Hidayatullah.com– Pesepakbola Paraguay Miguel Almiron menjadi pemain pertama di ajang Piala Dunia yang diusir dari lapangan karena menutup mulutnya saat berbicara dengan seorang lawannya saat laga versus Turki di San Francisco.
Almiron, 32, menutup mulutnya dengan tangan saat berbicara kepada pemain Turki Mert Muldur, yang kemudian langsung memberitahukan seorang ofisial yang berdiri di sampingnya, lansir BBC Sabtu (20/6/2026).
Menyusul pemeriksaan terhadap rekaman video assistant referee (VAR), wasit Ivan Barton asal El Salvador mengumumkan kepada penonton bahwa dia mengeluarkan bekas gelandang Newcastle United itu dari lapangan.Insiden itu terjadi tidak lama menjelang paruh pertama berakhir dengan keunggulan Paraguay 1-0. Beruntung meskipun pemainnya berkurang satu Paraguay bisa menahan Turki di skor yang sama sampai pertandingan berakhir.
Mereka akan menjadi salah satu dari 32 tim yang melaju ke babak selanjutnya apabila berhasil mengalahkan lawan satu grup Australia pada hari Jumat.
Mengomentari kejadian itu di acara BBC Radio 5 Live, bekas penyerang Republik Irlandia Clinton Morrison berkata, “Kalau Anda mengetahui aturannya, maka seharusnya Anda tidak melakukannya. Anda harus menghargai wasit dan VAR yang mengambil keputusan itu.”
“Tidak semua orang akan setuju dengan keputusan itu, tetapi begitulah aturannya, Anda harus mematuhi peraturan,” ujarnya.
Aturan baru ini diterapkan untuk pertama kalinya di ajang Piala Dunia.
Keputusan untuk memberlakukannya diambil dalam rapat khususInternational Football Association Board (IFAB) di Vancouver pada April 2025.
Presiden FIFA Gianni Infantino sebelumnya menyatakan menyambut baik pemberlakuan sanksi seperti ini, dan menyebut wasit harus bekerja dengan “asumsi awal” bahwa pemain memang telah mengucapkan “sesuatu yang tidak seharusnya mereka katakan”.
Keputusan final sepenuhnya berada di tangan wasit, yang akan mempertimbangkan seluruh keadaan sebelum memberikan kartu merah.
Isu pemain menutup mulut saat berbicara menjadi sorotan pada Februari, ketika pemain sayap Benfica Gianluca Prestianni menarik bajunya ke atas mulut saat berbicara dengan Vinicius Jr dari Real Madrid dalam laga Champions League.
Pemain internasional Argentina itu dituduh melakukan pelecehan rasial – tuduhan yang dia bantah – dan dijatuhi larangan bertanding sementara selama satu laga. Setelah investigasi oleh UEFA, Prestianni justru dinyatakan bersalah melakukan tindakan homofobia dan dijatuhi larangan enam laga – tiga di antaranya ditangguhkan.
Almiron sebelumnya terkena dampak aturan baru lain dalam laga pembuka Grup Piala Dunia Paraguay melawan Amerika Serikat.
Wasit awalnya memberi kartu kuning kepada bek Amerika Tim Ream karena dianggap melanggar Almiron, tetapi setelah ditinjau VAR, diputuskan bahwa Almiron melakukan diving, dan kartu kuning justru diberikan kepada pemain Paraguay itu.*




