Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI Gelar Konferensi Asia Pasifik untuk Palestina, Targetkan Tiga Agenda Penting

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2025 10:31 10:31 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Oktober 2025 10:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI hari ini menggelar konferensi pers di Kantor Pusat MUI, Jakarta, untuk mengumumkan persiapan Konferensi “Asia Pacific Dialogue for Palestine”. Acara ini diklaim sebagai manifestasi dari “nafas perjuangan kemerdekaan Indonesia” yang termaktub dalam konstitusi.

Daftar isi
  • Tiga Gagasan Utama dan Deklarasi Final
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Konferensi akbar ini diagendakan berlangsung pada 7 hingga 8 November 2025, dengan puncak acara dan pernyataan sikap politik di Gedung DPR RI.

Ketua BKSAP DPR RI, Mardani Ali Sera, dalam keterangannya menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina adalah isu fundamental bagi Indonesia. “Kami [DPR] akan pasang badan pada acara tanggal 8 November di DPR. Ini bukan hanya masalah Islam, tetapi masalah kemanusiaan dan penjajahan,” tegasnya.

Ia juga menyambut baik kolaborasi dengan MUI. “Saya bangga bisa bersama MUI, yang merupakan institusi paling representatif dan paling dipercaya di Indonesia, yang suaranya jelas terkait Palestina. Ini mewakili semua Indonesia, bukan cuma ulama yang fakih,” ujar Mardani.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, MA, menyatakan bahwa tujuan konferensi adalah untuk mendorong penguatan aliansi regional melawan penjajahan. Ia menyoroti bahwa “pengkhianatan Israel” terhadap hukum internasional telah mengganggu perdamaian, dan kawasan Asia Pasifik memiliki “kepentingan yang sama” untuk menyerukan hati nurani dunia dan menolak pengkhianatan tersebut.

Baca Juga

Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
Hujan Deras Merendam Bangkok
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi

Konferensi ini bersifat kolaboratif dan melibatkan partisipasi luas, bukan hanya dari pemerintah atau parlemen. Sejumlah organisasi filantropi Islam (FOZ – Forum Zakat) seperti Dompet Dhuafa, Qudwah, IZI, Rumah Zakat, Hadara, dan Relawan Nusantara turut hadir dalam konferensi pers, menunjukkan konsolidasi dukungan sipil untuk isu ini.

Dari sisi partisipan internasional, panitia menggarisbawahi bahwa negara-negara Asia Pasifik diundang dengan biaya sendiri sebagai wujud perjuangan mandiri. Delegasi yang telah mengonfirmasi kehadiran mencakup negara-negara mayoritas Muslim seperti Malaysia dan Maladewa, serta negara-negara dengan populasi Muslim minoritas namun memiliki semangat tinggi, seperti Australia, Selandia Baru, Jepang, Filipina, Singapura, dan Sri Lanka.

Secara teknis, panitia menyebutkan bahwa delegasi akan mulai berdatangan pada 6 November, dan akan dilanjutkan dengan informal meeting di Kantor MUI pada 7 November. Lembaga Qudwah Indonesia bertugas membantu penjemputan dan mobilisasi para tamu.

Tiga Gagasan Utama dan Deklarasi Final

Konferensi ini tidak hanya berhenti pada pernyataan moral, tetapi juga mendorong langkah-langkah konkret. Tiga gagasan utama yang akan diangkat adalah:

Pembentukan Tim Asia Pasifik: Membentuk tim atau struktur kawasan yang permanen untuk menindaklanjuti isu Palestina.

Dana Abadi Bersama: Menggagas pembentukan Dana Abadi Bersama Asia Pasifik untuk mendukung upaya rekonstruksi Palestina pasca konflik.

Deklarasi Final: Seluruh gagasan dan komitmen bersama akan dituangkan dalam Deklarasi Asia Pasifik untuk Palestina, yang ditargetkan rampung dan siap terbit pada 7 November 2025.

Dalam sesi tersebut, juga diumumkan bahwa Mantan Wakil Presiden RI, H. Mohammad Jusuf Kalla (Ketua DMI), merupakan penerima penghargaan “MUI Peace Mujahid Award” (2024), sebuah pengakuan atas peran aktif tokoh nasional dalam perjuangan perdamaian.* Fuad Azzam

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Badan Kerja Sama Antar ParlemenKemerdekaan PalestinaMajelis Ulama Indonesianegara palestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Asia Pacific Dialogue for Palestine Digelar Pada November
Tulisan selanjutnya Ma'ruf Amin Dukung Pembangunan Pesantren Gunakan APBN Ma’ruf Amin Dukung Pembangunan Pesantren Gunakan APBN

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council

Berita
26 September 2026 17:14
Iran Ancam Gunakan Senjata Baru Jika AS Kembali Serang
Lebih dari 160 Atlet Irlandia Serukan Boikot Laga Lawan ‘Israel’
Di Jepang Sekarang Ada 100.000 Orang Berusia 100 Tahun atau Lebih
Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran

Terbaru

  • Lewat MIHAS, Malaysia Bidik Penguatan Jejaring Halal Dunia
  • Buka MIHAS 2026, Wakil PM Malaysia Dorong Pembentukan ASEAN Halal Council
  • Hujan Deras Merendam Bangkok
  • Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
  • Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
  • Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
  • Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
  • PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
  • Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
  • Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya

26 September 2026 14:08
Berita

PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel

26 September 2026 10:27
Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella
Berita

Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran

26 September 2026 09:53
Jaringan pipa minyak Libya Sharara ke pelabuhan Zawiya.
Berita

Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

26 September 2026 09:29
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?