Hidayatullah.com– Kemenangan tim sepakbola Spanyol di Piala Dunia 2026 dirayakan di jalan-jalan Gaza, di mana dukungan negara Spanyol untuk hak-hak rakyat Palestina dan dukungan Israel terhadap timnas Argentina mengubah kompetisi itu lebih dari sekedar pertunjukan sepakbola.
Berkumpul di kafe-kafe dan lokasi nonton bareng di luar ruangan, warga Palestina tidak gentar risiko serangan Israel untuk mengungkapkan kegembiraan mereka atas kejayaan timnas Spanyol yang mereka cintai.
Banyak di antara mereka mengusung bendera Spanyol sebagai apresiasi terhadap bintang muda Lamine Yamal, yang membawa bendera Palestina saat merayakan kemenangan klub Barcelona di La Liga pada bulan Mei.
“Siapa saja yang mengusung bendera Palestina layak menjuarai Piala Dunia,” kata tim sepakbola tunadaksa Gaza al-Irada dalam pesan mereka untuk timnas Spanyol sebelum pertandingan, seperti dilansir The Guardian Selasa (21/7/2026).
Saadi al-Masri, 40, kapten tim tunadaksa itu menyaksikan laga final Spanyol versus Argentina di sebuah kedai kopi bersama teman-temannya di Gaza. “Saya mendukung Spanyol karena kami melihatnya sebagai negara yang mendukung perjuangan Palestina dan hak-hak rakyat Palestina,” katanya.
“Kami sangat gembira ketika peluit akhir mengukuhkan kemenangan Spanyol,” ujar Saadi al-Masri, seraya menambahkan bahwa kekhawatiran akan serangan udara Israel membuat kegembiraan mereka tidak bisa berlangsung hingga larut malam.
Spanyol termasuk di antara segelintir negara Eropa yang sangat vokal mengkritik peperangan Israel di Gaza serta kekerasan warga Yahudi di Tepi Barat. Spanyol juga mendesak supaya organisasi Uni Eropa mengambil sikap yang lebih tegas dan nyata atas pelanggaran HAM yang dilakukan Israel terhadap Palestina, termasuk berupa pembekuan kesepakatan dagang.
Ketika Menteri Pertahanan Israel menyerang secara verbal Yamal karena mengusung bendera Palestina, menuduhnya “menylut kebencian”, Perdana Menteri Israel Pedro Sánchez segera tampil ke muka membela pemain muda itu.
“Lamine hanya menunjukkan solidaritas kepada Palestina yang juga dirasakan oleh kami jutaan orang di Spanyol. Sebuah alasan lain untuk bangga kepadanya,” kata Sánchez lewat media sosial.
Dukungan Israel atas Argentina dipimpin oleh Netanyahu, yang menjalin hubungan dekat dengan politisi kanan-jauh presiden Argentina saat ini Javier Milei, dan memberikan pesan harapan keberuntungan untuk Lionel Messi dan kawan-kawan menjelang laga final.
Sebagian besar dari 2 juta warga Palestina di Jalur Gaza tinggal di kamp-kamp tenda setelah serangan Israel menghancurkan rumah-rumah mereka, dengan akses terbatas terhadap listrik atau koneksi internet. Namun, hal itu tidak menyurutkan minat mereka untuk menyaksikan laga-laga Piala Dunia 2026.
Arkan al-Walaida, wanita 23 tahun, pergi ke warnet untuk mencari cuplikan pertandingan setiap pagi selama turnamen, mencari video pendek di TikTok atau halaman YouTube dan Instagram resmi FIFA.
Ketika dia mengetahui pada hari Senin bahwa Spanyol keluar sebagai pemenang, dia merasa sangat gembira. “Jujur, saya merasa seperti akan menangis karena bahagia,” katanya. “Kami melihat dukungan mereka [untuk Palestina] sebagai tanda kemanusiaan.”
Sementara itu delegasi Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa merespon kemenangan Spanyol dengan menampilkan gambar timnas Spanyol di bawah tajuk “juara dunia”.
Kebencian Zionis Israel terhadap warga Palestina selama turnamen berlangsung pada awal Juli ditunjukkan dengan serangan bom yang membunuh Mohamed al-Wahidi, seorang pekerja bantuan kemanusiaan Palestina yang mengadakan acara nonton bareng laga-laga Piala Dunia di Gaza.
Serangan itu, yang dilakukan sesaat sebelum laga Mesir versus Argentina, juga menewaskan abang-beradik berusia 10 dan 8 tahun, serta seorang pria lain.Militer Israel mengkonfirmasi serangan itu, tetapi mengaku tidak sengaja menarget al-Wahidi.*




