Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Kolombia Diguncang Gempa Magnitudo 7,4 di Hari Pemberian Pengakuan Klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Agustus 2026 17:14 5:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Agustus 2026 17:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Pemerintahan Kolombia yang baru hari Senin (10/8/2026) memberikan pengakuan terhadap klaim Zionis Israel atas wilayah Dataran Tinggi Golan, yang dicaploknya dari Suriah pada tahun 1967. Pada hari yang sama negara Amerika Selatan itu diguncang gempa dengan magnitudo 7,4 yang merenggut sedikitnya 164 jiwa.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella hari Jumat (7/8/2026) berhasil naik ke puncak kekuasaan menyusul kampanye bombastis yang menjanjikan hubungan erat dengan Amerika Serikat dan Israel sebagai upaya untuk memerangi kelompok-kelompok bersenjata di dalam negerinya sendiri.

“Pemerintah Kolombia mengakui kedaulatan Israel atas teritori ini, serta hak negara [Israel] untuk melindungi dirinya dari ancaman eksternal,” kata Kementerian Luar Negeri Kolombia lewat pernyataan yang diunggah ke platform X.

“Kolombia mengakui bahwa mempertahankan kendali dan kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan merupakan komponen penting dari pertahanan nasionalnya,” imbuh pernyataan itu, yang dirilis hari Senin (10/8/2026) bersamaan dengan terjadinya gempa besar 7,4 magnitudo di bagian barat negara itu yang menewaskan sedikitnya 164 orang.

Amerika Serikat sampai sekarang merupakan satu-satunya negara yang mengakui aneksasi wilayah Suriah itu pada 1981.

Baca Juga

Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa masih menganggap bahwa dataran tinggi yang subur itu merupakan wilayah kedaulatan Suriah yang dijajah dan diduduki militer Israel.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar mengucapkan terima kasih kepada “sahabat baiknya” De la Espriella atas pengakuan tersebut.

Keduanya telah menyepakati rencana pengakuan itu di kota Barranquilla, Kolombia, katanya, sehari sebelum pelantikan De la Espriella sebagai presiden.

“Perbatasan defensibel sangat penting untuk menjamin kelangsungan hidup bangsa Yahudi di tanah air bersejarah kami,” tulis Saar, yang menghadiri upacara pelantikan De la Espriella, di platform X.

Bulan lalu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menegaskan kembali bahwa Dataran Tinggi Golan adalah bagian dari Suriah, dan menggambarkan pendudukan Israel atas wilayah itu sebagai “sama sekali tidak dapat diterima.”

Pendahulu De la Espriella yang berhaluan kiri, Gustavo Petro, dengan keras mengkritik serangan Israel atas Jalur Gaza, memutuskan hubungan diplomatik dengan Tel Aviv, dan menghentikan impor senjata dari Israel.

De la Espriella, pengusaha jutawan yang didukung pemerintah Amerika Serikat pimpinan Donald Trump, sekarang menjungkirbalikkan kebijakan presiden pendahulunya.

Bulan lalu, dia mengatakan berencana membuka kedutaan besar Kolombia di Yerusalem atau Al-Quds, kota yang termasuk bagian dari wilayah Palestina yang diakui secara sepihak oleh Zionis sebagai ibu kota sesungguhnya negara Yahudi Israel.

Gempa besar di bagian barat Kolombia

Di hari yang sama pengakuan Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel diberikan oleh pemerintah Kolombia, gempa bermagnitudo 7,4 mengguncang bagian barat negara Amerika Latin itu pada dini hari.

Upaya penyelamatan di seluruh Kolombia berlanjut hingga hari kedua pada hari Selasa (11/8), dengan laporan sejauh ini 164 orang tewas dan banyak lainnya mengalami luka-luka.

Gempa tersebut meruntuhkan bangunan-bangunan bertingkat di sejumlah kota seperti Pereira dan Cali, dan merontokkan salah satu menara katedral bersejarah di kota Manizales.

Di Cali, kota berpenduduk sekitar 2,2 juta orang, setidaknya 85 orang tewas. Puluhan bangunan miring atau hancur total, sehingga memaksa warga mengungsi ke jalanan.

Beberapa lantai teratas dari salah satu rumah sakit di kota itu – sebagian di antaranya khusus untuk perawatan anak – runtuh. Akibatnya pasien terjebak, dan sekitar 600 pasien lainnya terpaksa dirawat di jalan yang dipenuhi puing-puing, kata direktur rumah sakit Irne Torres Castro kepada televisi Caracol.

Di Pereira, ibu kota negara bagian Risaralda yang terdampak parah, pihak berwenang melaporkan kematian 66 orang.

Sebagian bangunan di kota itu mengalami kerusakan yang menyolok, dengan seluruh blok perumahan hancur menjadi reruntuhan beton dan baja bengkok.

Sebanyak 13 orang lainnya meninggal di Choco, provinsi pedesaan yang paling dekat dengan pusat gempa, lansir Reuters.

Presiden Abelardo De La Espriella, yang baru menjabat beberapa hari, mengatakan 35 orang tewas di Cali saja, sementara 188 orang hilang. Dia mengatakan 1.000 anggota pasukan keamanan akan dikerahkan ke kota itu, menyusul adanya laporan tentang penjarahan.

Bencana alam tersebut mengingatkan orang akan gempa 1999 yang mengguncang daerah penghasil kopi yang sama, yang kala itu merenggut nyawa lebih dari 1.000 orang.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gempaGolanHeadlineisraelKolombia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Assad Suriah Pengadilan Suriah Jatuhkan Hukuman Mati Atas Bashar al-Assad
Tulisan selanjutnya Lawan Polisi, Aktivis Akar Rumput Amerika Merusak Kamera Pengawas Flock Satu Per Satu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya

Berita
26 September 2026 14:08
Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

Terbaru

  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’
  • Drone ‘Israel’ Meledak, Tewaskan Dua Tentaranya Sendiri
  • Uganda Tangguhkan Kerja Sama Militer dengan Turki Terkait Ekstradisi Pengkritik Presiden Museveni
  • Presiden Brazil Teken Larangan Judi Online
  • Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing
  • Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang
  • Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti
  • Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran
  • Menentang Wajib Militer Para Pelajar Jerman Mogok Sekolah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Pos Polisi Pakistan Dibom Sedikitnya 11 Nyawa Melayang

27 September 2026 09:26
Garda Revolusi Pembajakan Pesawat
Berita

Patuhi Sanksi Amerika, UEA Larang Penerbangan Iran

27 September 2026 07:18
Berita

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia

26 September 2026 17:18
Berita

Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council

26 September 2026 17:14
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?