Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

MUI: Ketahanan Digital Kunci Menjaga Umat

Bambang S
Terakhir diupdate: 19 November 2025 08:22 8:22 am
Bambang S
Dipublikasikan 19 November 2025 08:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis menegaskan pentingnya para ulama untuk menguasai dan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah, pendidikan, sekaligus benteng ketahanan bangsa. Menurutnya, dunia digital tidak boleh dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai ruang strategis yang wajib dikuasai agar ajaran Islam tetap tersampaikan secara benar kepada generasi baru.

Dalam penjelasannya, Kiai Cholil menyoroti adanya kesenjangan besar antar generasi dalam cara mengakses informasi keagamaan. Generasi tua yang ia sebut sebagai “generasi kolonial” masih bertumpu pada model dakwah konvensional. Sementara generasi milenial, Gen Z, dan Gen Alpha sepenuhnya hidup di ruang digital. Perbedaan ini, menurutnya, membuat sebagian ulama kehilangan audiens karena tidak mampu menjangkau umat melalui medium yang mereka gunakan setiap hari.

“Jika ulama tidak kreatif memanfaatkan media digital, maka peluang menjangkau jamaah yang lebih luas akan hilang. Orang sekarang belajar agama lewat digital. Siapa yang tidak hadir di sana, akan ditinggalkan,” ujar Kiai Cholil dalam suasana Konferensi Pers Musyawarah Nasional XI MUI 2025 di Gedung MUI, di Jalan Proklamasi nomor 51, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2025).

Kiai Cholil menegaskan bahwa digitalisasi seharusnya menjadi peluang, bukan hambatan. Di era ini, dakwah tidak perlu menunggu undangan atau pertemuan fisik. Sekali sebuah konten disebarkan, pengaruhnya bisa menjangkau jutaan orang secara serempak.

“Kalau konferensi pers hanya dilihat puluhan orang, maka lewat digital bisa dilihat jutaan. Ini potensi besar,” kata pengasuh Pesantren Cendekia Amanah ini.

Baca Juga

Uni Eropa Bendera
Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta

Namun, kiai asal Madura ini juga mengingatkan bahwa dakwah digital tetap harus menjaga prinsip validitas ilmu. Menurutnya, ajaran agama tidak hanya sebatas informasi, tetapi mengandung kebijaksanaan, rasa, dan keteladanan yang harus ditransmisikan dengan benar. Karena itu, keberadaan guru dan sanad keilmuan tetap tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh mesin.

Di sisi lain, Kiai Cholil mengingatkan bahaya penyalahgunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), deepfake, atau manipulasi digital lainnya yang dapat menyesatkan publik. Ia menyebutkan bahwa informasi palsu kini mampu mempengaruhi generasi muda, bahkan bisa menggoyahkan nasionalisme mereka.

“Kedaulatan negara sekarang bisa diserang bukan dengan senjata, tetapi dengan informasi yang menyesatkan. Anak-anak bisa kehilangan cinta tanah air karena diracuni informasi digital,” ujarnya.

Ia mencontohkan kasus remaja yang terpapar konten kekerasan dan berujung pada tindakan membahayakan, termasuk percobaan peledakan di sekolah. “Inilah akibat literasi digital yang lemah. Negara bisa terguncang hanya karena masyarakat tidak mampu memilah informasi,” ucapnya.

Menurut Kiai Cholil, ketahanan digital Indonesia perlu diperkuat agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tidak menjadi korban “penjajahan digital” oleh pihak asing yang menguasai platform-platform besar.
“Operator media digital banyak yang berada di luar negeri. Korbannya masyarakat kita sendiri. Ini bentuk penjajahan baru,” tegasnya.

Melihat cepatnya perubahan teknologi, Kiai Cholil meyakini bahwa 50 tahun ke depan manusia akan hidup dalam peradaban yang sepenuhnya digital. Karena itu, ia mendorong MUI dan seluruh ulama untuk serius membangun literasi digital umat, terutama generasi muda.

“Dakwah harus masuk ke dunia digital. Ilmu harus masuk ke digital. Kita harus jadikan digital sebagai dasar pergerakan kita ke depan,” katanya.*

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Cholil NafisdigitalHeadlineMUIMunas MUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Situs Arkeologi dan artefak di Gaza Palestina 20 Ribu Artefak di Gaza Raib Dijarah ‘Israel’ Usai Situs Arkeologi Dihancurkan
Tulisan selanjutnya Munas MUI Bahas Panduan Pemanfaatan AI, Pemerintah Didorong Perbarui UU Penyiaran dan Digital

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia
Berita

LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia

Berita
24 September 2026 11:12
KO Lawannya 12 Detik, Petarung UFC Ini Lafalkan Al-Fatihah di Hadapan Ribuan Penonton AS
Masjid Polisi Diserang Bom Mobil Saat Shalat Jumat di Khyber Pakhtunkhwa
MUI Dorong Percepatan Sertifikasi Halal Program MBG
Tiga Tahun Perang, Penjajah ‘Israel’ Mulai Kehabisan Tentara dan Peralatan

Terbaru

  • Gemini AI Milik Google Bisa Melakukan Serangan Siber, Menebak Kata Sandi
  • Uni Eropa Menghadapi Krisis Harga Energi
  • Arab Saudi Bantah Pejabat Iraq Perihal Pembelian 25 Tanker Minyak dan Dampaknya
  • PBB Identifikasi 214 Perusahaan Berkaitan dengan Pemukiman Ilegal Yahudi Israel
  • Pemerintahan Baru Kolombia Dukungan AS Memutus Hubungan Diplomatik dengan Iran
  • Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta
  • Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran
  • LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia
  • LPH Hidayatullah Hadir di MIHAS 2026, Perkuat Jejaring Halal Internasional
  • Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Kompleks Makam Imam Al-Bukhari Kembali Dibuka Usai Renovasi Besar-Besaran

24 September 2026 16:26
Berita

LPH Hidayatullah Hadir di MIHAS 2026, Perkuat Jejaring Halal Internasional

24 September 2026 10:41
Berita

Wajib Halal Oktober 2026, Pemerintah Kedepankan Pembinaan

24 September 2026 10:39
Berita

Kelompok Pro-Zionis Teror Media Australia dengan 40 Ribu Email Komplain

23 September 2026 17:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?