Hidayatullah.com– Paus Leo XIV akan melakukan pertemuan tertutup dengan para penyintas kejahatan seksual pendeta selama kunjungan empat hari ke Prancis bulan depan.
Hari Jumat (7/8/2026), Vatikan mempublikasikan itinerari perjalanan 25-28 September itu — kunjungan resmi kepausan pertama ke Prancis sejak kunjungan Paus Benediktus XVI tahun 2008.
Vatikan mengatakan para penyintas sendiri ikut membantu penyelenggaraan pertemuan itu, yang waktu dan tempatnya akan dikonfirmasi kemudian, lapor Associated Press.
Kunjungan ke Prancis itu meyusul lawatan Paus Leo belum lama ini ke Spanyol, di mana dia bertemu dengan enam korban pencabulan oleh pendeta dan berjanji bahwa Gereja Katolik akan membantu upaya-upaya guna menanggulangi kejahatan seksual.
Isu tersebut masih panas di Prancis, di mana penyelidikan tahun 2021 menemukan bahwa sekitar 330.000 anak di bawah umur menjadi korban kejahatan seksual rohaniwan atau orang awam yang bekerja mengurus gereja selama kurun 7 dekade.
Bulan lalu, Paus Leo menunjuk uskup Prancis Thibault Verny untuk memimpin komisi pelindungan anak yang dibentuk Vatikan, sebagai langkah untuk memastikan bahwa isu itu masih menjadi bagian dari agenda penting Vatikan.
Pada bulan Mei, sebuah kelompok yang mewakili para korban dari sebuah sekolah Katolik di dekat Lourdes meminta kesempatan audiensi dengan Paus Leo untuk menyerahkan proposal reformasi.
Leo, orang Amerika Serikat pertama yang diangkat menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik Roma, selama di Prancis akan melakukan pertemuan dengan Presiden Emmanuel Macron di Istana Kepresiden Élysée dan berpidato di markas besar UNESCO sebelum menghadiri sesi doa malam di Katedral Notre-Dame Cathedral dan berkumpul dengan para pengikutnya dari kalangan muda di malam hari di Stade de France.
Paus Leo juga akan mengunjungi Maison Bakhita dan Place de la Concorde, yang diperkirakaan akan menyedot perhatian ratusan ribu orang.Dia kemudian akan berangkat ke Lourdes, salah satu tempat ziarah terkemuka umat Katolik, di mana dia akan berdoa di Grotto of the Apparitions, bertemu para peziarah yang sakit beserta perawat mereka, mengikuti tradisi prosesi rosario obor sebelum menggelar misa di ruang terbuka pada hari Ahad.
Perjalanan itu akan berakhir pada 28 September di Metz, dekat perbatasan dengan Luxembourg dan Jerman, dengan sebuah pertemuan lintasagama di sebuah aula konfrensi yang diberi nama Robert Schuman, seorang pengikut Katolik yang dikenal sebagai negarawan Prancis dan dianggap sebagai bapak pendiri integrasi Eropa.
Kunjungan ke Prancis itu merupakan lawatan macanegara Paus Leo keempat tahun ini, yang akan dilanjutkan dengan tur bulan November ke Uruguay, Argentina dan Peru.*




