Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
BeritaNone

Presiden Libanon Bilang Monopoli Senjata oleh Negara Tak Terelakkan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 November 2025 11:01 11:01 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 November 2025 10:26
Bagikan
Tentara Libanon.
Bagikan

Hidayatullah.com– Presiden Libanon Joseph Aoun, hari Jumat (21/11/2025), mengatakan bahwa monopoli negara atas persenjataan tidak terelakkan dan mendesak dibentuknya sebuah komite pemantau gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah guna memastikan bahwa hanya tentara pemerintah saja yang memiliki senjata di wilayah bagian selatan Libanon.

Di bawah tekanan besar Amerika Serikat dan kekhawatiran akan serangan dari Israel, Libanon bertekad untuk melucuti militan Syiah dukungan Iran, Hizbullah, yang sekarang melemah setelah para pemimpinnya tewas dan daerah pertahanannya digempur oleh Zionis Israel.

Meskipun sudah dicapai kesepakatan gencatan senjata November tahun lalu, sampai sekarang Israel masih kerap melancarkan serangan ke wilayah Libanon dengan alasan menarget militan Hizbullah yang tersisa.

Berdasarkan rencana yang disetujui pemerintah, militer Libanon diamanati untuk melucuti persenjataan dan infrastruktur militer Hizbullah yang berada di selatan Sungai Litani — sekitar 30 kilometer dari perbatasan — sampai akhir tahun ini, sebelum kemudian melakukan perlucutan senjata Hizbullah di bagian lain Libanon.

Memastikan kontrol oleh negara atas persenjataan dan keputusan perihal perang dan perdamaian merupakan hal yang “penting dan tidak terelakkan” kata Presiden Joseph Aoun dalam pidato di malam peringatan Hari Kemerdekaan Libanon, seperti dilansir AFP.

Baca Juga

Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Dia mengatakan Libanon siap untuk memberntuk Lebanon siap mempercayakan komite pengawas gencatan senjata, yang terdiri dari Amerika Serikat, Prancis, Libanon, Israel, dan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, guna “memastikan bahwa di wilayah Litani selatan, hanya tentara Libanon yang menjalankan kedaulatannya dengan caranya sendiri.”

Dia juga menegaskan bahwa negaranya siap untuk melakukan negosiasi yang dijembatani oleh Amerika Serikat atau lembaga internasional guna memastikan tidak akan ada lagi agresi lintasbatas wilayah negara seperti yang selama ini kerap terjadi.

Aoun menyampaikan pidatonya dari wilayah selatan Libanon, di mana Israel masih menempatkan pasukannya di lima daerah yang dianggapnya strategis.

Aoun mendesak negara-negara sahabat dan saudara Libanon untuk ikut memantau proses tersebut dengan memberikan batas waktu yang jelasdan pasti, mengimplementasikan mekanisme dukungan internasional bagi tentara Libanon, serta memberikan bantuan dalam upaya-upaya rekonstruksi.

Dengan melakukan itu semua diharapkan semua persenjataan akan berada di tangan negara, di wilayah Libanon yang utuh, imbuhnya.

Sementara serangan oleh Israel masih terus berlanjut, kantor berita resmi Libanon National News Agency (NNA) melaporkan bahwa satu orang tewas dalam serangan udara yang dilancarkan Israel pada hari Jumat di bagian selatan Libanon.

Menurut Kementerian Kesehatan, lebih dari 330 orang kehilangan nyawa di Libanon dan 945 lainnya terluka sejak tercapainya kesepakatan gencatan senjata tahun lalu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Libanon
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terpilih Ketua Umum MUI, KH Anwar Iskandar Serukan Persatuan Umat dan Ingatkan Masalah LGBT
Tulisan selanjutnya Kapal Tanker Saudi Pembawa 90.000 Ton Minyak Mentah Merapat di Pelabuhan Baniyas Suriah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Artikel
21 Juli 2026 07:00
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia

Terbaru

  • Pembelian Minyak Iran oleh China Sudah Berkurang, Kata Menteri Keuangan Amerika Serikat
  • Spanyol Lumpuhkan Argentina di Piala Dunia 2026, Warga Gaza Bergembira
  • ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
  • Akmal Sjafril: Lembaga Dakwah Perlu Banyak Diskusi
  • Raja Charles Kunjungi Masjid Cambridge, Erdogan: Langkah Penting Lawan Islamofobia
  • Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade
  • Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam
  • AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota
  • Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah
  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Starmer Mundur Burnham Menjadi Perdana Menteri Inggris Ke-7 Kurun Satu Dekade

21 Juli 2026 18:02
Berita

Buya Amirsyah Ajak Seniman Muslim Bangun Peradaban Bangsa Melalui Kebudayaan Islam

21 Juli 2026 14:37
Berita

AS Lancarkan Gelombang Serangan ke Iran, Ledakan Terdengar di Sejumlah Kota

21 Juli 2026 10:00
Berita

Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

21 Juli 2026 08:51
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?