Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Narendra Modi Dilantik sebagai Perdana Menteri India untuk Periode Ketiga

Ama Farah
Terakhir diupdate: 10 Juni 2024 23:28 11:28 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 10 Juni 2024 23:28
Bagikan
PM Israel Benjamin Netanyahu dan PM India Narendra Modi.
Bagikan

Hidayatullah.com– Narendra Modi telah diambil sumpahnya sebagai perdana menteri India untuk periode ketiga, meskipun harus menggandeng partai lain untuk membentuk pemerintahan koalisi.

Pelantikan Modi dilakukan di istana kepresidenan pada Ahad malam (9/6/2024), menjadikannya politisi India kedua yang berhasil memenangkan jabatan itu tiga kali berturut-turut, lansir The Guardian.

Modi yang tampak bersukacita berdiri di sebelah dua pentolan partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) , Rajnath Singh dan Amit Shah, yang keduanya dipastikan akan kembali menjabat menteri dalam kabinet pimpinan Modi. Ketika dia melangkah ke podium untuk mengucapkan sumpah jabatan di depan Presiden Droupadi Murmu, sorak-sorai terdengar keras mengelu-elukan politisi anti-Muslim tersebut.

Sejumlah kepala negara negara tetangga menghadiri pelantikan Modi, termasuk PM Bangladesh Sheikh Hasina, Presiden Sri Lanka Ranil Wickremesinghe. Turut hadir dalam acara itu dua orang terkaya di India Gautam Adani dan Mukesh Ambani, yang dikenal akrab dengan Modi, serta bintang besar Bollywood Shah Rukh Khan.

Pemerintah periode ketiga Modi ini kemungkinan akan berbeda dengan dua dekade sebelumnya, karena BJP tidak lagi menguasai kursi mayoritas mutlak di parlemen.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Modi harus mengandalkan mitra-mitra koalisi, terutama partai-partai regional yang lebih kecil, guna memastikan suara BJP di parlemen kokoh dan pemerintahan baru yang akan dibentuknya tidak mudah digulingkan.

Ini untuk pertama kalinya Modi, yang sudah biasa berada jauh di depan mengungguli lawan-lawan politiknya, harus berbagi porsi kursi di pemerintahan dengan partai-partai lain yang menjadi mitra koalisinya.

Sebagian analis meyakini kemitraan BJP dengan partai sekuler akan menimbulkan ganjalan tersendiri bagi pemerintahan Modi yang pada dua periode sebelumnya cenderung otoriter dengan kebijakan menomorsatukan kepentingan (warga) Hindu.

Sejak menduduki kekuasaan pada 2014, Modi memoles pemerintahan India yang sebelumnya cenderung sekuler menjadi condong kepada nasionalisme Hindu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaNarendra Modi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah 4 Syarat Utama Hewan Kurban Inilah 4 Syarat Utama Hewan Kurban
Tulisan selanjutnya Abu Ubaidah: Penjajah Bebaskan 4 Tawanan tapi Bunuh Lainnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

3 Juni 2026 12:08
Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

3 Juni 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?