Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Himpitan Ekonomi, Penyebab Orang Kembali Ke Komunitas LGBT

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 November 2014 21:25 9:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 November 2014 21:25
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Selain faktor pola asuh di masa kecil, penyebab terbesar seseorang terjangkit Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) adalah faktor ekonomi. Desakan kebutuhan domestik yang tidak diiringi kesabaran mencari penghasilan halal, sering membuat pelaku kembali ke komunitas LGBT.

Fakta tersebut didapati dr. Dewi Inong Irana Sp.KK, dokter di RSIA Restu Kasih, Jakarta Timur saat bertugas di hampir seluruh daerah di Indonesia.

Sebagai dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK), Inong secara intensif memberi penyuluhan terhadap waria dan gay. Seks bebas diantara mereka memunculkan berbagai Penyakit Menular Seksual (PMS), termasuk HIV/AIDS.

Bekerjasama dengan sebuah LSM, Inong mendampingi para waria dan gay untuk sembuh. Selama bertahun-tahun, berbagai upaya dilakukan. Mulai dari pemahaman tentang kondom yang tidak bisa mencegah PMS dan HIV/AIDS, sampai pelatihan tata rias dan rambut. Dengan keterampilan yang dimiliki, diharapkan para waria dan gay hidup dari penghasilan halal.

Sayangnya, hanya beberapa bulan seusai pelatihan, mereka kembali ke kubangan yang sama. Menjajakan dirinya demi hidup layak yang diimpikan.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

“Asal tahu saja, ya, yang betul-betul waria atau gay, cuma kurang dari dua persen. Yang lainnya jadi LGBT karena masalah sosial-ekonomi. Pingin dapat duit cepat,”tukas Inong pada simposium ”Pengaruh LGBT Terhadap Keluarga dan Ketahanan Nasional”, yang diselenggarakan di Gedung Prof. Dr. Satrio, RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Fenomena yang sama Ia dapati pada lima orang LGBT lainnya. Secara berkala, kelima pasiennya itu berobat di lokasi Inong bertugas pada waktu itu, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Pendampingan yang dilakukan Inong, berhasil membangun kesadaran mereka untuk sembuh. Mereka ingin menata hidup baru. Sayangnya, kesembuhan itu hanya bertahan beberapa bulan saja.

“Empat dari lima pasien saya kembali menjadi LGBT. Cuma satu yang benar-benar sembuh. Itu karena lingkungannya begitu bersahabat, penuh kasih dan terutama oleh teman-temannya, dia diberi pekerjaan,”ungkap Inong panjang lebar pada puluhan anggota Wadah Silaturahmi Muslimah (Wasilah) Wan TNI-Polwan.

Berdasarkan pengakuan keempat LGBT lainnya, Inong menemukan benang merah yang sama. Mereka sulit mendapat pekerjaan layak.

Selain faktor ketidaksabaran merintis karier, tidak sedikit penolakan masyarakat ditujukan pada mereka.

“Mereka bertanya, “Apakah dokter bisa kasih saya pekerjaan?” Tentu saya tidak bisa kasih pekerjaan.

Menurutnya, negara yang harus menyediakan ini. Karena itu, menurutnya ini pekerjaan besar pemerintah untuk mensejahterakan masyarakatnya, pungkas Inong.*

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gayhomoseksuallesbianlgbtTNI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis Ledakkan Rumah Pelaku Penabrak Warga Yahudi
Tulisan selanjutnya Politisi PDIP: Jokowi Tak Akan Turun Cintra Hanya Karena BBM

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

Berita
16 Oktober 2026 14:29
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Zionis Sebut Belanda Sarang Anti-Semit usai Suporter ‘Israel’ Dilarang Tandang
Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?