Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 8 Juli 2026 16:17 4:17 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 8 Juli 2026 16:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Entitas Zionis ‘Israel’ menggunakan perjanjian air dan gas untuk menekan Yordania. ‘Israel’ dilaporkan menolak memperbarui perjanjian air dengan Yordania yang berakhir pada penghujung 2025 kecuali dengan syarat negara Arab tersebut menulakkan kritiknya terkait Gaza dan memulihkan hubungan diplomatik.

Selama satu dekade, gerakan anti-normalisasi Yordania telah mengecam perjanjian tersebut dan memperingatkan bahwa ‘Israel’ akan menggunakannya sebagai senjata untuk menyetir sikap politik Yordania.

Perjanjian perdamaian Wadi Araba tahun 1994 antara ‘Israel’ dan Yordania mewajibkan ‘Israel’ untuk memasok 50 juta meter kubik air setiap tahunnya ke Yordania, salah satu negara yang paling kekurangan air di dunia.

Pada tahun 2021, ‘Israel’ setuju untuk menggandakan jumlah ini menjadi 100 juta meter kubik per tahun sebagai bagian dari kerangka kerja air untuk energi yang lebih luas yang dimediasi oleh UEA. Perjanjian tambahan 50 juta meter kubik tersebut kini telah berakhir, dengan ‘Israel’ menolak untuk memperbaruinya tanpa konsesi politik dari Amman.

Para pejabat ‘Israel’, melansir Quds News Network pada Rabu (08/07/2026), mensyaratkan pasokan volume tambahan tersebut bergantung pada Yordania yang melunakkan retorikanya terhadap ‘Israel’ dan memulihkan hubungan diplomatik penuh.

Baca Juga

Iran Eksekusi Pria yang Didakwa Membantu Amerika dan Israel Semasa Protes Anti Rezim
MBS akan Mengunjungi Prancis Melihat Peluang Investasi
Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
Puluhan Orang Diculik Saat Shalat Jumat di Nigeria
Bus Aparat Keamanan Suriah Meledak Dekat Damaskus

Raja Abdullah dari Yordania menolak permintaan berulang dari Netanyahu untuk bertemu pada bulan Maret, dengan perpanjangan perjanjian air tercantum sebagai salah satu syarat Abdullah untuk menyetujui pertemuan tersebut.

Seorang pejabat Zionis yang tidak disebutkan namanya menyatakan posisi ‘Israel’ secara blak-blakan: “Yordania membutuhkan air, tetapi ketika Anda membantu tetangga Anda, Anda mengharapkan hubungan yang lebih hangat. Jika ada pertemuan, semuanya akan dibahas: normalisasi, air, dan penguatan hubungan bilateral.”

Inilah tepatnya yang dikhawatirkan oleh warga Yordania. Gerakan anti-normalisasi Yordania, selama beberapa dekade, telah memperingatkan pemerintah mereka bahwa ‘Israel’ akan menggunakan kesepakatan gas dan air sebagai alat pemerasan terhadap Yordania.

Ketika Yordania menandatangani surat niat untuk membeli gas dari ‘Israel’ pada tahun 2014, diikuti oleh perjanjian resmi pada tahun 2016, kesepakatan tersebut memicu protes publik sejak berita tersebut bocor.

Penolakan dan aksi demonstrasi terus terjadi sejak itu. Para pengunjuk rasa menggunakan slogan “gas musuh adalah pendudukan,” mencatat bahwa gas tersebut berasal dari perairan lepas pantai Palestina di Mediterania.

‘Israel’ menghentikan ekspor gas ke Yordania setidaknya dua kali: sekali selama serangannya ke Gaza pada tahun 2021, dan sekali lagi pada Juni 2025 selama serangan AS-Israel terhadap Iran, ketika mereka menutup ladang gas Leviathan dan Karish, dengan menyatakan keadaan kahar (force majeure).

Pada tahun 2021, ribuan warga Yordania memprotes perjanjian pertukaran air untuk energi yang ditengahi oleh UEA. Membawa slogan “Normalisasi adalah pengkhianatan,” para demonstran mengecam keras kesepakatan yang juga mereka sebut sebagai “perjanjian yang memalukan”.

Para pengunjuk rasa termasuk partai oposisi, kelompok suku, dan serikat pekerja. Mahasiswa universitas ditangkap karena memprotes kesepakatan tersebut. Banyak warga Yordania menganggap perjanjian tersebut hanya memperdalam ketergantungan pada entitas Zionis yang tidak dapat dipercaya untuk menghormati komitmennya, terutama selama mereka terus menduduki tanah Palestina dan melancarkan perang di Gaza.

Peringatan tersebut terbukti akurat. Pejabat ‘Israel’ juga mengaitkan perpanjangan perjanjian air dengan kondisi politik, termasuk moderasi retorika publik dan pemulihan keterlibatan diplomatik penuh, sementara Yordania enggan terlihat menukar pendiriannya tentang Gaza dan Tepi Barat dengan air.

Karena pembicaraan berlarut-larut tanpa kesepakatan, pengaturan tambahan 50 juta meter kubik berakhir; sejak akhir tahun 2025, pasokan telah kembali ke 50 juta meter kubik per tahun yang disediakan berdasarkan perjanjian perdamaian saja.

‘Israel’ dan Yordania tidak lagi memiliki duta besar di negara masing-masing sejak tahun 2023, ketika penjajah memulai genosida di Gaza. Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, termasuk di antara pengkritik paling vokal negara Arab terhadap perilaku ‘Israel’ di Gaza, berulang kali menyerukan pertanggungjawaban dan mengutuk skala kematian warga Palestina. Pejabat ‘Israel’ menyebut pernyataan publik Safadi secara khusus sebagai alasan untuk menolak memperbarui perjanjian air tersebut.

UEA telah mengusulkan pertemuan puncak trilateral di Abu Dhabi yang melibatkan menteri energi ‘Israel’, Yordania, dan UEA untuk mengatasi perselisihan tersebut, bersamaan dengan diskusi tentang inisiatif Kemakmuran yang lebih luas, sebuah proyek desalinasi yang pada akhirnya akan memasok Yordania dengan 200 juta meter kubik air setiap tahunnya sebagai imbalan atas listrik tenaga surya Yordania. ‘Israel’ telah menyatakan minatnya pada pertemuan puncak tersebut. Posisi Yordania mengenai pertemuan semacam itu belum dikonfirmasi.

Yordania telah mulai memperluas alternatif air domestik termasuk Pengangkut Air Nasional, sebuah proyek desalinasi besar di Laut Merah yang dirancang untuk memasok Amman secara independen dari air ‘Israel’. Setelah beroperasi, sistem ini tidak akan menghilangkan kebutuhan air lintas batas, tetapi akan mengurangi pengaruh politik yang dapat dilakukan oleh negara tetangga mana pun terhadap pasokan air Yordania.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Headlinekrisis airPerjanjian Air Israel-YordaniaTimur Tengah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
Tulisan selanjutnya Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Luncurkan Buku Sejarah Peradaban Islam, Buya Amirsyah Tekankan Pentingnya Adab dan Ibrah Sejarah

Berita
20 Agustus 2026 11:35
MBS akan Mengunjungi Prancis Melihat Peluang Investasi
Amerika Serikat Setujui Penjualan Pesawat Pengisi Bahan Bakar Bernilai $4,5 Miliar ke Qatar
Pendiri Raksasa Properti China Evergrande Dibui Seumur Hidup
BMIWI Gelar Seminar Kemerdekaan, Angkat Isu Ketahanan Keluarga dan Solidaritas Palestina-Sudan

Terbaru

  • Iran Eksekusi Pria yang Didakwa Membantu Amerika dan Israel Semasa Protes Anti Rezim
  • MBS akan Mengunjungi Prancis Melihat Peluang Investasi
  • Tifatul Sembiring Paparkan Pemenuhan Hak Dasar Warga Negara dan Payung Hukum Isu LGBT
  • Puluhan Orang Diculik Saat Shalat Jumat di Nigeria
  • Bus Aparat Keamanan Suriah Meledak Dekat Damaskus
  • Iran Desak Qatar Pindahkan Pilotnya ke Rumah Sakit di Darat
  • Cuaca Panas, Singapura Pangkas Khutbah Jumat
  • Iran Izinkan Sejumlah Kapal Tanker Iraq Melewati Selat Hormuz
  • Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer
  • Pendiri Raksasa Properti China Evergrande Dibui Seumur Hidup

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Iran Desak Qatar Pindahkan Pilotnya ke Rumah Sakit di Darat

23 Agustus 2026 09:24
Berita

Cuaca Panas, Singapura Pangkas Khutbah Jumat

23 Agustus 2026 03:56
Berita

Iran Izinkan Sejumlah Kapal Tanker Iraq Melewati Selat Hormuz

22 Agustus 2026 16:48
Berita

Kuwait dan Amerika Sepakat Memperdalam Kerja Sama dan Integrasi Militer

22 Agustus 2026 15:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?