Hidayatullah.com– Dua puluh dua orang tewas akibat hujan deras yang jarang terjadi di Kolombia, sementara ribuan keluarga terpaksa mengungsi, kata pihak berwenang.
Pejabat Kolombia, hari Senin (9/2/2026), mengkonfirmasi bahwa 14 kematian terjadi di wilayah Cordoba dan Sucre, dengan sedikitnya 9.000 rumah terdampak.
Penduduk berusaha menyelamatkan harta benda mereka di tengah banjir setinggi pinggang orang dewasa dengan menggunakan perahu-perahu motor dan berbagai kendaraan rakitan.
“Kami kehilangan semuanya, seluruh harta benda kami, semua perabotan. Dan kami sangat khawatir karena kami tidak tahu apa yang akan terjadi,” kata Enid Gomez, yang tinggal di ibu kota Cordoba, Monteria, kepada AFP.
Tujuh orang tewas akibat tanah longsor di wilayah Narino pada hari Jumat, ketika aliran sungai yang meluap akibat hujan deras menyebabkan rumah-rumah terkubur dalam lumpur, kata pihak berwenang setempat.
Angin dari utara Amerika berhembus ke kawasan pesisir Kolombia yang menghadap Laut Karibia menambah curah hujan hingga 64 persen bulan lalu dibandingkan rata-rata historis, kata badan pemantau cuaca nasional Ideam.
Hujan deras pada waktu seperti ini jarang terjadi di Kolombia.
Perubahan iklim mengacaukan periode kering dan basah di Kolombia, yang memiliki iklim tropis dan tidak memiliki perbedaan musim yang jelas.*




