Hidayatullah.com– Arab Saudi hari Sabtu (4/4/2026) mengecam serangan yang menarget sebuah rumah sakit di distrik al-Jabalain di negara bagian Nil Putih (White Nile) oleh pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF).
“Pihak Kerajaan [Arab Saudi] menegaskan kembali bahwa tindakan-tindakan mencederai ini tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apapun dan termasuk pelanggaran berat terhadap hukum internasional, hukum kemanusiaan internasional serta ajaran mendasar Islam yang sejati,” bunyi sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi seperti dilansir Al-Arabiya.
Saudi menuntut segera diakhirinya pelanggaran itu serta menuntut komitmen terhadap Jeddah Declaration of Commitment to Protect the Civilians of Sudan yang dibuat pada tahun 2023.
“Kerajaan [Arab Saudi] menegaskan kembali posisinya yang teguh dalam menyerukan pelestarian persatuan Sudan dan lembaga-lembaga sahnya,” kata pernyataan tersebut, menegaskan bahwa Riyadh hanya akan menanggapi aspirasi rakyat Sudan dan implementasi keselamatan dan stabilitas rakyatnya.
Sudan terjerumus ke dalam perang saudara sejak April 2023 antara tentara reguler pemerintah dan pasukan paramiliter RSF.
Arab Saudi berkomitmen kuat untuk membantu upaya penghentian konflik tersebut. Pada Mei 2023, negara itu memfasilitasi penandatanganan Jeddah Declaration of Commitment to Protect the Civilians of Sudan yang disepakati kedua pihak yang berseteru, yang mewajibkan mereka untuk melindungi warga sipil, memperbolehkan bantuan kemanusiaan masuk ke negara itu, serta menuntut para pihak supaya mematuhi hukum internasional.*




