Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Sabun Aleppo Masuk Daftar Warisan Dunia Unesco [Video]

Ama Farah
Terakhir diupdate: 6 Desember 2024 08:03 8:03 am
Ama Farah
Dipublikasikan 6 Desember 2024 08:03
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Badan urusan kebudayaan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa Unesco memasukkan sabun Aleppo yang tersohor ke dalam daftar warisan budaya tak benda dunia.

Para pengrajin sudah membuat sabun tersebut sejak sekitar 3.000 tahun silam. Sabun dibuat dengan menggodok minyak zaitun bersama minyak laurel di dalam panci besar dan membiarkan adonannya mendingin di lantai sebelum kemudian distempel dan dipotong-potong menjadi berukuran kecil. [Lihat cara pembuatannya di video di bawah]

Para pengrajin sabun menggunakan pengetahuan dan ketrampilan tradisional untuk membuatnya, kata Unesco, seraya menambahkan bahwa mereka mengandalkan bahan-bahan alami yang dihasilkan di daerah setempat, dan proses pengeringannya bisa mencapai 9 bulan.

Dari 100 pabrik sabun yang ada di kota kuno itu, hanya 10 yang masih beroperasi. Banyak yang hijrah ke Damaskus atau negara tetangga Turki.

Meskipun demikian, sabun zaitun itu masih menjadi bagian esensial dari keluarga dan masyarakat di kota itu, terutama yang terlibat dalam perniagaannya.

Baca Juga

Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

“Proses produksi kolaboratif mendorong persatuan di masyarakat dan keluarga,” kata Unesco, seperti dilansir AFP.

Selain sabun Aleppo – yang juga dikenal dengan sebutan savon d’alep dalam bahasa Prancis – hari Selasa (3/12/2024) Unesco juga memasukkan ke dalam daftar yang sama musik tradisional kota itu, Al-Qudoud al-Halabiya.

Aleppo sendiri, yang dinyatakan sebagai situs warisan dunia pada 1986, pada 2013 juga dimasukkan ke dalam daftar List of World Heritage in Danger, disebabkan banyaknya kehancuran dan kerusakan di kota itu akibat konflik bersenjata yang sampai sekarang masih berlangsung.

Proses pembuatan sabun zaitun Aleppo.

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AlepposabunsuriahUnesco
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Usai Penjual Es, Video Lawas Miftah Merendahkan Sinden Senior Yati Pesek Viral
Tulisan selanjutnya Sinagoge di Melbourne Kebakaran Jemaat Berlarian Menyelamatkan Diri

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah

Berita
31 Agustus 2026 20:04
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

31 Agustus 2026 20:47
Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

31 Agustus 2026 20:11
Berita

Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

31 Agustus 2026 19:36
Berita

Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

31 Agustus 2026 17:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?