oleh Ramona Wadi
Hidayatullah.com – Perwakilan Board of Peace (BoP) untuk Gaza, Nickolay Mladenov, lagi-lagi mengubah pernyataannya setelah Hamas menyatakan sepakat untuk melucuti senjata. Kesepakatan itu bahkan diumumkan Presiden AS Donald Trump, yang menyebut Hamas akan melucuti senjata sementara ‘Israel’ secara bertahap akan menarik pasukannya.
‘Israel’, tentu tidak pernah berniat untuk mundur dari Gaza. Sejak awal ‘Israel’ selalu punya alasan mengapa melakukan genosida dan mengapa secara bertahap memutus akses Palestina terhadap sumber daya dan bantuan kemanusiaan UNRWA.
Tanpa bantuan, warga Palestina dipaksa mengungsi tanpa bisa kembali ke tempat tinggal mereka karena penghalang yang didirikan ‘Israel’. Berdalih menjaga keamanan, ‘Israel’ menetapkan penghalang berupa Garis Kuning dan Garis Oranye untuk menguasai lebih banyak tanah.
Pada 31 Juli, Nickolay secara eksplisit menyatakan, “Penarikan (tentara Israel) berjalan seiring dengan pelucutan senjata.”
Namun, pernyataan Nickolay buru-buru disangkal oleh BoP, seusai bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Board of Peace, secara tersirat menyebut pernyataan Nickolay sebagai “laporan yang tidak akurat”.
“Bertentangan dengan laporan yang tidak akurat, kami mencatat bahwa penarikan IDF di luar Garis Kuning hanya akan terjadi setelah pelucutan senjata selesai, seperti yang dijanjikan Hamas kepada para mediator. Ini berlaku untuk senjata ringan, senjata berat, dan terowongan,” kata BoP dalam pengumumannya di X pada 4 Agustus.
Daripada menyebut sebagai “laporan tidak akurat”, lebih baik bilang saja BoP mundur untuk memfasilitasi rencana ekspansionis Netanyahu. Genosida di Gaza tidak dapat diselesaikan tanpa kolonisasi, dan BoP bekerja sama secara spektakuler untuk ‘Israel’.
BoP seharusnya memberikan alternatif terhadap pemaksaan internasional (international imposition). Namun, pemaksaan internasional hanya bergeser dari yang didikte oleh PBB menjadi diimplementasikan dengan sangat cepat oleh BoP.
Bagaimanapun, inilah yang disetujui Dewan Keamanan PBB ketika menyetujui Resolusi 2803 pada November 2025, yang mendukung rencana 20 poin AS untuk Gaza dan menerima BoP sebagai pemerintahan sementara.
Seperti yang terjadi pada agresi ‘Israel’ sebelumnya terhadap Gaza, dan sekarang dengan genosida yang dimulai pada Oktober 2023, semua syarat tersebut menjadi tanggung jawab Palestina. Pelucutan senjata hanyalah salah satu faktor. Pengusiran paksa adalah aspek yang paling penting.
“Mladenov sekarang setuju dengan Israel bahwa tidak perlu ada penarikan IDF dari Gaza kecuali Hamas dan infrastrukturnya dihancurkan sepenuhnya.”
Sementara itu, warga Palestina di Gaza tidak hanya dipaksa mengungsi akibat kehilangan rumah mereka karena penghancuran oleh ‘Israel’, tetapi juga dipaksa tinggal di wilayah Gaza yang belum diduduki secara militer oleh IDF.
“Oleh karena itu, pelucutan senjata hanyalah dalih. Penarikan IDF dari Gaza adalah masalah sebenarnya. Israel tidak akan menarik diri dari tanah yang didudukinya – para pejabat Israel telah berulang kali menegaskan bahwa tetap berada di Gaza adalah fakta yang tak terbantahkan.”
Para pemukim ‘Israel’ sedang bergerak untuk menetap di Gaza. Sebagai bagian dari proses kolonial di Gaza, Mladenov dan BoP sangat jelas dalam melayani kepentingan ‘Israel’.
Disadur dan diterjemahkan dari artikel opini berjudul Whose interests is the Board of Peace serving? di Middle East Monitor




