Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Juli 2026 09:21 9:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Juli 2026 07:00
Bagikan
Bagikan

oleh: Ridwan Ma’ruf

Daftar isi
  • Menghidupkan Tradisi Observasi (Tadabur)
  • Ilmu Pengetahuan dengan Kesantunan Pena
  • Menjawab Perang Pemikiran
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Frasa “pena muballigh menentukan masa depan peradaban Islam” adalah metafora yang menekankan bahwa tulisan, karya intelektual, dan dakwah berbasis literasi dari para ulama/pendakwah memiliki peran krusial dalam membentuk arah, kemajuan, dan kejayaan umat Islam di masa depan.

Dalam sejarah Islam, ungkapan ini sejalan dengan tradisi keilmuan para ulama besar yang karya tulisnya (kitab-kitab) terbukti mampu menjaga peradaban Islam hingga hari ini.

Pemikiran cendekiawan masa lalu diabadikan melalui pena, menjadikannya fondasi bagi peradaban modern. Tulisan para muballigh atau cendekiawan muslim menjadi rujukan dalam memahami agama, moralitas, sains, dan sosial.

Pemikiran yang tertuang dalam buku atau artikel akan terus memandu generasi penerus. Oleh karenanya diharapkan Peradaban Islam akan terus berkembang, melalui pena, para muballigh dapat merumuskan ijtihad dan solusi atas masalah-masalah modern (seperti ekonomi syariah, etika politik, dan teknologi), sehingga Islam tetap relevan, progresif, dan sesuai dengan intelektual kritis yang konstruktif pada setiap jamannya. Allah Ta’ala berfirman dalam Az Zumar ayat 9:

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: ‘Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”

Ayat ini adalah landasan teologis utama bagi jihad literasi, yaitu membaca, menulis, dan menyebarkan ilmu. Dan ayat ini juga menegaskan keutamaan kedudukan orang yang berilmu (memiliki literasi dan pengetahuan) dibandingkan yang tidak.

Dalam konteks pena Muballigh jika dihubungkan dengan ayat tersebut, maka terkandung makna perintah kepada para Dai disamping melakukan berdakwah Bil Hal, juga pentingnya untuk melakukan dakwah Bil Qolam (Pena Tulisan). Sebagaimana Sebuah Analogi sedehana seperti menulis resep dokter. Resep itu ditulis agar pasien tahu obat apa yang harus diminum untuk sembuh. Sama seperti dakwah dengan media, maka tulisan-tulisan Muballigh dalam bentuk artikel, dan atau buku itu diibaratkan seperti “resep” agar manusia tahu jalan kebaikan menuju surga.

Mengapa demikian? karena berdakwah Bil Qolam itu dipandang cukup efektif dan efisien sebagai media dakwah dalam menyampaikan pesan-pesan suci dari Ilahi kepada umat alam semesta. Oleh karenanya ayat di atas memotivasi umat Islam pada umumnya, dan Muballigh pada khususnya untuk terus menghidupkan semangat membaca, menulis, melakukan observasi (tadabur) terhadap kondisi terkini keumatan, dan menyebarkan ilmu yang diiringi dengan keimanan dan akhlak mulia.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al Ankabut ayat 18 :

وَإِن تُكَذِّبُوا۟ فَقَدْ كَذَّبَ أُمَمٌ مِّن قَبْلِكُمْ ۖ وَمَا عَلَى ٱلرَّسُولِ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ

“Dan jika kamu (orang kafir) mendustakan, maka umat yang sebelum kamu juga telah mendustakan. Dan kewajiban rasul itu, tidak lain hanyalah menyampaikan (agama Allah) dengan seterang-terangnya”.

Ayat ini menegaskan bahwa penolakan terhadap kebenaran adalah sebagai bentuk ujian dakwah para Da’i, sedangkan tugas utama setiap para Da’i hanyalah menyampaikan ajaran Allah dengan jelas di atas landasan Ilmu dan Akhlakul Karimah. Ini berarti dakwah berlandaskan bukti, logika, dan pemahaman lewat pena adalah cara atau metode yang paling efektif untuk menentukan arah peradaban Islam yang akan datang.

Di era digital saat ini, maka pena mewakili literasi, karya tulis, dan konten positif. Berdakwah dengan pena digunakan untuk meluruskan narasi yang menyimpang dan memberikan kritik yang konstruktif sekaligus solusi atas berbagai persoalan sosial.

Maka jelaslah dalam hal Dakwah Bil Qolam, adalah merupakan pilihan bagi para Muballigh yang tidak atau belum terbiasa berdakwah dari mimbar ke mimbar.

Dengan begitu Dakwah dengan pena yang disampaikan dengan hikmah (kebijaksanaan) akan memberikan kesan yang mendalam dan terpatri kuat dihati para pembaca (Mad’u) untuk melakukan perubahan sikap, dan perbuatan kearah yang lebih baik dari sebelumnya.

Oleh karenanya berdakwah melalui tulisan sangat penting karena tulisan bersifat abadi, dapat menembus batas ruang dan waktu, serta mampu menjangkau jutaan pembaca.

Dakwah ini menjadi sarana dakwah yang efektif, mengabadikan ilmu, dan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Berikut adalah faktor-faktor yang menjadikan dakwah dengan tulisan ( Pena atau Digital ) yang akan menentukan arah peradaban Islam yang akan datang , yaitu:

Menghidupkan Tradisi Observasi (Tadabur)

Tulisan memungkinkan pembaca untuk membaca ulang, merenungkan (mentadaburi) isi pesan, dan menjadikannya rujukan kapan saja mereka membutuhkannya. Allah Ta’ala berfirman dalam surat shad ayat 29:

كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

“Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS: Shad: 29)

Dalam ayat ini terkandung makna agar dai yang berdakwah melalui literasi (membaca dan menulis), untuk memperhatikan materi dakwahnya. Hal itu agar masyarakat dapat mengikuti seruan dakwah secara sukarela tanpa paksaan.

Ilmu Pengetahuan dengan Kesantunan Pena

Bagi para muballigh yang memilih jalan berdakwah dengan pena dan mengedepankan watak, dan karakter yang ramah, serta santun kepada obyek dakwahnya, adalah cara utama untuk melestarikan ajaran dan pemikiran Islam agar tidak mudah diubah oleh zaman.

Sedangkan berdakwah tanpa pena dan keramah tamahan (budaya santun), maka sejarah dan ilmu agama akan hilang, dan ditinggalkan oleh followersnya (pengikutnya).

Allah Ta’ala berfirman dalam Al Imran ayat 159:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya.”

Ayat ini menegaskan, dakwah dengan pena adalah media dakwah yang efektif dalam membangun peradaban Islam berkemajuan. Dan peradaban itu sendiri haruslah dimaknai dengan dakwah berdasarkan Ilmu dan Akhlak yang baik dalam menyampaikan pesan wahyu dari Allah Ta’ala kepada semua manusia.

Menjawab Perang Pemikiran

Disamping tulisan adalah media dakwah yang efektif, juga sebagai senjata efektif dan efisien untuk membendung hoaks atau pemikiran menyimpang.

Aktivitas ini juga menjadi sarana untuk meluruskan kesalahpahaman tentang ajaran Islam di ruang publik. Allah Ta’ala berfirman dalam surat An Nahl ayat 125:

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Ayat ini mengandung arti, bahwa Allah memerintahkan kepada para Da’i agar menyeruh manusia menuju agama Islam dengan cara yang penuh kebijaksanaan dan memberi mereka pelajaran yang bermanfaat dengan penuh kelembutan, serta mendebat orang-orang yang menyelisihinya dengan cara yang baik dan dengan dalil-dalil yang kuat.

Kesimpulan

Dakwah dengan pena adalah sarana abadi yang melestarikan ilmu, membentuk pola pikir masyarakat, dan menjadi fondasi utama kemajuan peradaban. Karya tulis seorang muballigh menjadi referensi yang bertahan melintasi zaman, menjangkau audiens yang lebih luas dan terdidik, serta menjadi penentu arah masa depan umat Islam. Wallaahu ‘Alamu Bish Shawwab.*

Ketua Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islamiyyah Indonesia (DDII) Sidoarjo (2024–2029).
Anggota Majelis Pemberdayaan Wakaf PDM Kab. Sidoarjo (2022–2027)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahliterasiperadaban Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya senjata israel Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Empat Negara Islam Sepakat Hidupkan Kembali Jalur Kereta Hijaz Warisan Utsmaniyyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

Berita
1 September 2026 09:01
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?