Hidayatullah.com–Pihak berwenang Suriah menangkap 9 orang bekas pilot, termasuk tiga brigadir jenderal, dengan tuduhan turut serta dalam pemboman kota-kota Suriah selama perang saudara di era rezim Bashar al-Assad.Pasukan keamanan dalam negeri di Provinsi Latakia menangkap sembilan bekas pilot jet tempur dan helikopter menyusul operasi pengintaian, lapor kantor berita resmi SANA hari Jumat (11/9/2026).
Para pilot itu dituduh terlibat dalam “kejahatan perang terhadap rakyat Suriah” di berbagai provinsi.
Di antara yang ditangkap ada Brigjen Manhal Anwar Saleh, Brigjen Sami Ibrahim Mahmoud dan Brigjen Ghiyath Ali al-Rahiya, lapor SANA.
Selama perang saudara yang berlangsung 13 tahun dan merenggut nyawa lebih dari setengah juta orang, daerah-daerah yang dikuasai oposisi kala itu kerap digempur serangan udara yang dilakukan oleh pasukan pemerintah yang loyal terhadap rezim Assad.
Sejak menduduki kekuasaan, pemerintahan baru Suriah mulai memburu orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan rakyat. Mereka juga membuat sebuah komisi kehakiman transisi yang diamanahi untuk mengungkap fakta berkaitan berbagai pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan rezim terdahulu.
Hari Senin (7/9/2026) pihak berwenang mengatakan sudah menangkap seorang bekas pejabat senior yang menjadi target sanksi Uni Eropa dan yang mereka tuduh terlibat dalam pembunuhan para pengunjuk rasa pada tahun 2011, serta insiden-insiden maut di kota Hama pada 1982.
Pada bulan Agustus, pengadilan Suriah menjatuhkan hukuman atas mantan presiden Bashar al-Assad, yang melarikan diri ke Rusia.
Assad dan saudara lelakinya, Maher, dijatuhi hukuman mati secara in absentia.
Sementara itu hakim-hakim di Prancis juga mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Bashar al-Assad dengan tuduhan terlibat dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Kasus-kasusnya berkaitan dengan serangan senjata kimia pada 2013, pemboman kawasan perkampungan penduduk di Daraa pada 2017 dan pemboman sebuah media center di kota Homs pada 2012.*




