Hidayatullah.com– Amerika Serikat meminta pemerintah Libanon untuk membuat rencana perlucutan senjata Hizbullah dan kelompok-kelompok lain di seluruh penjuru negeri itu.
“Kami memantau dengan seksama seruan dari Libanon Selatan, di mana masyarakat meminta pemerintah mereka menguasai kembali kedaulatan dan menghentikan Hizbullah supaya tidak lagi melakukan penembakan dan menyimpan persenjataan di komunitas mereka,” kata seorang pejabat Departemen Luar Nergeri Amerika Serikat.
Seruan itu diutarakan setelah sekelompok orang terdiri dari lebih 400 aktivis, termasuk dokter, pengacara, bankir, jurnalis dan akademisi, menandatangani sebuah surat terbuka yang mendesak pengerahan segera Angkatan Bersenjata Libanon ke daerah Nabatieh di bagian selatan Libanon, lansir Al Arabiya Jumat (11/9/2026).
Pejabat Departemen Luar Negeri AS itu menyambut baik hal tersebut dan mengatakan pihaknya mendukung sikap penerimaan pemerintah Libanon terhadap permintaan masyarakat itu.
Hizbullah sampai saat ini masih menolak untuk menyerahkan senjata mereka meskipun awal tahun ini sudah ada undang-undang tentang pelarangan aktivitas mereka di Libanon.
“Persenjataan Hizbullah hanya membawa penderitaan dan kehancuran bagi Libanon. Hizbullah masih menjadi hambatan bagi perdamaian,” kata pejabat Departemen Luar Negeri AS tersebut.
“Kami mendesak pemerintah Libanon untuk merumuskan rencana perlucutan senjata di seluruh wilayah Libanon, sebagaimana yang dituangkan dalam Trilateral Framework,” imbuhnya*




