Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Dien: Perang AS Terhadap Teroris Justru Bangkitkan Islam

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 September 2003 10:45 10:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 September 2003 10:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Majelis Ulama Indonesia berpendapat terorisme hanya bisa diatasi dengan membangun kembali tatanan dunia baru. Perang melawan pihak-pihak yang dituduh sebagai teroris seperti yang dilakukan Amerika Serikat (AS) justru hanya akan menyuburkan terorisme itu sendiri. Demikian dikemukakan Sekretaris Umum MUI Dr Din Syamsuddin dalam Konferensi Muslim Dunia Islam Setelah 11 September 2001 dan Invasi AS ke Irak di Jakarta, Sabtu (6/9). Turut hadir pada konferensi itu antara lain Dr Muhammad Lutfi dari Pusat Kajian Islam dan Timur Tengah Universitas Indonesia, Wakil Ketua Partai Keadilan Sejahtera Al-Mudjanib Yusuf, juru bicara Hizbut Thahir Muhammad Ismail Yusanto, serta editor Majalah Khisalah dari London Dr Imran Waheed. ?Terorisme muncul karena ketidakadilan dan ketimpangan sehingga hanya bisa diatasi dengan membangun kembali tatanan dunia baru, bukan dengan perang melawan terorisme. Perang melawan teror, apalagi dengan kesombongan menyerang negara lain seperti Iraq dan Afghanistan dan entah siapa lagi justru akan menyuburkan terorisme,? kata Din. Ditegaskannya, terorisme dalam ajaran Islam merupakan tindakan atau perbuatan yang merusak dan tidak dibenarkan. Din lalu memaparkan bahwa yang dibutuhkan untuk melawan terorisme adalah menciptakan tatanan dunia yang baru dengan menghimpun masyarakat cinta damai yang tergabung menjadi kekuatan dunia bersatu menegakkan keadilan dunia. Upaya merusak Islam dengan perang melawan teror oleh AS sebenarnya sudah berlangsung sebelum peristiwa pemboman WTC tanggal 11 September 2001. Hal itu bisa dilihat dengan jelas melalui kebijaksanan AS terhadap Palestina. ? Islam mempunyai sejarah masa lampau yang jaya yang membuat trauma Barat serta kemungkinan kebangkitan Islam,? katanya. Perang melawan teror yang dilakukan AS saat ini ditudingnya sebagai dalih negara adikuasa itu untuk mendapatkan pembenaran atau justifikasi guna merusak dunia Islam. Namun perang terhadap terorisme yang dikampanyekan AS dua tahun belakangan, justru membuka jalan kebangkitan bagi Islam. ?Islam tidak terganggu walaupun teror menjadikan umat Islam sebagai sasaran dan telah menimbulkan stigmatisasi buruk terhadap Islam, lewat kampanye negatif di media asing. Namun meski ada pihak yang ingin merusak Islam, pada kenyataannya yang terjadi adalah kebangkitan Islam di Barat, termasuk di AS sendiri,? sambung Din Syamsuddin. Muslim AS bertambah Dipaparkannya, pemeluk Islam di AS setahun sebelum 11 September hanya 20.000 orang. Namun setahun setelah tragedi WTC jumlah itu meningkat menjadi dua kali lipat atau sekitar 40.000 orang. Contoh lainnya, laku kerasnya Alquran dan buku-buku Islam lain, sebagai indikator banyaknya orang yang ingin tahu tentang Islam, dan merupakan efek positif dari kampanye melawan terorisme. ?Tuduhan radikal terhadap Muslim justru merugikan AS sendiri, karena menjadikan lebih banyak lagi orang yang radikal. Tapi tidak ada hubungannya antara radikal dengan terorisme, orang radikal tidak melakukan teror karena teror tidak punya akar dalam Islam,? tegas Din menambahkan. Terkait dengan fundamentalisme, terorisme, dan radikalisme, di Surabaya , Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) KH Drs A Hasyim Muzadi berpendapat bahwa segala bentuk ketidakadilan AS tidak dapat dilawan dengan fundamentalisme, terorisme, dan radikalisme. ?Kalau AS dilawan dengan fundamentalisme, radikalisme, dan terorisme justru akan di-blow up AS dengan menyudutkan Islam lewat media massa bahwa Islam itu keras dan suka ngebom,? katanya di Surabaya, Sabtu. Muzadi mengemukakan hal itu dalam Bedah Buku Ideologi Kaum Fundamentalis karya pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur, Wonocolo, Surabaya KH Drs Imam Gozali Said MA dengan pembicara lain Dra Hj Faiqoh MHum (Depag RI). Menurut Hasyim Muzadi yang juga pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Malang itu, pemerintah AS saat ini memang sedang berupaya menyudutkan Islam, meski hal itu tak didukung mayoritas rakyat AS sendiri. ?Melawan ketidakadilan AS saat ini memerlukan strategi tersendiri, agar tidak berbalik menjadi Islam yang tersudut, apalagi AS itu pintar dalam mengemas ketidakadilan yang dilakukan dengan strategi yang sangat rapi.? (Ant)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dikira Al Ghozi, Militer Filipina Salah Tembak Orang
Tulisan selanjutnya Washington Tekan Liga Arab Soal Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Orang Terkaya Afrika Bantu Pembangunan Jaringan Pipa BBM antara Ethiopia dan Djibouti

Berita
27 September 2026 08:42
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
Perkuat Ukhuwah, UII Dalwa dan Majelis Ugama Islam Pattani Gelar Dialog Keislaman Melayu-Nusantara
Hujan Deras Merendam Bangkok
Pemerintah Italia Setuju Larangan Burqa dan Niqab, Serta Pembatasan Siswa Asing

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?