Prancis ditahan dengan tuduhan diskriminasi agama setelah beberapa anak Israel dilarang masuk, tindakan yang membuat marah kelompok-kelompok Yahudi.

Sejumlah anak Israel, berusia 8 sampai 16 tahun, sedang berlibur di Spanyol dan mereka melakukan reservasi pada hari Kamis (21/8/2025) untuk bermain di Tyrovol zipline adventure park di Porté-Puymorens, di selatan Prancis yang berbatasan dengan Spanyol di daerah Pegunungan Pyrenees, kata Kantor Kejaksaan Perpignan.

Menurut pihak kejaksaan, awalnya manajer tempat itu mengatakan kepada sejumlah orang bahwa wisatawan Israel itu dilarang masuk disebabkan “keyakinan pribadi” sebelum kemudian memberikan alasan berbeda kepada orang lain, lansir Associated Press Jumat (22/8/2025).

Sebuah pesan yang ditulis pada Rabu malam di akun media sosial taman bermain itu mengatakan bahwa pada hari Kamis tempat tersebut akan ditutup disebabkan badai dan pihak pengelola perlu melakukan pemeriksaan dan pemeliharaan fasilitas.

Pihak pengelola mengatakan bahwa turis Israel itu tidak dapat berkunjung. Mereka lantas pergi ke tempat wisata lain di Prancis tanpa ada kendala, kata pihak kejaksaan, seraya menambahkan bahwa manajer tempat bermain itu merasa tidak melakukan kesalahan.

Baca Juga

Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

“Garis batas sudah dilanggar. Kami muak,” kata Perla Danan, presiden Representative Council of French Jewish Institutions untuk wilayah Languedoc-Roussillon.

“Bermula dengan grafiti, hinaan lalu serangan fisik, dan sekarang anak-anak berusia 8 sampai 16 tahun dilarang,” kata Danan. Perlakuan itu mengingatkannya pada papan peringatan “Yahudi dan anjing terlarang” semasa Holocaust. “Nilai-nilai bangsa Prancis sudah dilanggar,” imbuhnya.

Kelompok Jewish Observatory of France juga mengeluarkan pernyataan “kemarahan mendalam”.

“Diskriminasi semaccam itu, secara khusus menarget anak-anak berdasarkan kebangsaan dan asal mereka, merupakan tindakan yang sangat serius yang meremehkan prinsip-prinsip dasar republik ini,” kata organisasi Yahudi itu dalam pernyataan yang dirilis hari Jumat, seperti dilansir Associated Press.

Jean-Philippe Augé, wali kota Porté-Puymorens yang berpenduduk sekitar 100 jiwa, mengatakan “DNA masyarakat kami berdasarkan pada rasa persaudaraan dan saling berbagi.”

Dia mengatakan bahwa insiden semacam itu sangat mengejutkan bagi desanya.

Diskriminasi berdasarkan agama merupakan tindakan pidana dengan ancaman hukuman sampai tiga tahun penjara di Prancis.

Sejak serangan tentara Israel ke Gaza pada Oktober 2023 menyusul serangan Hamas, terjadi kenaikan insiden berkaitan dengan Yahudi, mulai serangan verbal hingga serangan fisik, membuat panik para pemimpin dan komunitas Yahudi di Prancis.

Bulan ini Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan menghukum tindak kebencian anti-Yahudi setelah sebuah pohon, peringatan kematian seorang pria Yahudi akibat tindak kekerasan pada 2006, belum lama ini ditumbangkan oleh tangan jahil.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelPrancisyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinas Intelijen dan Militer Jerman Buka Stan Rekrutmen di Konferensi Internasional Gamescom
Tulisan selanjutnya Malaysia Gelar Salawat dan Solidaritas untuk Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze

Berita
23 Oktober 2026 20:50
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali

Terbaru

  • Cegah Data Jatuh ke Tangan ‘Israel’, Malaysia Larang ASN Pakai Waze
  • Kelas SPI: Teguh dengan Konsep Din, Lawan Penyimpangan Literasi
  • Jihad Santri di Era Modern
  • Terus Langgar Gencatan Senjata, Serangan ‘Israel’ Bunuh 4 Warga Palestina
  • Sepakati ‘Badr’, Indonesia Perkuat Kerjasama Pertahanan dengan Turki, Qatar dan Pakistan
  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel

20 Oktober 2026 19:37
Berita

Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’

20 Oktober 2026 13:59
Yahudi Haredi Wajib Militer
Berita

Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000

20 Oktober 2026 13:10
Berita

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India

19 Oktober 2026 21:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?