Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bom Syahid Makin Membuat Goyah Pasukan Agresor

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Maret 2003 06:50 6:50 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Maret 2003 06:50
Bagikan
Bagikan

Rasa percaya diri ({PD) AS dan sekutunya mungkin tidak akan sebaik kemarin. Seruan Jihad yang dengungkan para ulama Timur Tengah akhirnya telah melahirkan bom syahid. Ancaman bom yang paling ditakuti tentara Barat. Seperti diberitakan, sebuah bom mobil telah menewaskan tentara AS di kota Najaf –160 km dari Bahgdad–, Sabtu (29/3/2003) ini. Pengguna bom, menghentikan mobilnya di dekat pos pemeriksa tentara AS, lalu minta bantuan. Ketika tentara AS datang, meledaklah mobil tersebut. Semula diberitakan 5 orang tewas, namun laporan terkahirmenyatkan hanya 4 yang tewas. Bom syahid yang terjadi di Najaf ini adalah yang pertama kali menyerang pasukan tentara agresor AS, sejak koalisi AS dan Inggris memulai agresi ke Irak pada Kamis (22/3/2003) lalu. Pihak koalisi sebetulnya sudah memperingatkan pasukannya tentang kemungkinan adanya serangan lewat bom bunuh diri. Sebelumnya, sejumlah media di Arab juga mengakui bahwa Saddam telah membuka pelatihan untuk para pejuang Arab yang bersedia mati syahid untuk tentara agresor AS di Irak. Wakil Presiden Irak Taha Yassin Ramadhan dalam jumpa pers di Bahgdad, Sabtu (29/9/2003) mengatakan, kejadian bom itu baru permulaan. Bahkan, menurut Ramadhan, pelaku bom bunuh diri yang menewaskan 4 tentara AS di Najaf itu justru bukan orang yang tercatat sebagai anggota resmi tentara. Pelakunya bernama Ali Jaafar al-Noamani, ayah dari beberapa anak. Ini baru permulaan, dan Anda akan mendengar lebih banyak di kemudian hari, kata Ramadhan memberi ancaman kepada pasukan koalisi yang telah memasuki tanah Irak. Pasukan Inggris, salah satu angggota pasukan agresor juga mengakui, kejadian itu akan menimbulkan masalah yang serius di kalangan anggota pasukan AS dan koalisisnya. “Amerika menghadapi masalah,” kata Paul Beaver, analis pertahanan Inggris. Dikatakan Paul, kesalahan utama AS adalah mengabaikan pasukan para yang tergabung dalam fida’in Saddam (perisai Saddam). Beberapa analis militer AS juga mengakui bila kemampuan tempur pasukan Irak dengan taktik gerilya semakin menguat dalam 10 hari terakhir ini. “Cara tempur para musuh ini sedikit berbeda dari perang sebelumnya, karena kekuatan pasukan para ini,” kata Letjen William Wallace kepada harian AS The Washington Post. Fatwa Jihad Sebelumnya, Mufti Iraq (Ketua Majelis Ulama Iraq) Syekh Abdul Karim Almudaris telah mengeluarkan fatwa jihad bagi seluruh warga Iraq untuk melawan penjajah Amerika dan Inggris. “Rakyat Iraq wajib mengerahkan segala daya upaya untuk memerangi Amerika Serikat dan sekutunya,” ujar Abdul Karim yang juga imam besar Masjid Syekh Abdul Qodir Jaelani ini. Dengan adanya serangan bom syahid ini, sampai hari kesepuluh Perang Teluk II, korban dari pihak AS mencapai 34 orang. Sebelumnya, Pentagon mengakui 104 tentara AS terluka, 16 hilang, dan tujuh orang menjadi tawanan perang. Bom syahid adalah bentuk perlawanan yang paling ditakuti tentara AS dan Barat. Israel adalah negara penjajah pertama yang sangat merasakan ketakutannya menghadapi relawan bom syahid hingga kini. (AFP, JP, Dc/cha)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umat Islam Medan Serentak Melakukan Qunut Nazilah Untuk Iraq
Tulisan selanjutnya NU Akan Berikan Bantuan Pangan ke Irak. Siapa menyusul?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Laporan: Eurovision Kehilangan 35 Juta Penonton Setelah Israel Tetap Diizinkan Tampil
  • 123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang
  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?