Hidayatullah.com–Seorang aktivis kelompok anti-Islam English Defence League (EDL) yang ‘berbahaya’ karena pernah menyebabkan korbannya menderita luka parah permanen di otak, terlihat berkeliaran bebas. Lancashire Telegraph melaporkan (20/10).
Bernard Holmes, 25, warga Jalan Coleridge, Blackburn, dihukum penjara 2 tahun 4 bulan pada bulan Februari karena melukai Shaun Baxendale.
Baxendale yang diserang Holmes pada Mei 2009, menderita luka sangat parah dan permanen, sehingga menyebabkan perubahan pada kepribadiannya. Sebagian dari tulang tengkoraknya bahkan harus dibuang.
Namun, karena Holmes sudah ditahan lebih dari 7 bulan sebelum perkaranya disidangkan, ia kini bisa bebas dengan jaminan.
Menggunakan nama kecil ‘Mr.B’, Holmes menjadi pusat perhatian pada demonstrasi kelompok EDL-Blackburn awal bulan ini di Haslingden Road, saat memprotes kebijakan KFC yang memutuskan untuk menjual menu ayam halal. Pria beringas itu mengenakan kostum ayam berwarna kuning.
Di akun Facebook-nya juga nampak Holmes dan kawan-kawannya dari kelompok sayap kanan EDL yang menamai diri mereka ‘Knuckledraggers’ ikut serta dalam demo di Leicester belum lama ini.
Semasa Holmes dipenjara, Maggie Garth, 44, saudara perempuan Baxendale mengkritik hukuman ringan yang dijatuhi terhadap Holmes.
Terkait pembebasan dan aktivitas Holmes bersama EDL baru-baru ini Garth mengatakan, “Kostum ayam sangat cocok baginya, karena dia seorang pengecut.”
“Saya jatuh sakit, begitu mendengar dia dibebaskan dari penjara.” Menurutnya hukuman ringan tidak akan membuat pelaku penyerangan seperti Holmes jera.
“Shaun masih lupa ingatan dan mengalami kondisi mental yang buruk. Sementara Holmes bisa bebas keluar dan bebas melakukan protes yang menjadikan negeri kita ini sebuah negara bebas.”
Lancashire Probation Trust membenarkan pembebasan dini terhadap Holmes.[di/lctg/hidayatullah.com] Foto: Bernard ‘Pengecut’ Holmes dalam kostum ayam.