Hidayatullah.com – Dua tentara penjajah ‘Israel’ tewas dan beberapa lainnya terluka pada Kamis setelah sebuah pesawat nirawak (drone) militer Zionis meledak di dekat unit mereka di Jalur Gaza, menurut media setempat.
Sebagian besar tentara yang terluka mengalami luka serius dan harus diangkut dengan helikopter ke rumah sakit terdekat.
Sejumlah saksi mengatakan melihat helikopter ‘Israel’, yang diyakini mengangkut tentara yang terluka, mendarat di Rumah Sakit Barzilai di Ashkelon.
Militer penjajah ‘Israel’ menyebut insiden itu sebagai kecelakaan, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai situasi atau penyebab ledakan tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah berlanjutnya operasi militer ‘Israel’ di Gaza sejak dimulainya perang pada 7 Oktober 2023, yang mencakup operasi darat berskala besar dan pertempuran di seluruh wilayah tersebut.
Berdasarkan data militer ‘Israel’, sebanyak 968 tentara dan perwira telah tewas sejak awal perang, termasuk 472 orang yang tewas sejak dimulainya invasi darat di Gaza.
Baca juga: Oops! Salah Tembak Lagi Tank Zionis Tewaskan 5 Tentara IDF di Jabalia
Insiden ‘Friendly fire’
Sedikitnya 31 tentara ‘Israel’ tewas dalam insiden friendly fire atau tembakan rekan sendiri dalam agresi darat mereka di Gaza, menurut Radio Tentara ‘Israel’ pada Juli 2025.
Radio tersebut melaporkan bahawa sedikitnya 72 tentara ‘Israel’ telah tewas akibat “insiden operasional” sejak zionis melancarkan invasi daratnya ke Gaza pada 27 Oktober 2023. Jumlah itu merepresentasikan sekitar 16 persen dari 440 tentara ‘Israel’ yang tewas dalam operasi darat.
Insiden operasional yang dimaksud di sini adalah kematian tentara ‘Israel’ secara tidak sengaja, seperti friendly fire atau salah tembak (menewaskan 31 tentara), insiden terkait amunisi (menewaskan 23 tentara), kecelakaan kendaraan (menewaskan 7 tentara), dan insiden penembakan (menewaskan 6 tentara), bunyi laporan tersebut.*
Baca juga: Panik dan Bingung, Sejumlah Tentara ‘Israel’ Tewas karena Ditembak Rekannya Sendiri




