Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ghazwul Fikr

KH. Hasyim Asyari dan Fenomena ‘NU Garis Lurus’ [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 April 2015 09:26 9:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 April 2015 09:26
Bagikan
Akun twitter NU Garis Lurus. Akun FB nya telah memiliki lebih 16 ribu fans
Bagikan

Sambungan dari artikel PERTAMA

Oleh: Muhammad Saad

Kedua, karena misi para liberalis dan Syiah terancam, mereka rupanya tidak segan-segan melakukan berbagai macam fitnah terhadap pejuang ‘NU Garis Lurus’ ini guna menjagal aktivitas dakwahnya.

Dari tuduhan bahwa ‘NU Garis Lurus’ kemasukan kelompok Salafy, sebagaimana fitnahan dalam tulisan M. Alim yang dimuat dalam situs resmi NU www.nu.or.id  berjudul “Meluruskan “NU Garis Lurus”.

Dalam artikel yang ditulis dengan emosional dan tanpa referensi ini, penulis mengatakan dua hal;

Baca Juga

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!
Tuduh Islam Kaku, Dokter Muda Kristen Ini Terbungkam saat Dengar Hujjah Buya Hamka
Syubhat Seputar Al-Qur’an: Benarkah Ada 2 Surah yang “Hilang”?
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 2)
Pluralisme dan Sekularisme: Sebuah Proyek (Seri 1)

Pertama, ‘NU Garis Lurus’ adalah mengesankan bahwa NU struktural adalah NU yang tidak lurus. Kedua, ‘NU Garis Lurus’ merupakan bentukan untuk menandingi aliran-aliran yang dianggap sesat semisal liberalisme dan Syiah yang ada di dalam tubuh NU struktural.

Sangatlah tidak benar keberadaan ‘NU Garis Lurus’ menganggap NU struktural tidak lurus. Jika yang dimaksud adalah NU yang dicita-citakan oleh KH Hasyim Asy’ari, yaitu NU yang tegas kepada aliran-aliran  sesat, sebagaimana hal itu tertorehkan ketegasan beliau dalam kitab Risalah Ahlusunnah wal-Jamaah, dimana di dalam kitab tersebut beliau mengkritik kelompok yang suka mengkafirkan, penganut Syiah imamiyah, penganut aliran kebatinan dan pengikut aliran tasawwuf menyimpang dengan konsep manunggaling kawulo gusti [Hasyim Asya’ri, “Risalah ahlusunnah wal Jamaah”, baca Maktabah al-Turats al-Islamy hal. 09), maka ‘NU Garis Lurus’ tidak akan ada keberadaanya.

Kenyataanya, tubuh NU saat ini mulai sakit terserang faham-faham menyesatkan yaitu liberalisme [baca: “As’ad: Indonesia Sedang Alami Liberalisasi”, http://www.nu.or.id/).

Bahkan kepemimpinan NU saat ini dipegang oleh oknum yang ternjangkit virus paham Syiah sekaligus liberal.

Hal inilah yang kemudian membangkitakan ulama-ulama NU yang masih murni akidahnya termasuk KH Lutfi Bashori agar bisa ‘mengobati’ NU dan memberasihkan dari faham-faham merusak Aswaja.

Istilah ‘NU Garis Lurus’ sendiri menurut Kiai Lutfi Bashori adalah untuk membedakan dengan NU yang terkena faham muhaddamah [rusak) dan yang masih murni.

Pengasuh Ribath al-Murtadha ini pernah menyatakan, “Sedangkan kata Garis Lurus adalah untuk membedakan dari warga NU –bahkan sebagian tokoh NU– yang sudah keluar dari ajaran akidah KH. Hasyim Asy’ari sebagai pendiri NU.” [Lutfi Bashori Alwi, “Panduan Aswaja Garis Lurus”, hal. 1-3).

Padahal KH. Hasyim Asy’ari menegaskan NU adalah organisasi yang berhalauan akidah Aswaja, dan menjadikan salah satu madzhab empat yang ada di aswaja [Madzhab Syafii) sebagai madzhabnya [Hasyim Asy’ari, Ziyadah ta’liqat, hal. 24). Sedangkan Aswaja menurut Syeikh Hasyim dengan mengutip pendapat Syeikh Syihab al-Khafaji adalah firqatu al-Najiyyah yang disebutkan dalam hadits. [ Dalam Risalah Ahlusuunnah wal-jamaah, hal. 23)

Keberadaan “NU Garis Lurus” bukanlah untuk menandingi faham-faham yang dianggap sesat yang menjadi benalu di tubuh NU. Justru keberadaan “NU Garis Lurus” sebagaimana penulis sebutkan tadi, ialah, untuk meneruskan misi KH Hasyim Asy’ari membersihakan faham-faham yang diyakini kesesatan-nya.

Faham-faham semisal SePILIS dan Syiah, dalam pandangan Islam bukan faham yang diduga kesesatannya sebagaimana yang ditulis oleh M. Alim.

Eksistensi Sekularisme, Liberalisme dan Pluralisme (SePILIS) benar-benar telah mendekonstruksi akidah dan syariah Islam serta mendegradasi akhlak kaum Muslimin.

Jika sekulerisme bertujuan menghilangkan peran agama dalam kehidupan masyarakat, pluralisme ingin menyamakan semua agama memiliki kebenaran, maka liberalisme adalah memayungi kedua paham tersebut.

Dr Hamid Fahmi Zarkasyi, peneliti INSISTS menyebut 5 tanda orang/golongan berpaham liberal;

“Mengatakan bahwa liberalisasi dalam dunia Islam ditandai dengan, pertama, gugatan terhadap Al-Qur’an. Kedua, pembelaan aliran sesat ketiga, mendahulukan akal manusia daripada Tuhan. Keempat, mendukung relativisme yang berujung pada pluralisme agama. Kelima, mempromosikan skeptisisme.” [Hamid Fahmi Zarkasy dalam Misykat, [sub judul “Evil of Liberalisme”, hal. 152).

Belum lagi Syiah dengan konsep imamahnya telah melahirkan konsep takfir kepada para sahabat mulya Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wassallam.

Konsep imamah yang berujung pada takfir sahabat, berlanjut kepada pengkafiran kepada Aswaja atas pembelaannya kepada para Sahabat. Hal ini yang kemudian menimbulkan chaos antar kelompok di level bawah, bahkan sampai pembantaian.

Meminjam istilah  KH Lutfi Bashori Alwi, bahwa okmum NU yang geram dengan keberadaan “NU Garis Lurus”,   adalah  warga nahdhiyin yang terindikasi penyakit liberal tanpa sadar, karena fanatik buta.

Menurut murid dari Prof. Dr Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki ini, mereka sebenarnya secara amaliah dalam beriabadah adalah sama dengan nahdhiyin lainnya. Namun mereka liberal dalam berwacana. Hal ini yang bermasalah.  Di mana akal dan hatinya berbeda dalam beraktifitas. Doktrin demikian lahir dari aliran filsafat dualisme. Orang yang demikian adalah orang yang liberal tanpa sadar.

Istilah Dr Adian Husaini, mereka adalah Golongan Bingung [Golbing) [Dr Adian Husaini, “Islam Ragu-ragu” versi Rektor UIN Yogya – Hidayatullah.com).

Padahal Islam adalah agama tauhid. Islam bukan saja doktrin, tapi Islam adalah worldview. Karena Islam ajaran tauhid, maka cara pandang [worldview) seorang Muslim adalah tauhidi. Hati, alam pikiran dan amaliyah seorang Muslim selalu integral.

Seorang Muslim, jika hatinya ke Makkah maka akalnya ke Madinah, bukan ke Amerika, demikian Dr Hamid Fahmi Zarkasyi, mengistilahkan. [Orasi  Ilmiah Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, “Sinergi Membangun Peradaban Islam” di http://kholilihasib.com). Wallahu a’alam Bishawwab.*

Penulis adalah warna NU, alumni PP Aqdaamul Ulama’ Pandaan-Pasuruan, Anggota Pejuang Aswaja Garis Lurus

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ahlus Sunnah Wal Jama’ahliberalismeNUPluralisme agamasekularisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KOWANI: Tak Ada Relevansinya Antara Ibadah Umroh dengan Eksekusi Mati TKW Indonesia
Tulisan selanjutnya Gus Hamid Bahas Isu Pemikiran Islam Kontemporer di Depan Mahasiswa Indonesia di Pakistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelGhazwul Fikr

Populernya Hamas, Meredupnya Otoritas Palestina dan Mahmoud Abbas

22 November 2023 12:10
ArtikelGhazwul Fikr

6 Narasi Sinisme Perjuangan Palestina = Propaganda Zionis

10 November 2023 16:45
Ghazwul FikrTsaqafah

Sekularisme dan Liberalisme  

2 Desember 2022 12:55
Ghazwul FikrTsaqafah

Membangun Peradaban Bermartabat

13 November 2022 09:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?