Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Lawan Polisi, Aktivis Akar Rumput Amerika Merusak Kamera Pengawas Flock Satu Per Satu

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Agustus 2026 18:05 6:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Agustus 2026 18:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Gerakan akar rumput melawan kamera-kamera pengawas yang memindai nomor plat kendaraan masyarakat semakin meluas ke berbagai wilayah Amerika Serikat. Para aktivis peduli hak privasi gencar melancarkan kampanye daring dan sebagian bahkan bertindak langsung dengan mematikan atau merusak kamera-kamera tersebut.

Perusahaan rintisan Flock dalam beberapa tahun saja sudah memasang lebih dari 100.000 kamera pembaca plat nomor di seluruh penjuru negeri. Departemen kepolisian, asosiasi pemilik rumah dan bisnis memanfaatkannya untuk melacak kendaraan dan dalam penyelidikan tindak kejahatan.

Namun para penentangnya mengatakan teknologi itu memberi pihak berwenang peluang yang sangat luas untuk memata-matai pergerakan warga biasa dan berisiko merusak privasi dan kebebasan sipil.

Reaksi negatif masyarakat terhadap kamera pengawas itu sudah meluas melampaui aktivis individu, dengan kelompok-kelompok daring memetakan lokasi kamera, berbagi cara untuk memblokir lensa kamera, dan bahkan memuji orang-orang yang ditangkap karena merusak kamera-kamera tersebut.

Grup Facebook DeFlock America memiliki lebih dari 600.000 anggota dan terus bertambah sebanyak ribuan setiap harinya.

Baca Juga

Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

“Saya sebenarnya sudah tidak terlalu takut lagi,” kata pemuda berusia 20 tahun yang dikenal sebagai Nomark kepada AFP, setelah dia merusak sekitar 30 kamera pengawas yang berada di dekat rumahnya di daerah Minneapolis. Dia memiliki sekitar 500.000 pengikut di Instagram, yang mengajak publik untuk menentang pemasangan kamera-kamera Flock.

Kamera Flock berbeda dari sistem kamera pengawasan tradisional karena tidak merekam video, melainkan mengambil gambar diam yang menangkap merek, model, warna, plat nomor, dan fitur-fitur khas lain dari kendaraan contohnya seperti stiker yang menempel di bagian belakang kendaraan.

Informasi tersebut dapat disimpan sampai satu bulan dan dibagikan di antara pelanggan Flock, bahkan juga dibagikan lintasnegara bagian.

Para penentangnya berpendapat bahwa sistem ini memungkinkan polisi untuk memata-matai pergerakan warga Amerika yang taat hukum tanpa perlu mendapatkan surat perintah dari pengadilan.

Hasil investigasi koran terkemuka Washington Post mendapati sedikitnya 50 petugas kepolisian menyalahgunakan sistem Flock, sebagian besar untuk memantau pacar atau mantan pasangan mereka.

Sejumlah media Amerika juga melaporkan kasus-kasus yang melibatkan petugas yang menggunakan Flock untuk melacak para wanita yang melakukan aborsi – yang dianggap tindakan pidana di beberapa negara bagian AS. Sementara yang lain diduga membagikan data yang mereka peroleh ke agen imigrasi, yang kerap melakukan penangkapan semena-mena terhadap imigran atau pendatang asing.

Pimpinan eksekutif Flock Garrett Langley menuding sebagian oponennya sebagai “terrorists”.

Kampanye itu menarik dukungan dari kalangan politik kiri dan kanan, termasuk kaum libertarian.

Mantan pembawa acara Fox News dan komentator konservatif Tucker Carlson menyebut para pelaku vandalisme itu sebagai “warga Amerika yang baik dan patriotik” yang semata-mata hanya “mengambil tindakan sendiri.”

Di seluruh penjuru negeri, kelompok-kelompok lokal juga melobi para pejabat terpilih untuk mengakhiri kontrak dengan Flock. Sebagian kampanye sudah membuahkan hasil, lansir AFP (10/8/2026).

Menurut perhitungan American Civil Liberties Union (ACLU), lebih dari 70 pemerintahan setingkat kotamadya, dari Los Angeles hingga kota-kota kecil di Virginia, sudah mengakhiri kerja sama mereka dengan Flock dalam beberapa bulan terakhir.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4 di Hari Pemberian Pengakuan Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan
Tulisan selanjutnya Dukung Rakyat Gaza yang Bertahan di Utara, Bulan Sabit Merah Palestina Buka RS Lapangan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan

Berita
24 September 2026 10:39
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
Iran Ancam Gunakan Senjata Baru Jika AS Kembali Serang
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Terbaru

  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
  • Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
  • Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

27 September 2026 09:31
Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Garda Revolusi Pembajakan Pesawat
Berita

Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

27 September 2026 07:18
Berita

Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

27 September 2026 05:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?