Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Pemerintah Perkuat Respons Terpadu Atasi Tantangan Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 6 Maret 2026 14:33 2:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 6 Maret 2026 16:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Pemerintah memperkuat langkah terpadu dalam merespons meningkatnya tantangan kesehatan jiwa pada anak dan remaja. Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (05/03/2026).

Pertemuan yang dipimpin oleh Pratikno itu menghasilkan kesepakatan lintas kementerian dan lembaga melalui kerangka “Program Bersama 9 K/L”. Program ini dirancang untuk memastikan penanganan kesehatan jiwa anak dan remaja dilakukan secara lebih terintegrasi, sistematis, dan berkelanjutan.

Dalam rapat tersebut, Pratikno menekankan pentingnya penguatan koordinasi antar sektor agar respons pemerintah tidak lagi bersifat parsial atau reaktif. Menurutnya, penanganan kesehatan mental harus dilakukan secara komprehensif, mencakup aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

Sementara itu, Nasaruddin Umar menyatakan bahwa Kementerian Agama siap mengambil peran strategis dalam memperkuat promosi kesehatan mental, edukasi, serta sistem deteksi dini di lingkungan pendidikan keagamaan dan komunitas.

“Kementerian Agama memiliki infrastruktur sosial dan pendidikan yang luas. Dengan puluhan ribu madrasah dan pesantren, guru bimbingan konseling, serta ratusan ribu rumah ibadah, kami siap berkontribusi dalam sistem deteksi dini dan dukungan berbasis komunitas,” ujar Nasaruddin.

Baca Juga

AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Menurutnya, lembaga pendidikan keagamaan memiliki modal sosial yang kuat, seperti kedekatan emosional antara pendidik dan peserta didik, pembinaan karakter, serta praktik kebersamaan yang terstruktur. Hal tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam membangun rasa aman dan ketahanan diri anak.

Ia menambahkan, sejumlah survei menunjukkan bahwa masyarakat menilai madrasah dan pondok pesantren sebagai lingkungan pendidikan yang relatif aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

“Kepercayaan ini harus dijaga dengan penguatan sistem pengawasan dan pengelolaan yang baik,” tambahnya.

Sebagai bagian dari komitmen bersama, Nasaruddin Umar bersama delapan kementerian dan lembaga lainnya juga menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Penguatan Penanganan Kesehatan Jiwa Anak dan Remaja.

Selain itu, Menteri Agama menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan keagamaan, khususnya guru bimbingan konseling di madrasah dan pesantren. Ia mengusulkan adanya standardisasi kompetensi serta program pelatihan berkelanjutan melalui kerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait.

“Guru BK memiliki peran strategis dalam mengenali perubahan perilaku anak. Namun untuk persoalan yang bersifat klinis, tentu diperlukan sinergi dengan tenaga profesional seperti psikolog dan tenaga medis,” jelasnya.

Dalam konteks tersebut, Kementerian Agama juga mendorong pesantren yang memiliki kapasitas besar untuk melengkapi layanan internalnya dengan tenaga kesehatan, seperti dokter, perawat, dan psikolog. Upaya ini diharapkan mampu menghadirkan sistem penanganan yang lebih komprehensif serta memperkuat komitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari kekerasan.

Nasaruddin menegaskan, pendekatan spiritual yang diajarkan secara tepat dapat menjadi sumber ketahanan (resiliensi) bagi anak dan remaja dalam menghadapi tekanan kehidupan.

“Pembinaan spiritual yang terorganisir akan membentuk kohesi nilai dan ketahanan pribadi. Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan yang suportif dan penuh kasih akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan zaman,” pungkasnya.*

Redaktur: Admin Hidcom
Wartawan: Azim Arrasyid
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anak dan RemajaKesehatan Jiwakesehatan mental
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Grand Mufti Libya: AS-Israel Berupaya Seret Negara-Negara Arab ke dalam Konflik
Tulisan selanjutnya Bukan Iran, Laporan Sebut Serangan ke Saudi Diduga Dilakukan Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

2 September 2026 15:07
Berita

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

1 September 2026 12:00
Berita

Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya

1 September 2026 09:01
Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

31 Agustus 2026 22:46
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?