Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Untuk Apa Belajar Islam di Barat?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Maret 2015 13:15 1:15 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Maret 2015 13:15
Bagikan
Untuk apa belajar Islam di Barat? (ilustrasi)
Bagikan

Oleh: Fadh Ahmad Arifan

SUDAH lama di berbagai kampus bergengsi di Negara Amerika, terdapat fakultas Studi Agama (religious studies). Di fakultas itu biasanya disediakan 6 jurusan: Yahudi, Budha, Kristen, Hindu, studi islam dan filsafat agama.

Ketika melihat daftar dosen-dosen yang tercantum di website kampus, saya amati dosen untuk mata kuliah Yudaisme, Sejarah holocaust, filsafat yahudi dan studi naskah Talmud di Stanford, Yale, Harvard, California, Duke, dan Universitas Chicago, 100% diajar oleh Orang Yahudi sendiri. Tidak ada orang non Yahudi yang dibiarkan mengajar mata kuliah yang berkaitan dengan agama mereka.

Ambil contoh, seorang dosen Wanita di Universitas Stanford bernama Charollete Elisheva fonrobert, Elisheva ini Profesor yang ahli Talmud (mungkin hafal diluar kepala). Selain itu dia dosen tamu di Universitas Karl-Franzens, Austria. Satu lagi, menguasai 6 bahasa asing: Ibrani, Yunani, Latin, Inggris, Jerman dan Prancis. Benar-benar bukan sembarang dosen yang diperbolehkan mengajar di sana.

Adapun Studi Islam (Islamic studies), sejak kemunculan Orientalis, agama ini diteliti habis-habisan oleh sarjana Non Muslim. Tentu saja dengan metodologi andalan mereka seperti Filologi, Kritik Sejarah, Fenemonelogi, dan Hermeneutika. Setelah dirasa mereka “pakar” di Studi Islam, dengan disokong dana yang besar, mereka memberanikan diri membuka jurusan Studi islam.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan

Mereka melakukan publikasi besar besaran baik dalam bentuk buku, majalah, ensiklopedi hingga jurnal ilmiah. Selain publikasi, mereka menawarkan beasiswa, pertukaran mahasiswa hingga suplai dana untuk pelatihan dosen.

Celakanya, generasi muda Islam yang telah menjadi sarjana, sebagian dari mereka kepincut belajar Islam kepada Orientalis, dengan memmunculkan adagium, “Belajar Islam di Barat itu ilmiah banget, sedangkan di Timur tengah ketinggalan zaman karena berbasis hafalan“. Padahal adagium ini tidak benar dan menyesatkan.

Sebaliknya, di Timur Tengah studi Islam hanya diajarkan oleh orang Islam sendiri.

Sebagaimana diawal tulisan ini bagaimana mata kuliah Yudaisme diajarkan oleh orang Yahudi sendiri.

Disamping kepentingan ilmiah, studi Islam di Timur Tengah orientasinya bukan sebatas keilmuan saja, tetapi juga diamalkan serta didakwahkan kepada orang lain. Inilah yang barangkali belum ada di kampus-kampus bergengsi di Barat.

Studi Islam dengan dibarengi amal dan dakwah akan menjadikan ilmu  yang didapat menjadi berkah dan mengalir pahalanya.

Generasi muda Islam yang bangga kuliah di Barat itu seharusnya perlu kita tanyai, ”Apakah setelah lulus, Anda menjadi kritis seperti Dr Rasidji ataukah menjadi seperti Cak Nur dan Harun Nasution?”

Jika tidak, buat apa jauh-jauh belajar Islam ke Barat, bila hasilnya menjadi penghancur kemuliaan agama ini?

Idealnya kalau kuliah ke Barat harusnya belajar sains seperti yang dilakukan Prof Dr BJ Habibie. Ia kuliah ke Jerman untuk mendalami ilmu Aeronautika sampai jenjang doktoral.

Adalah hal lucu, belajar agama Islam kepada non Muslim, yang sejatinya ia tak meyakini Islam dan hanya menganggap Islam sebatas gejala sosial, bukan agama wahyu yang bersumber dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Mudah-mudahan ini menjadi renungan kita bersama, supaya di masa depan, tidak terulang lagi kebiasaan mengirim sarjana Muslim untuk belajar Islam kepada non Muslim.*

Penulis adalah Alumni MAN 3 Malang dan kini Dosen STAI al-Yasini, Kab Pasuruan, Jawa Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerikanon MuslimorientalisPemuda Muslimyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Otoritas Saudi “Perang” Melawan Pendatang Haram
Tulisan selanjutnya Amerika Gelar Sayembara $5 Juta untuk Temukan Bekas Agen FBI yang Hilang di Iran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Berita
15 Oktober 2026 14:10
IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Terbaru

  • Jelang Pemilu ‘Israel’, Trump Dukung Netanyahu Terpilih Kembali
  • Iran Sebut Puluhan Pesawat Maskapai Nasional Hancur dalam Serangan AS-Israel
  • Jutaan Dolar Dana Nasabah Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan Senjata terkait ‘Israel’
  • 60 Ribu Anak Palestina Jadi Yatim Akibat Perang Genosida Zionis ‘Israel’
  • Makin Banyak Pemukim ‘Israel’ yang Hindari Wajib Militer, Jumlahnya Tembus 110.000
  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

5 Januari 2023 14:30
ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?