Hidayatullah.com– Karhutla baru bermunculan di bagian barat wilayah Kanada dan hutan-hutan dilalap api di Ontario, yang disebabkan antara lain karena sambaran ribuan petir.
Hampir 34.000 sambaran petir selama sepekan kemarin menyebabkan kebakaran di banyak titik dan perintah evakuasi di British Columbia bagian selatan. Terdapat 25 perintah evakuasi dan 90 kebakaran hutan aktif di provinsi tersebut per hari Jumat (24/7/2026), lansir The Guardian.
Karhutla disebabkan suhu udara yang memanas dan badai petir berkontribusi pada kebakaran yang terjadi di kawasan hutan terpencil di berbagai wilayah Kanada pada musim panas tahun ini.
Asap karhutla itu terbawa angin hingga menyebar ke wilayah pesisir timur Amerika Serikat dan kota-kota di kawasan barat-tengah negeri jiran itu pekan lalu.
Terdapat 139 kebakaran hutan aktif di wilayah barat laut Ontario, di mana 32 di antaranya belum terkendali.
Hugh Murdoch, komandan lapangan yang menangani klaster karhutla dekat Kimberley, 520km dari Vancouver, mengatakan, “Prakiraan cuaca tidak bersahabat. Tidak ada tanda-tanda bantuan dari alam atau lainnya dalam waktu dekat ini.”
Environment Canada mengeluarkan peringatan kualitas udara buruk di Banff, Alberta dan sekitarnya tetapi diharapkan berangsur membaik dalam beberapa hari kemudian.Ribuan orang, termasuk sebagian dari komunitas orang asli First Nations, sudah dievakuasi pada musim panas tahun ini. Sekitar 2,95 juta hektare lahan terbakar pada tahun ini, di atas angka rata-rata sepuluh tahunan yaitu sekitar 2,55 juta hektare.
Kanada saat ini sedang menghadapi karhutla aktif yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan masa yang sama dibandingkan tahun lalu dan tahun sebelumnya.
Sebagai informasi kawasan hutan negara ini mencakup 28% dari hutan boreal dunia.
Perdana Menteri Carney dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa pemerintah federal akan memobilisasi lebih dari 5.300 petugas damkar dan sekitar 300 water bombers, helikopter dan pesawat evakuasi guna menanggulangi karhutla. Meksiko juga akan mengirimkan sebanyak 200 petugas pemadam kebakaran dalam beberapa pekan mendatang, imbuhnya.*




