Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita dari Anda

Gus Hamid Bahas Isu Pemikiran Islam Kontemporer di Depan Mahasiswa Indonesia di Pakistan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 April 2015 09:32 9:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 April 2015 09:32
Bagikan
Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil mendapat kenang-kenangan
Bagikan

Hidayatullah.com—Hari Jum’at,  17 April  2015, Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI)-Pakistan menggelar diskusi umum tentang “Isu-isu Kontemporer Pemikiran Islam” di Aula Budaya KBRI Islamabad.

Diskusi umum ini menghadirkan tokoh dan pemikir Islam Indonesia sekaligus Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI), Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Phil.

Ketua PPMI, Hasanuddin Tosimpak dalam keteranganya menyampaikan bahwa kesempatan baik kedatangan Dr. Hamid dan tim peneliti lainnya dari Universitas Daarussalam-Gontor ke IIU Islamabad ini harus dimanfaatkan oleh mahasiswa Indonesia yang belajar di Pakistan untuk menggali informasi sebanyak-banyak tentang isu-isu keumatan.

“Lebih-lebih saat ini dengan maraknya isu konflik di tubuh umat Islam seperti Sunni-Syi’ah, ataupun isu Islamic State in Iraq and Syiria (ISIS),” ujar Tosimpak.

Diskusi umum ini mendapatkan apresiasi dari Kedutaan Besar RI di Islamabad sebagaimana yang disampaikan oleh Fungsi Politik KBRI, bahwa maraknya tuduhan negatif dan islamphobia di Barat, menjadi sebuah keharusan bagi para tokoh dan pemikir Islam untuk menyampaikan wajah Islam yang sebenarnya.

Baca Juga

Puluhan Murid SPI Jakarta Angkatan ke-13 Dinyatakan Lulus  
Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga
Hidayatullah Samarinda Dirikan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah
Outbound Seru di TSOT  Prigen Pasuruan
Tutup Dauroh, Pesantren Hidayatullah Kupang Berbagi Bingkisan Ramadhan Kepada Warga non-Muslim Sekitar

Di antara materi yang disampaikan oleh Dr. Hamid Fahmy adalah terkait pluralisme.

Dalam peryaatannya, Hamid mengatakan, pluralisme yang berkembang saat ini telah mengandung makna relativisme. Pluralisme dianggap sebuah doktrin sosial an sich ternyata juga menyentuh aspek teologis.

“Pluralisme dan pluralisme agama muaranya adalah sama, kecuali jika ada yang memahami pluralisme hanya setingkat toleransi,” papar pria yang kerap dipanggil Gus Hamid ini.

Namun menurut Hamid, faktanya pluralisme yang dikembangkan oleh pemikir Barat postmodern semisal Peter L. Berger, John Hick, Schuon atau lainnya bukanlah prinsip mengenai toleransi, tetapi relativisme kebenaran yang mengajarkan bahwa semua agama adalah sama.

Kekacauan dari paham ini mengajak masyarakat untuk menerima kenyataan bahwa disana tidak ada kebenaran tunggal artinya semua benar atau masyarakat tidak boleh memiliki keyakinan bahwa agama dan kepercayaan mereka itu benar atau paling benar.

“Bahkan dalam satu pengertian pluralisme mengajarkan bahwa sebenarnya kebenaran itu tidak ada. Pemikiran seperti ini sangat tidak islami, “ paparnya.

Selain persoalan pluralisme agama, isu yang mendapat perhatian Hamid adalah relasi Sunni-Syi’ah, sebagaimana yang dinyatakan dalam menjawab pertanyaan dari Muladi (mahasiswa S3 di IIU-I) tentang fakta mahasiswa Indonesia yang belajar di Iran dan jelas memiliki paham Syi’ah dan tentunya ketika mereka kembali ke tanah air membawa paham tersebut.

Dr. Hamid mengungkapkan, bahwa ajakan untuk bertoleransi dengan Syiah adalah ajakan yang tak bersesuaian dengan fakta, bahwa sudah sangat jelas kebencian ada di pihak Syiah dengan mencaci maki dan menghina para sahabat yang dicintai oleh Ahlus Sunnah.

Dalam diskusi itu juga terungkap isu usaha-usaha mensyiahkan Indonesia, negeri mayoritas Suni.

Saat diminta menjelaskan sikap pemerintah tentang Syi’ah, Hamid mengatakan, konsep ideologi politik Syi’ah adalah mengusung sistem wilayah faqih yang jelas-jelas bertentangan dengan NKRI, maka pemerintah harus mewaspadai.

Di akhir diskusi, Hamid yang juga salah satu alumni Pakistan memberikan wejangan kepada para mahasiswa untuk memanfaatkan waktu selama di Pakistan untuk aktif dalam kegiatan ilmiah di luar kampus dan membaca buku sebanyak-banyaknya.

“Pakistan banyak memiliki pakar-pakar keislaman dan buku-buku berbahasa Inggris sangat banyak dan murah,” tuturnya.

Dr. Hamid Fahmy bersama tiga orang t im peneliti lainnya berkunjung ke Pakistan dalam rangka melakukan penelitian kolaboratif internasional tentang metode dan kurikulum pendidikan ekonomi Islam kerjasama antara UNIDA-Gontor dengan IIU-Islamabad.*/ Muladi (Pakistan).

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH. Hasyim Asyari dan Fenomena ‘NU Garis Lurus’ [2]
Tulisan selanjutnya Din Syamsudin: Adanya Kolom Agama di KTP Justru Banyak Maslahatnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Berita dari Anda

Diskusi Kepemimpinan LIDMI, Pendiri INSISTS Sampaikan Konsep Adab dalam Melahirkan Pemimpin Beradab

24 Desember 2022 21:00
Berita dari Anda

Muhammadiyah Yaman Gelar Audiensi dan Sosialisasi Strategi Dakwah

22 Desember 2022 10:32
Berita dari Anda

Wakil Ketua I DPRD PPU Hadiri LTC Pemuda Hidayatullah di IKN

4 Desember 2022 21:21
Berita dari Anda

Hinaan “Anjinghu Akbar” Muncul Kembali, SPI Mengecam Keras

1 Desember 2022 19:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?