Hidayatullah.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar konferensi pers untuk mengumumkan rencana pelaksanaan Asia Pacific Dialogue for Palestine yang dijadwalkan berlangsung pada 7-8 November 2025 di Gedung DPR RI, Jakarta.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim menjelaskan bahwa Asia Pacific Dialogue for Palestine bertujuan mengkonsolidasikan dukungan masyarakat sipil Asia Pasifik terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Asia Pasifik merupakan wilayah strategis, dan Indonesia memiliki peran penting dalam mengkonsolidasikan dukungan masyarakat sipil di kawasan ini. Karena itu, kami berijtihad menggelar konferensi ini untuk memperkuat solidaritas Asia Pasifik bagi Palestina,” ujar Sudarnoto, di Aula Buya Hamka Jl. Proklamasi no 51, Kamis (30/10/2025).
Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, menegaskan bahwa perjuangan membela Palestina tidak akan pernah surut. “Kita tidak akan jenuh dan tidak akan bosan sebelum saudara-saudara kita di Palestina merdeka,” tegasnya.
Menurut Buya Amirsyah, negara-negara di kawasan Asia Pasifik memiliki kepentingan bersama dalam menjaga perdamaian regional. “Negara-negara Asia Pasifik memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga perdamaian kawasan. Pengkhianatan yang berulang dari Israel mengancam stabilitas regional dan global. Karena itu, gencatan senjata harus menjadi langkah konkret tanpa pelanggaran lagi dari Zionis Israel,” ungkapnya.
Buya Amirsyah menambahkan, DPR RI siap menjadi tuan rumah Asia Pacific Dialogue for Palestine setelah melalui proses diskusi yang panjang. “Kami sempat bingung menentukan lokasi, tapi Alhamdulillah Pak Mardani Ali Sera pasang badan. DPR sebagai rumah rakyat siap menampung acara ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI, Mardani Ali Sera, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Asia Pacific Dialogue for Palestine. “Insyaallah pelaksanaan tanggal 8 November di DPR. Kami dukung sepenuhnya dan menyambut kolaborasi ini sebagai wujud Islam yang rahmatan lil alamin,” katanya.
Forum ini akan menghadirkan narasumber dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik dan membahas sejumlah agenda utama, mulai dari situasi geopolitik Palestina, posisi strategis Asia Pasifik dalam mendukung kemerdekaan Palestina, pembentukan dua komisi solidaritas dan diplomasi, hingga inisiatif konkret seperti pembentukan forum Asia Pasifik dan dana abadi bersama untuk rekonstruksi Gaza yang diusulkan Dompet Dhuafa.
Sebagai penutup, Asia Pacific Dialogue for Palestine akan menghasilkan Deklarasi Asia Pasifik untuk Palestina yang saat ini masih dalam tahap finalisasi.
Dalam penyelenggaraan konferensi bertema “Penguatan Aliansi untuk Bela Palestina”, MUI bekerja sama dengan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Lembaga Internasional Global Coalition for Al-Quds and Palestine (GCAP) yang berkedudukan di Istanbul, Turki, serta sejumlah lembaga filantropi Indonesia.
Hingga Kamis (30/10/2025), tercatat 19 negara di kawasan Asia Pasifik telah mengkonfirmasi kehadiran, termasuk Australia, Selandia Baru, Jepang, Korea Selatan, Filipina, dan Sri Lanka, negara-negara dengan mayoritas penduduk non-Muslim.* Azim Arrasyid




