Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
BeritaLensa

Melihat dari Dekat Green Energy Station, SPBU Ramah Lingkungan

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 November 2023 20:57 8:57 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Oktober 2023 08:24
Bagikan
Seorang Officer Boy (OB) Mochammad Nur sedang membersihkan totem di SPBU 51.601.65 Jalan Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Jum'at (13/10/2023). Ia beberapa kali terlihat meloncat untuk menjangkau bagian totem yang lebih tinggi dari posisinya berdiri. (Foto: Hidayatullah.com/Achmad Fazeri)
Bagikan

Hidayatullah.com – Jarum jam menunjukkan pukul 9.28 WIB ketika Mochammad Nur, Officer Boy (OB) SPBU 51.601.65, masih sibuk membersihkan totem. Bahkan, ia terlihat meloncat beberapa kali agar bisa menjangkau bagian totem yang lebih tinggi dari posisinya berdiri.

“Untuk rutinitas harian saya hanya bersihkan bagian bawah. Kalau sampai atas itu satu atau dua kali dalam sebulan. Lihat kondisinya juga,” ujar Nur sambil menyeka keringat ketika berbincang dengan hidayatullah.com, Jum’at (13/10/2023).

Ada tampilan yang berbeda dari totem yang dibersihkan Nur dengan totem-totem SPBU konvensional pada umumnya. Di bagian atas totem SPBU 51.601.65, tertera tulisan Green Energy Station (GES) dengan background putih berpadu hijau muda.

GES merupakan One Stop Energy Solution, suatu konsep baru layanan terintegrasi yang dihadirkan bagi masyarakat sebagai konsumen di SPBU Pertamina. GES, saat ini mengusung empat konsep utama meliputi Green, Future, Digital, dan High Tier Fuel.

Keempat konsep tersebut dihadirkan sebagai salah satu komitmen PT. Pertamina Patra Niaga dalam mendukung Grand Strategi Nasional yang telah ditetapkan oleh Pemerintah, khususnya pada program transisi energi serta operasional yang lebih ramah lingkungan.

Baca Juga

Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan

Green; Panel Surya untuk Energi Listrik

Supervisor, Arif Romadhon, hendak membuka panel PLTS di SPBU 51.601.65 Jalan Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Jum’at (13/10/2023). PLTS pada salah satu GES ini menerapkan sistem pemakaian secara langsung hasil konversi sinar matahari menjadi listrik, bukan model saving (menyimpan). (Foto: Hidayatullah.com/Achmad Fazeri)

Supervisor SPBU 51.601.65 Arif Romadhon menjelaskan konsep green maksudnya penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau Solar Photo Voltaic (PV) untuk memenuhi kebutuhan listrik. Artinya, penggunaan inovasi di GES Pertamina ini, menjadi salah satu sumber energi listrik yang mandiri serta ramah lingkungan.

“Untuk panel suryanya di atas atap ada 13. Masing-masing panel ukurannya 1 x 2 meter dengan kapasitasseluruh Solar PV 6,3 Kwp,” kata Arif, panggilan akrabnya, kepada hidayatullah.com, Jum’at (13/10/2023).

Dari semua panel yang terpasang di SPBU 51.601.65, menurut Arif, ketika musim kemarau dengan sinar matahari yang terik, energi listrik yang dihasilkan mampu memenuhi kebutuhan listrik setiap bulannya 10-15% dari total penggunaan listrik untuk operasional.

“Intinya kalau sinar matahari terik hasil energi listriknya juga optimal. Berbeda lagi kalau musim hujan, jarang ada sinar matahari karena mendung. Energi listrik yang dihasilkan pun kurang maksimal. Jadi, tergantung dengan terik dan tidaknya sinar matahari,” jelas Arif.

Selain menghasilkan energi listrik, Arif melanjutkan, penggunaan Solar PV secara signifikan juga dapat memberikan beberapa dampak positif, di antaranya mampu mengurangi polusi, efek rumah kaca, serta efisiensi biaya operasional SPBU.

“PLTS di sini bukan sistem saving, disimpan dulu baru dipakai. Bukan. Kalau di sini, hasil dari energi listriknya langsung terpakai. Jadi tidak ada baterai penyimpanan,” kata Arif sambil membuka sebuah panel di sudut ruangan bagian belakang SPBU.

Future; SPKLU dan SPBKLU

Berikutnya, layanan baru GES yang merepresentasikan konsep future ini mengacu pada Stasiun Pengisian Kendaran Listrik Umum (SPKLU) atau Charging Station (CS) beserta Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) atau Battery Swapping Station (BSS).

Layanan baru ini disiapkan untuk memperkuat serta mempercepat ekosistem hilir Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) di Indonesia.

Akan tetapi, Arif mengatakan, bahwa di wilayah Jawa Timur belum ada SPBU GES yang menyediakan fasilitas SPKLU dan SPBKLU. Sebab, hingga kini memang belum pernah dilakukan survei lapangan untuk pendirian SPKLU maupun SPBKLU. “Kalau wacana sudah sejak lama, tetapi untuk survei hingga saat ini belum ada,” katanya.

Adapun GES yang sudah menyediakan SPKLU maupun SPBKLU, menurut Arif, baru ada di ibukota Jakarta dan Provinsi Bali.

Digital; Aplikasi MyPertamina

Seorang konsumen sedang melakukan pembayaran non tunai melalui aplikasi My Pertamina di SPBU 51.601.65 Jalan Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Jum’at (13/10/2023). Pertamina melakukan upaya digitalisasi yang merupakan satu dari empat konsep utama GES, salah satunya yakni pembayaran non tunai dengan scan QRIS. (Foto: Hidayatullah.com/Achmad Fazeri)

Pada konsep digital, PT Pertamina Patra Niaga terus melakukan digitalisasi dalam rangka memberikan kemudahan layanan serta meningkatkan kualitas pelayanan ritel lewat Standarisasi Sistem Point of Sales (POS) dan pembayaran cashless (non tunai) menggunakan LinkAja melalui aplikasi MyPertamina.

“Aplikasi MyPertamina termasuk platfrom digital yang disiapkan sebagai layanan transaksi terintegrasi di GES,” kata Arif.

Untuk bisa menggunakan aplikasi MYPertamina, konsumen harus mengunduhnya terlebih dahulu melalui Play Store, kemudian menginstalnya di handphone. Ada beberapa fitur yang ditawarkan dalam aplikasi ini yakni Delivery Service, Charging Station, Official Merchandise, Voucher, Kios Matic, dan sebagainya.

Juga ada banyak promo dan potongan harga apabila menggunakan MyPertamina. Termasuk ada sistem poin yang dapat ditukar dengan berbagai voucher menarik.

High Tier Fuel; Pertamax Series dan Dex Series

Seorang konsumen sedang membeli pertamax green di SPBU 51.601.65 Jalan Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Jum’at (13/10/2023). Pertamax green merupakan satu dari sekian produk baru pertamina yang ramah lingkungan. (Foto: Hidayatullah.com/Achmad Fazeri).

Sebagai salah satu program utama Subholding Commercial & Trading, Pertamina Patra Niaga juga menggalakkan edukasi berkelanjutan tentang bahan bakar yang berkualitas. Penggunaan Pertamax Series serta Dex Series, pun menjadi salah satu komitmen atas ketentuan minimal Research Octane Number (RON) jenis bensin, yaitu RON 91.

Untuk produk terbaru dari Pertamax Series yang cukup menarik perhatian adalah Pertamax Green. Yakni, bahan bakar hasil dari pengembangan energi terbarukan berupa campuran pertamax (95%) dengan bioethanol dari molases atau tetes tebu (5%). Pencampuran bensin dengan bahan bakar nabati ini sekaligus ikut membantu pemerintah mencapai target emisi nol bersih atau Net Zero Emission (NZE) 2060.

“Saat awal launching Rp 13.500 per liter, kami bisa menjual hingga 400 liter setiap harinya. Sejak naik harga menjadi Rp 16.000 per liter, penjualannya menjadi turun 150-200 liter per hari,” ungkap Supervisor SPBU 51.601.65 lainnya, Agus Sutrisno, kepada Hidayatullah.com, Jum’at (13/10/2023).

Agus menjelaskan, keunggulan dari pertamax green. Pertama, bahan bakar ramah lingkungan, sebab dibuat menggunakan bahan bakar nabati dengan bauran energi terbarukan. Kedua, formulasi menggunakan blending gasoline ditambah bioetanol 5% dengan kandungan RON 95. Ketiga, penggunaan etanol 5% bisa meningkatkan akselerasi kendaraan.

“Kalau untuk sepeda motor, penggunaan pertamax green saya rasakan memang enak. Lebih responsif di mesin,” aku Agus, sapaan akrabnya.

Karena pertamax green masih berumur jagung, Agus pun meminta para operator pengisian untuk terus melakukan sosialisasi secara langsung ketika melayani para konsumen baik tentang produknya yang ramah lingkungan maupun kelebihannya.

“Persoalannya mungkin lebih ke penyebaran pertamax green yang masih kurang. Khusus lingkup Jawa Timur, paling banyak ada di Surabaya. Tersebar di sekitar 10 SPBU GES,” katanya.

Layanan PDS 135

Supervisor, Agus Sutrisno, sedang membuka aplikasi Pertamina Delivery Service (PDS) 135 di SPBU 51.601.65 Jalan Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Jum’at (13102023). Seluruh orderan yang dipesan customer melalui telpon 135 akan masuk serta tercatat di dalam aplikasi PDS 135 dari SPBU GES terkait. (Foto: Hidayatullah.com/Achmad Fazeri)

Selain mengusung 4 konsep utama tersebut, SPBU GES juga menyediakan layanan Pertamina Delivery Service (PDS). Layanan ini khusus untuk order Pertamax Series dan Dex Series. Konsumen yang ingin menggunakan layanan PDS ini bisa langsung menghubungi Pertamina Call Center 135 atau melalui aplikasi MyPertamina.

Data orderan akan masuk dalam aplikasi PDS 135 yang telah terinstal di komputer supervisor SPBU GES yang berada dalam jangkauan wilayah titik pengantaran.

“Untuk PDS, respon masyarakat cukup bagus. Cuma terkait titik pengantaran yang jangkaunnya jauh membutuhkan waktu cukup lama. Kami nggak bisa milih karena yang menetukan titik pengantaran bukan SPBU, melainkan Pertamina Patra Niaga langsung,” jelas Agus.

Saat ini pengguna layanan PDS masih sangat kecil persentasenya, karena memang belum banyak yang mengentahui. Untuk harganya sama ketika membeli langsung di SPBU, namun ada tambahan ongkos antar sebesar Rp 20.000 untuk sekali jalan. Terkait jumlah pembelian, minimal order sebanyak 10 liter, berlaku kelipatannya.

“Konsumen layanan PDS ini mayoritas dipakai untuk genset, namun ada juga yang buat mobil pribadi,” kata Agus.

Seorang Officer Boy (OB) Mochammad Nur siap menuju lokasi pengguna layanan PDS 135 dari SPBU 51.601.65 di Jalan Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Jum’at (13/10/2023). Untuk bisa menggunakan layanan PDS 135 ini, konsumen harus menyediakan ongkos kirim sebesar Rp 20.000 untuk sekali jalan. (Foto: Hidayatullah.com/Achmad Fazeri)

Hingga Oktober 2023, Pertamina Patra Niaga sudah membangun 391 GES di tanah air. Di wilayah Jawa Timur sendiri terdapat 13 GES. Salah satunya, SPBU 51.601.65 yang beralamat lengkap di Jalan Jemursari No. 113-123, Surabaya, Jawa Timur ini.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:GESGreen Energy StationpertaminaPertamina Patra NiagaSPBUSPBU Ramah Lingkungan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Tulisan selanjutnya Solidaritas Pejuangan Palestina,  Pemhida Gelar Aksi Pengibaran Bendera Onepiece

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Euthanasia Mencakup Hampir 6 Persen Kematian di Belanda

Berita
5 Juli 2026 14:14
Amerika Serikat Kembali Serang Iran, Berdalih Bela Warga Sipil
Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT
Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki

Terbaru

  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM
  • Seorang Dokter Jerman Bunuh Sedikitnya 15 Pasien

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal

9 Juli 2026 18:04
Berita

Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab

9 Juli 2026 16:05
Berita

Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris

9 Juli 2026 15:31
Berita

Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

9 Juli 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?