Hidayatullah.com— Perdana Menteri Ali al-Zaidi menegaskan kembali komitmen pemerintahannya untuk mengakhiri kehadiran militer Amerika Serikat di Iraq tahun ini dalam pertemuan dengan pimpinan US CENTCOM di Baghdad.
Pimpinan United States Central Command Admiral Brad Cooper bertemu dengan PM Ali al-Zaidi pada hari Senin, menurut kantor perdana menteri seperti dilansir Al Arabiya Rabu (12/8/2026).
Saat pertemuan tersebut, al-Zaidi menegaskan kembali komitmen Iraq terhadap jadwal yang sudah disepakati, di mana tanggal 30 September akan menjadi “tanggal tetap dan final” untuk mengakhiri misi militer Global Coalition to Defeat ISIS in Iraq dan menyelesaikan penarikan pasukannya, kata kantornya.
Keduanya juga membahas perkembangan hubungan antara Washington dan Baghdad, yang diperkirakan akan berfokus pada kerja sama ekonomi, pembangunan, dan keamanan setelah berakhirnya misi militer koalisi tersebut.
“Perdana Menteri menyatakan bahwa 1 Oktober akan menandai hari baru dalam perjalanan negara Iraq” kata kantornya, seraya menambahkan bahwa Iraq akan terbebas dari kehadiran militer asing, menjalankan kedaulatan penuh atas wilayahnya, dan terus memperkuat kemampuan militernya untuk melindungi diri secara mandiri.
Al-Zaidi juga berjanji untuk menempatkan semua senjata berada di bawah kendali pemerintah Iraq, sebuah isu yang tetap sangat sensitif mengingat keberadaan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Teheran di Iraq.
Beberapa kelompok tersebut melakukan serangan terhadap pasukan AS di Iraq dan kawasan Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.*




